KMovie: Train to Busan

Karena kdrama Phantom udah selesai ditonton kemarin, hari ini kami nonton film Train to Busan yang durasinya 2 jam saja biar langsung selesai (kalau kata wikipedia sih 118 menit). Sudah tau garis besarnya filmnya tentang film zombie Korea. Duluuuu sebelum punya anak, ada masa di mana kami sering menonton film horror, film zombie mah udah ga ada serem-seremnya lagi deh hehehe.

Awalnya agak ragu-ragu sebenernya mau nonton ini, biarpun bintangnya Gong Yoo, tapi ya ini film horror Korea pertama yang saya tonton. Eh bukan horror ya, tapi action thriller katanya. Setelah liat trailernya, eh ternyata ini bukan cuma film zombie, tapi film keluarga karena inti ceritanya gimana seorang Ayah berusaha menyelamatkan diri dari kejaran Zombie sambil menjaga keselamatan anak perempuanya juga.

Awalnya saya pikir, ceritanya akan berjalan lambat, eh ternyata belum 10 menit udah ada tanda-tanda kehadiran zombienya. Ketegangan mulai full speed setelah mereka semua naik ke kereta menuju Busan (sesuai dengan judul filmnya).

Film tahun 2016 ini bukan hanya sukses di Korea, tapi juga di seluruh dunia. Di Korea Selatan sendiri ada 11 juta orang yang menontonnya. Kalau menurut wikipedia, ini film pertama yang menembus lebih dari 10 juta penonton. Mungkin pulangnya mereka akan takut naik kereta api terutama yang menuju Busan hehehe.

Jonathan yang ikut nonton berkali-kali harus diingatkan kalau ini cuma film, ya untungnya zombie ini bukan masalah beneran di dunia nyata, jadi lebih mudah meyakinkan Jonathan kalau ini hanya cerita film dan ga usah takut. Joshua sih masih gak perduli dan sibuk main sendiri dengan magnet-magnet dan membentuk angka. Sesekali pas lari-lari paling Joshua malah ikutan menyemangati yang di dalam film biar tambah kencang larinya.

Kesan saya setelah selesai menonton film ini: capek karena banyak sekali bagian di mana saya pengen ikutan mukulin zombie nya ataupun berusaha ikut melarikan diri sama tokoh dalam film. Untung kami nonton cuma di rumah, kalau nonton di bioskop kayaknya saya bakal mengganggu orang di depan saya karena beberapa kali tanpa sadar saya lari di tempat hehehe.

Kesan berikutnya sedih. Banyak orang yang terpisah dari teman dan keluarganya, istri dari suaminya ataupun orangtua dari anaknya. Seperti film zombie apocalypse pada umumnya, jangan harapkan akhir yang bahagia dari film ini, ya mungkin harapkan ending pokoknya harus ada yang selamt. Ada satu titik di mana saya pikir film ini akan berakhir menggantung di mana tidak ada yang selamat, higs.

Ada bagian dari cerita ini yang agak ngeselin, di mana seharusnya orang-orang itu bersatu untuk melawan zombie, ada saja orang yang merasa dirinya lebih penting daripada yang lain dan mengakibatkan orang yang harusnya selamat jadi korban. Tanpa sadar saya berharap itu orang gak selamat sampai akhir film (ih kok jadi ikut jahat ya).

Nah berikut ini tokoh-tokoh yang terlihat di awal film, coba tebak tokoh mana yang nantinya akan selamat. Ada seorang Ayah dan anak perempuan (gak disebut umurnya, mungkin antara 8 – 10 tahun), sepasang suami istri yang mana istrinya sedang hamil besar, tim baseball sebuah high school, seorang kaya yang keliatan egois (ini yang super nyebelin), kakak adik yang sudah lanjut usia dan seorang tuna wisma yang sudah pincang dan mengalami PTSD. Bagaimana mereka bisa melawan beberapa gerbong yang sudah berubah jadi zombie.

Terus mau dikasih tau gak apakah Gong Yoo dan anaknya selamat dari kejaran zombie? janganlah ya, nanti gak seru lagi nontonnya hehehe. Eh tapi kalau gak suka film zombie mungkin ga akan nonton juga biarpun yang main Gong Yoo. Film ini gak kalah seru dengan zombie holywood. Bagian berdarah-darah dan keganasan zombienya ya mirip-mirip lah, pakem digigit pasti terinfeksi juga sama saja. Bedanya ya, sebagian ditunjukkan bisa tetap dengan misi utamanya sebelum 100 persen berubah jadi zombie juga. Bagian yang lucu dari film zombie adalah melihat orang yang berubah itu berusaha mengejar dengan kondisi tangannya udah rotasi dari normal misalnya, atau kadang-kadang terpincang-pincang karena kakinya udah gak utuh lagi.

Kalau masih penasaran, yuk ditonton aja. Untungnya ini cuma film, kalau ini kdrama series seperti walking dead, sepertinya saya udah nyerah duluan deh. Walking dead aja gak saya terusin nontonnya hehehe.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.