Pohon Buah di Halaman Rumah

Sejak tinggal di Chiang Mai, kami sudah 5 kali pindah rumah. Beberapa tahun pertama kami tinggal di apartemen, lalu sejak Jonathan umur 2,5 tahun kami memutuskan pindah ke rumah biasa. Sejak pindah ke rumah biasa, setiap rumah yang kami tempati di halamannya selalu ada pohon buah. Walau bukan kami yang menanamnya, tapi kami berkesempatan menikmati setiap kali pohonnya berbuah.

Rumah pertama yang kami tempati halamannya cukup luas. Waktu kami baru pindah, kami langsung berkesempatan mencicipi lengkeng yang sedang berbuah di halaman. Rasanya disitu tidak berlaku siapa yang menanam dia yang menuai hehehe. Selain pohon lengkeng, ada pohon pisang juga. Kami juga sempat menikmati buah pisang dari halaman rumah itu.

buahnya bisa dipetik sama Jonathan waktu itu heheh.

Setahun di rumah dengan pohon lengkeng, kami pindah rumah. Di halaman rumah berikutnya ada pohon buah juga. Kali ini pohon Nangka, Jambu biji dan buah Nona. Setiap kali lagi musim berbuah, harum nangka akan semerbak rasanya. Tapi karena kami ga begitu suka makan nangka, seringnya ya kami minta tolong untuk tukang sapu jalan untuk memanennya dan membawanya pergi. Jambu bijinya selalu busuk entah kenapa. Satu-satunya yang bahkan eyang Jona pernah cicipi itu ya buah Nona.

Oh ya, tetangga belakang ada tanam pohon buah naga, dan ada bagian pohon yang masuk ke bagian rumah kami. Bagian yang masuk ini kalau berbuah juga gak diambil sama yang punya rumah, jadinya kami boleh ambil kalau mau hehehe. Pernah beberapa kali mencicipi ketika buah naga nya berbuah.

Sejak 2 tahun lalu kami pindah ke rumah ke-3 yang halamannya ada pohon buah. Di rumah yang sekarang ini cuma ada 1 pohon buah yaitu buah Mangga. Tahun lalu merupakan tahun pertama pohon ini berbuah, jadi yang nanam kemungkinan besar belum pernah memetik hasilnya. Nah kalau buah mangga ini kami semua suka terutama Joshua, makanya di musim panas yang terik ini dibela-belain sering siram pohonnya biar buahnya juga nantinya bisa banyak.

Sdahannya sampai rendah karena keberatan buah

Sampai hari ini, begini keliatan pohon mangganya. Buahnya sudah mulai banyak. Rantingnya sudah mulai rendah karena keberatan buah. Ini bahkan Joshua aja harus jongkok kalau mau metik hehehe. Gak sabar rasanya untuk memanennya.

Di Chiang Mai kalau diperhatikan, hampir setiap rumah yang ada halamannya akan ada paling tidak 1 pohon buah. Di komplek sini saja hampir setiap rumah ada pohon mangga atau nangka. Kalau di Indonesia biasanya pohon yang selalu ada itu pohon pisang ya rasanya. Nah kami pernah berusaha menanam pohon pisang di rumah yang sekarang ini, tapi masa itu saya belum rajin siram tanaman, jadi ya pohonnya mati hehehhe.

Jadi ingat dengan rumah masa kecil yang ada pohon Jambunya, dan rumah di Medan yang ada pohon di belakang rumahnya. Sayangnya terakhir pulang sepertinya pohonnya udah ditebang. Kalau nanti punya rumah sendiri, harus diingat untuk menanam pohon buah-buahan di rumah. Sekarang ini sih kami belum menambah pohon buahnya, karena belum tau masih berapa lama lagi akan di rumah yang ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.