Mencoba Grab Food di Chiang Mai

Layanan Grab Car sebenarnya sudah ada cukup lama di Chiang Mai, seperti halnya di Indonesia, layanan taksi online ini juga membuat banyak protes dari angkutan taksi merah (rot daeng) dan tuktuk. Tapi belakangan ini saya perhatikan ada banyak layanan baru selain layanan Grab Car.

berbagai layanan baru dari Grab di Chiang Mai

Hari ini kami mencoba untuk memesan makanan dari restoran Korea dekat rumah melalui layanan Grab Food. Sebelum ada Grab Food, layanan delivery makanan sudah ada Food Panda dan Meals on Wheels. Kami pernah mau memesan menggunakan Meals on Wheels, tapi entah kenapa harga makanannya lebih mahal daripada harga menu makan di restorannya. Untuk layanan Food Panda, saya belum pernah mencoba karena belum instal aplikasinya dan malas daftar haha. Untuk harga makanan di Grab Food, harganya sama dengan harga menu yang pernah saya foto hehehe.

lumayan kalau ada promosi free delivery hehehe

Untuk layanan Grab Food, saya bisa memakai aplikasi yang sama dengan memesan Grab Car. Saya perhatikan, jumlah restorannya cukup banyak, jam buka nya juga cukup jelas, dan yang paling penting memang restoran yang kami sering datangi itu ada di daftar. Rejeki lagi, ternyata hari ini lagi ada promosi free delivery kalau pemesanan di atas 80 baht. Oh ya, hari ini kebetulan ada teman lagi ajak anak-anak main bareng di rumah, jadi pesan makanannya tentunya bisa agak lebih banyak hehehe.

dipilih-dipilih ada jjajangmyeon, gimbab, eolkeun soondubu jjigae, tteokbokki dan tentunya kimchi

Setelah pesan-pesan, masukkan kode promosi untuk pengiriman gratis, bisa santai nunggu makanan datang sambil biarin aja anak-anak main. Emang enak ya kalau tau mau milih menu apa dan restoran itu bisa dipesan online. Gak terasa kurang dari 30 menit makanan sudah tiba di rumah.

Layanan antar makanan ini ada plus minusnya. Plusnya kita gak perlu keluar rumah, bisa pilih makanan tidak berlebihan, bisa pesan lebih awal sebelum jam makan yang biasanya sibuk, ngasih makan anak-anak juga lebih santai. Minusnya: ada banyak bungkusan makanannya yang akhirnya jadi sampah plastik (tidak ramah lingkungan), kita harus cuci piring selesai makan (ah ini sih gak seberapa dibandingkan kalau anak rewel di restoran), kadang-kadang waktu tunggunya kalau terlambat pesan bisa jadi tambah lama dan kalau ternyata yang di pesan kurang banyak, gak bisa nambah pesanan hehehe.

Iseng-iseng liat aplikasi Grab, ternyata sekarang ada banyak pilihan transportasi selain Grab Car. Ada Grab Bike (ojek), Grab Rod daeng (taksi merah khas thailand), Grab TukTuk (ini sejenis bajaj di Jakarta), dan bisa sewa Van segala kalau rombongan besar.

Saya tidak tahu kapan ada kesempatan mencoba segala transportasi yang lain, selama ini saya hanya memakai Grab Car kalau mobil lagi masuk bengkel saja. Kapan-kapan kalau ada kesempatan atau kebutuhan menggunakan jasanya akan saya tuliskan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.