Joshua dan Puzzle Spelling

Suatu pagi, tiba-tiba Joshua meminta mainan spelling. Saya pikir, spelling yang mana? udah lama dia mainnya domino dan tangram, kenapa juga tiba-tiba minta spelling. Terus dia jelasin: puzzle spelling. Dia berusaha membongkar-bongkar kotak penyimpanan karena dia tau aja mainan yang lama tidak terlihat itu artinya masuk kotak penyimpanan.

mainannya dikeluarkan semua dari kotak sebelum disusun

Jonathan bilang: dia minta daftar spelling aku kayaknya. Jadi di buku pelajaran Jonathan setiap harinya ada daftar spelling, pernah juga kami minta Joshua yang bacain daftar spellingnya ke Jonathan. Tapi itu beberapa minggu lalu. Jadi aneh juga dia tiba-tiba minta spelling.

Akhirnya saya ingat mainan puzzle spelling yang memang sudah lama saya simpan jauh-jauh, karena terakhir dimainkan itu cuma dikeluarkan dari kotaknya tapi tidak dimainkan. Setiap saya bereskan, akan dia keluarkan lagi dari kotaknya, dan lagi-lagi gak dimainkan.

Saya keluarkan mainannya dan tanya: spelling puzzle yang ini? Dia langsung semangat ambil tapi meminta saya yang mainkan spellingnya. Lah gimana sih, minta mainan tapi nyuruh.

langsung kerjain beberapa kata

Akhirnya saya bilang: ini mama susun begini, Joshua yang cari gambar dan kata yang mau dieja. Kalau dulu, saya akan serahkan puzzlenya yang tinggal disusun jadi 1 kata/gambar. Tapi kali ini saya hanya buka semua gambar ke arah atas dan suruh dia yang cari gambar dan kata yang bisa disusun.

kata yang udah selesai disusun berdekatan

Awalnya semangat mencari beberapa kata. Dia ambil beberapa huruf, sambil menyebutkan nama huruf dan bagaimana bunyi huruf itu. Lalu setelah dia susun dia akan sebut kata yang dibentuk. Waktu menyusun kata ‘cake’, dia sempat ragu apakah di bacanya bunyi kek atau cek dan minta persetujuan dari saya mana bunyi yang benar. Saya bilang c-a-k-e itu dibaca bunyinya kek. Lalu dia mengulangi mengeja per huruf dan menyebut kata yang dibentuk.

Setelah menyusun beberapa kata, dia bosan dan berusaha ambil mainan lain. Saya bilang: kalau mau main yang lain, puzzlenya disimpan dulu. Tapi dia bilang jangan disimpan, dia mau main. Tapi ya gitu berulang beberapa kali. Nyari mainan yang ga ada dan tetap gak saya kasih hehehe.

Karena saya harus masak, saya tinggal dia main sendiri. Saya bilang: Joshua susun semua puzzlenya ya, kalau sudah selesai baru boleh main yang lain. Nah pas saya selesai makan, dan dia mungkin sudah mencium aroma makanan terhidang di meja makan, dia datang ke dapur dan bilang: Mama, I’m done with puzzle spelling. I want to eat now.

Saya awalnya pikir done itu ya artinya dia bosen aja dan ga mau main lagi. Eh ternyata, done itu beneran dia selesaikan semuanya hehehe. Padahal tadi gayanya malas-malasan gitu ngerjainnya setelah beberapa kata.

Saya ajak dia membaca kata-kata yang dia susun. Dan setelah itu saya tanya: mau main lagi? dia bilang: No, I want to eat now. Hehehe lapar ya ngerjain spelling puzzle aja.

Karena dia selesai mengerjakan semua puzzle spelling, saya puji dia dan bilang dia boleh makan lebih awal (biasanya makan siang nunggu papanya datang).

Kadang-kadang, mainan yang bikin berantakan seperti spelling ini saya malas memberikannya, karena butuh waktu buat membereskannya dan lebih sering dibiarkan saja dan ga terus dimainkan. Tapi kalau dikasih mainan spelling app terus-terusan, jadinya anaknya main gadget mulu dong.

selesai tanpa bantuan saya hehehe

Jadi ya tak mengapalah sesekali kasih mainan ini dan siap-siap beberes setelahnya hehehe. Dengan mainan puzzle begini, anak bukan cuma belajar spelling, tapi dia bergerak juga dan mencari gambar mana yang bisa menjadi kata.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.