SSD 1 TB

Ini sekedar catatan kapan saya mulai memakai SSD 1 TB dan bagaimana prosesnya memindahkan Windows ke SSD baru. Bulan April 2017 saya membeli SSD 480 GB merk Sandisk untuk desktop utama saya dengan harga 5390 baht dari JIB, dan kemarin saya mengganti SSD ini dengan yang kapasitasnya 1 TB merk Crucial dengan harga 4690 baht (plus 42 baht ongkos kirim) dari invadeIT.

SSD 480 GB-nya masih akan saya pakai di komputer lain karena sebenarnya masih bagus, hanya saja kapasitasnya sudah kurang untuk berbagai pekerjaan yang perlu saya lakukan. Setiap kali SSD mendekati penuh, saya jadi “sibuk” yang tidak berguna. Setiap beberapa minggu saya perlu memindahkan data ke yang sudah jarang dipakai harddisk dan memindahkan data yang saat ini sedang dipakai ke SSD .

Dalam 2 tahun ini harga SSD kira-kira sudah turun 1/2 nya. Sebagai perbandingan, dulu waktu saya mulai memakai SSD 7 tahun yang lalu harganya masih 3400 baht untuk 60 GB. SSD yang saya beli 7 tahun yang lalu saat ini masih berfungsi normal, tapi saya sudah tidak berani menaruh data penting di situ.

Dulu terakhir saya memindahkan data ke SSD sekalian menginstall ulang Windows sekaligus membuang berbagai program yang sudah tidak saya pakai. Kali ini saya sangat malas sekali menginstall ulang semua jadi saya memakai software Easus Todo Backup Free.

Di Linux saya mengerti 100% bagaimana melakukan transfer sistem ke disk baru tanpa menimbulkan masalah, tapi di Windows saya selalu khawatir jika ada aplikasi yang tiba-tiba tidak jalan. Contohnya yang pasti tidak jalan adalah aplikasi yang memakai serial number disk untuk lisensi, dan ketika diganti disknya: lisensinya tidak valid. Selain itu kadang ada program-program tertentu yang juga “ngambek” jika disknya berganti kapasitas. Ini baru kali pertama saya memakai Easus dan ternyata cukup lancar walau prosesnya tidak 100% seperti yang diharapkan.

Proses copy system memakan waktu hampir 2 jam, dan setelah itu Windows bisa booting normal (saya cabut SSD lama supaya yakin). Saya khawatir dengan hasil copynya karena proses copy dilakukan ketika Windows masih berjalan, jadi bisa saja ada file yang hilang jika filenya dibuat setelah selesai dicopy ke disk baru (contoh: saya melakukan screencap proses backupnya, tapi karena itu disimpan di drive yang dicopy, hasilnya jadi hilang).

Supaya yakin, saya melakukan scan disk pada SSD setelah booting, dan hasilnya: windows sempat restart berkali-kali dan ada pesan bahwa Windows telah beberapa kali gagal booting normal, apakah ingin masuk ke safe mode?. Saya menjawab agar meneruskan booting normal, dan puji Tuhan Windowsnya bisa boot normal.

Saya masih belum yakin dengan instalasi Windowsnya jadi saya menjalankan :

sfc /scannow

Sebagai administrator. Hasilnya: ada beberapa file corrupt yang berhasil dipulihkan. Karena belum 100% yakin, saya juga menjalankan:

DISM /Online /Cleanup-Image /ScanHealth

Dan ternyata tidak ada masalah. Sendainya ada masalah saya akan menjalankan: DISM /Online /RestoreHealth. Setelah itu saya melakuan restart, check semua disk sekali lagi, dan semua beres. Demikian catatan kali ini, semoga berguna juga untuk orang lain yang ingin memindahkan Windows ke SSD baru.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.