Hidup ini adalah Pilihan

Hari ini bukan mau mereview buku, tapi daripada ga nulis, terinspirasi dari baca buku ini jadi pengen sedikit mereview pilihan-pilihan dalam hidup ini sejak punya kesadaran untuk memilih dan sampai sekarang. Kebetulan juga baru selesai baca buku tua yang isinya masih menarik untuk dibaca. Isinya mirip dengan Chicken Soup for the Soul, tapi ya ini konon kisahnya semua dari kisah nyata dengan menyamarkan nama tokoh-tokohnya.

Buku lama, tapi isinya masih relevan untuk direnungkan

Saya baca buku ini 1 hari 1 cerita saja, sebenarnya jumlah halamannya tidak banyak ya, tapi rasanya gak kuat membaca sekaligus. Kisah kehidupan itu tidak selalu happy ending, bahkan kadang berakhir sangat menyedihkan. Tapi dari kisah yang dialami oleh orang lain, selalu ada pelajaran yang bisa kita petik. Kadang-kadang kalau lagi kebagian cerita yang sedih, saya jadi ikutan sedih dan berpikir aduh kenapa sih dia begitu, kalau saja dia tidak begitu mungkin akhir ceritanya tidak sedih.

Kumpulan 19 kisah nyata yang diceritakan kembali oleh penulis

Dari 19 cerita kehidupan ini, semua yang terjadi terhadap tokoh yang diceritakan itu ya akibat dari pilihan yang mereka pilih. Mungkin itu kenapa walaupun hanya 1 cerita yang judulnya The Choice is Yours, tapi ya buku ini diberi judul dari cerita The Choice is Yours.

Kalau diingat-ingat, setiap hari sekarang ini sejak bangun pagi pastinya kita membuat keputusan sendiri mulai dari mau megang HP dulu atau ke toilet dulu sampai mau tidur kita memilih tidur awal atau tidur larut. Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan-pilihan yang tentunya membawa kita terhadap konsekuensi terhadap pilihan itu.

Tapi ada kalanya, selain pilihan-pilihan otomatis yang kita kerjakan karena sudah menjadi rutin, ada juga pilihan yang kita ambil karena tergoda (misalnya niat nya diet tapi tergoda makanan enak jadi batal diet), dan ada juga pilihan-pilihan yang menjadi milestone dalam hidup kita karena akan sangat besar pengaruhnya untuk masa depan kita.

Dari semua pilihan yang kita ambil, tentunya kita tidak punya jaminan kalau pilihan kita itu yang paling baik hasilnya (walaupun ada juga yang udah ketauan lah hasilnya secara logika makan banyak di kala diet itu hasilnya jelas timbangan geser kanan bukan ke kiri). Tapi ada juga yang misalnya memaksakan diri berolahraga dan melaparkan diri demi menurunkan berat badan dan bukan jadi langsing malah jadi langsung masuk rumah sakit.

Hidup ini tidak ada spoiler alertnya, tidak seperti kisah-kisah dalam film yang kita tonton. Tidak bisa juga di fast forward kalau kita tidak ingin menjalani kebosanan rutinitas atau tidak mau menjalani kesusahan. Hidup ini harus dihadapi dan dijalani. Terus lagi nulis ini jadi ingat lagu yang kemarin gak sengaja dengar, judulnya Dear Younger Me. Ceritanya sih kira-kira kalau kita tau apa yang kita tau sekarang, kira-kira apa yang ingin kita ubah dari pilihan-pilihan kita sebelumnya.

Nah gimana dengan saya? ada gak pilihan yang mau diubah kalau bisa mengubahnya? Nggak ada. Ih sombong bener ya ga ada. Ya, abis kalau misalnya ada pilihan yang saya ubah, saya jadi ga belajar dari pengalaman saya. Pengalaman itu kan guru yang terbaik. Nah dari apa yang saya alami, saya bisa lebih bijaksana kemudiannya untuk mengambil keputusan berikutnya. Yang jelas, semua keputusan major sih ga ada yang disesali.

Emang apaan sih keputusan major? Ya keputusan besarlah maksudnya, misalnya keputusan dulu minta SMA pindah rayon, kuliah, kuliah lagi, berhenti kerja, menikah, pindah ke Thailand, berhenti kerja lagi, punya anak, punya anak lagi, homeschool anak, dan seterusnya.

Kalau keputusan yang minor contohnya apa? yaaa misalnya kadang-kadang memutuskan bolos ngeblog karena ga ada ide, atau kadang makan kebanyakan dan pas berhenti menyesal karena kekenyangan. Atau kadang-kadang karena merasa bangun kepagian memutuskan tidur lagi terus jadi ketiduran seperti waktu masa orientasi mahasiswa baru (OSPEK) pernah ketiduran dan akhirnya gak ikut OSPEK secara penuh. Itu tuh pilihan yang antara nyesal gak ikutan secara penuh dan nyesal ngapain repot-repot ikut perploncoan hahahha.

Sejauh ini rasanya semua pilihan yang diambil (apalagi sejak menikah) rasanya sudah menjadi pilihan yang terbaik. Loh kok pakai rasanya? ya kan itu yang saya rasakan, lagian hidup ini tidak ada spoiler alertnya dan semoga masih panjang perjalanan yang boleh dijalani bersama-sama dengan triple J (Joe, Jona dan Joshua).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.