Hari Terakhir Kelas 3

Hari ini Jonathan menyelesaikan semua materi homeschool kelas 3 nya. Hip Hip Hurray. Selama bulan Juni rencananya akan meliburkan diri dari kegiatan homeschool, tapi ya tetap akan mengikuti kumon Thai dan kelas gambar dan piano. Artinya bulan Juni mamanya libur jadi guru tapi ya harus mulai merencanakan jadwal hari sekolah dan hari libur untuk tahun ajaran berikutya.

memory FB mengingatkan tulisan akhir tahun ajaran kelas 2

Waktu lihat memory di FB, ternyata tahun lalu kelas 2 nya selesai di awal Juni. Kelas 3 kami mulai sekitar awal Juli dan dengan jadwal 4 hari seminggu, jadilah butuh hampir 11 bulan untuk menyelesaikan materi kelas 3. Dengan selesainya pelajaran kelas 3 ini, artinya kami sudah 2 tahun menjalankan homeschooling dengan menggunakan kurikulum dari CLE.

Gimana dengan rencana pelajaran kelas 4? Kami memutuskan akan tetap memakai kurikulum yang sama. Beberapa waktu lalu buku-bukunya sudah tiba. Untuk jadwal belajarnya saya masih mempertimbangkan mau 4 hari seminggu atau 5 kali seminggu. Sekarang ini Jonathan kebanyakan waktu luang di sore hari, tapi dia lagi suka main Minecraft, jadi kami biarkan dia eksplorasi minecraft asal tugas utama sudah selesai.

Oh ya sebelum memutuskan melanjutkan homeschool kelas 4, saya tanyakan juga apakah dia mau sekolah di sekolah biasa supaya banyak teman? dia tetap jawab: nggak, maunya homeschool saja. Tapi kalau Joshua dikirim ke daycare/preschool, Jonathan jadi agak kepengen juga ke sekolah karena di rumah ga ada temannya selain saya hahaha. Tapi waktu saya tanyakan lagi yakin mau sekolah dan siap dengan segala konsekuensinya (bangun pagi, lama di sekolah, banyak pr), dia bilang lebih suka homeschool saja dan 1 kali seminggu ketemu teman-teman untuk main, plus 2 kali seminggu ketemu teman Tae Kwon do dan sekali seminggu ketemu teman Gereja.

Dari hasil evaluasi kuis dan test akhir, semua pelajaran Jonathan bisa rata-rata di atas 90 persen. Selama kelas 3 ini Jonathan sudah banyak belajar mandiri, saya hanya membantu kalau dia tidak mengerti dengan apa yang dia baca. Setiap minggu dia juga ada ketemu dengan teman-teman di grup homeschool dekat rumah. Tulisannya masih agak kurang rapi, terutama kalau lagi buru-buru. Kegiatan belajar juga masih harus sering diingatkan supaya gak banyak bengongnya, tapi sejauh ini hampir setiap hari pelajaran bisa selesai sebelum jam makan siang.

Rencananya, pelajaran kelas 4 selain memakai materi CLE, kami akan tambahkan juga materi bahasa Indonesia dan mencarikan buku bacaan untuk pelajaran sejarah Indonesia. Kelas 4 ini sudah harus mulai mencari tahu bagaimana dan apa yang harus dipelajari kalau Jonathan butuh ikut ujian persamaan Kejar Paket A di Indonesia. Kemarin iseng kami cobakan buat Jonathan mengerjakan buku kumpulan soal yang dipinjam dari ipusnas, untuk math nya dia bisa mengerti walau dalam bahasa Indonesia, tapi untuk pelajaran bahasa Indonesia masih butuh panduan untuk menyelesaikannya.

Setelah 2 tahun menjalani homeschooling, sekarang rasanya sudah lebih ada gambaran apa yang perlu dilakukan dan apa yang harus direncanakan dari awal. Pertanyaan-pertanyaan yang ada sudah berkurang dan lebih tenang juga kalau ada yang mempertanyakan masalah ijasah. Keputusan homeschooling ini juga sudah tepat kalau melihat dalam 2 tahun homeschooling, Jonathan sangat sehat dan bahkan membuat Joshua juga jadi ikut-ikutan belajar mandiri.

Kemarin ada teman bertanya gimana caranya supaya bisa konsisten dalam homeschooling anak, kadang-kadang ada rasa takut bosan ditengah jalan. Kalau saya lihat setiap keluarga punya alasan sendiri untuk homeschool, nah yang membantu kami untuk bisa tetap jalan terus adalah memilih kurikulum yang tepat. Kalau gak ada kurikulum yang udah jadi, rasanya saya akan terbeban duluan harus menyusun materi, menentukan apa yang harus dipelajari, mengajarkan, mengevaluasi, dan akan merasa bersalah kalau misalnya anak gak ngerti atau ketinggalan dengan pelajaran anak seumurnya.

Banyak juga keluarga yang memilih untuk unschooling alias tidak mau terikat dengan buku latihan ataupun kurikulum yang baku. Banyak juga yang tipe homeschoolingnya itu mengajarkan apa yang jadi pertanyaan anaknya saja. Tapi ya jaman sekarang ini ijasah itu cuma pelengkap, yang lebih dibutuhkan itu keahlian, dan untuk menjadi ahli si anak harus dipersiapkan untuk menjadi pembelajar mandiri dan punya passion untuk apa yang dia kerjakan. Jadi tipe unschooling atau world schooling yang tidak mematok dengan kelas berapa dan kurikum apapun bisa jadi pilihan kalau memang yakin dengan pilihan itu.

Saya memilih untuk tetap pada jalur memilih kurikulum yang menggunakan buku latihan dan dilengkapi dengan buku panduan untuk guru. Hal ini untuk meringankan beban pikiran apakah ada yang terlewat atau belum dipelajari, mengevaluasinya juga lebih gampang. Kalau suatu saat Jonathan ingin kembali ke sekolah, kami tetap bisa melakukannya karena dia sudah mendapatkan materi yang seharusnya dia pelajari untuk kelas sesuai umurnya. Tinggal tergantung apakah sekolahnya mau menerima anak homeschool dengan memberikan tes khusus atau cukup percaya dengan rapor versi ibunya hehehe.

2 thoughts on “Hari Terakhir Kelas 3”

    1. hehehe makasiih, ini homeschool karena terkondisikan awalnya, untungnya anaknya mau di homeschool hehehe, skrg sih mulai merasa enaknya homeschool, ga ribet antar jemput hehehe 😀

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.