Keisengan belajar Bahasa

Ceritanya, sejak awal tahun ini saya agak rajin belajar bahasa Korea di aplikasi Memrise sekitar 15 – 30 menit setiap hari. Targetnya sih belajar 15 kata baru, tapi kadang-kadang banyak juga kata yang lama ketika diulang saya lupa. Tanpa terasa, sekarang saya sudah sampai belajar Korea level 5 di Memrise. Apakah saya sudah bisa ngomong bahasa Korea? jujur aja belum! loh terus ngapain aja tiap hari? ya nambah kosakata. Kalau dengar atau baca mulai bisa dikit-dikit, tapi kalau ngomong karena saya gak punya teman latihan dan kurang rajin menuliskan kembali, jadi ya gitu deh. Terus ngapain diterusin kalau gak belajar sungguh-sungguh? ya namanya juga iseng, ini cuma salah satu cara melatih diri untuk konsisten mengerjakan sesuatu yang sama setiap harinya. Sama seperti saya berusaha konsisten menulis tiap hari yang belakangan ini mulai sering bolos. Setidaknya untuk memrise ini saya belum ada bolosnya.

Korean, Russian, Dutch, …berikutnya apa nih?

Terus belakangan, saya agak bosan dengan bahasa Korea (belum mahir tapi bosan itu gimana sih). Nah saya pikir, coba kita cari bahasa lain yang kira-kira lebih mudah dipelajari. Pilihan jatuh ke bahasa Belanda. Kenapa bahasa Belanda? ya saya pikir bahasa Belanda kan kabarnya banyak diserap tuh ke dalam bahasa Indonesia, terus tulisannya juga gak pake script baru. Jadi memang saya cuma pingin tahu seperti apa sih bahasa Belanda itu. Dan ternyata memang cukup mudah walau tidak seperti yang saya pikirkan.

Saya pikir bahasa Belanda itu akan gampang dibaca karena bunyi alfabetnya sama dengan bahasa Indonesia, tapi ternyata ada bunyi yang berbeda dan perlu latihan membunyikannya. Sekilas bahasa Belanda juga mirip bahasa Inggris. Tapi sejauh ini belum banyak juga kata-kata yang saya kenali dipakai dalam bahasa Indonesia. Paling baru menemukan ada kata donker yang artinya warna gelap. Tapi untuk bahasa Belanda, jauh lebih mudah mengingat kosakatanya. Baru beberapa hari saya sudah masuk level 2 (total ada 7 level juga).

Nah, setelah beberapa hari rutin Memrise Korea dan Belanda, saya tambah 1 bahasa lagi: bahasa Rusia. Nah kalau bahasa ini saya pilih karena Joshua belakangan suka iseng nonton YouTube alfabet Rusia. Jadi saya pikir, cobalah biar bisa tahu Joshua beneran ingat atau cuma ngarang aja.

dibaca: privyet

Kesan tentang bahasa Rusia gimana? saya bingung sendiri karena bentuk alfabetnya sebagian mirip dengan A-Z yang dikenal di bahasa Inggris ataupun Indonesia, tapi cara membacanya berbeda. Belum lagi beberapa simbol itu sepertinya diambil dari huruf Greek. Jadi serasa baca kode sandi. Bunyinya juga sungguh ajaib terasa karena belum biasa.

dibaca: spasibo

Untuk contoh kata pertama: hello dalam bahasa Rusia:
привет, pemetaannya selalu konsisten sih, jadi huruf п dibaca ‘p’ , lalu yang terlihat p itu dibaca ‘r’, simbol и dibaca ‘i’, dan huruf B dibaca ‘v’, sedangkan huruf e dibaca ‘ye’, untuk T dibaca ‘t’ jadi lengkapnya dibacanya privyet. Kalau pusing mari pegangan hahaha.

Contoh kata kedua: thanks dalam bahasa Rusia dituliskan: спасибо, setiap huruf c dibaca ‘s’, dan yang seperti angka 6 itu dibaca ‘b’, huruf a dan o di bacanya tetap a dan o, jadi kata hello dalam bahasa Rusia dibaca: spasibo (bunyi o terdengar seperti bunyi a). Makin pusing karena sudah terbiasa dengan tulisan alfabet yang biasa. Ternyata lebih sulit untuk mengingat bunyi yang baru untuk simbol yang sama.

Jadi kesimpulannya setiap bahasa baru itu ada tingkat kesulitan masing-masing. Huruf yang sudah dikenali, kalau menghasilkan bunyi yang berbeda bisa jadi lebih sulit kita hapalkan dibandingkan huruf yang bentuknya baru dan berbeda seperti Thai dan Korea. Terus mau sampai kapan keisengan ini berlanjut? ya belum tau, sekarang sih masih berasa senang karena nambah ceklist yang selesai setiap harinya.

Mungkin akan ada yang berpikir ngapain sih belajar bahasa kalau gak dipakai. Atau ada yang pengen belajar bahasa baru tapi merasa ga punya waktu untuk pakai aplikasi seperti ini. Saya sih latihan bahasa ini seringnya sambil menunggu anak, tapi kalau seharian gak sempat, sebelum tidur juga dikerjakan deh. Targetnya bukan menguasai bahasanya saja, tapi melatih diri untuk konsisten sambil mengenalkan hal baru supaya melatih daya ingat. Kalau suatu saat saya jadi bisa menguasai bahasa yang dipelajari itu bonus hehehe.

4 thoughts on “Keisengan belajar Bahasa”

  1. Aku juga suka belajar bahasa, kak…
    Dan memang gak ada yang benar-benar mahir. Tapi paling engga, aku bisa biasain anak-anak denger bahasa lain selain bahasa Ibu.
    Nanti anak-anak bingung?
    Kayanya engga siih…soalnya mereka uda usia sekolah.

    1. hahaha ini dalam rangka melatih diri konsisten plus biar yang diceklist tiap hari bukan cuma nonton doang hahaha

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.