Ulang tahun pernikahan ke 13

Hari ini sudah 13 tahun pernikahan kami. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berusaha menuliskannya di blog, sebagai kenangan untuk kami sendiri. Pertama yang ingin saya ungkapkan adalah rasa syukur: kami berdua masih diberi umur panjang dan kami masih bisa menjalani rumah tangga bersama. Kami belum terlalu tua, tapi sudah ada teman yang bercerai dan ada yang pasangannya sudah meninggal dunia. Saya juga bersyukur untuk kedua anak kami. Sedangkan masih ada teman yang belum punya anak dan ada juga yang belum menikah.

Dari sejak kenalan dengan Risna, hal yang paling banyak kami lakukan adalah berkomunikasi, baik itu ngobrol langsung, maupun via chatting. Dari sejak belasan tahun lalu waktu masih memakai Nokia 3650 dengan koneksi GPRS, kami sudah mulai memakai aplikasi chatting (waktu itu Agile Messenger), sampai sekarang tiap hari kami masih berkomunikasi dengan aplikasi Telegram.

Padahal tiap hari kami ketemu dan ngobrol langsung, baik itu sarapan, makan siang, maupun makan malam. Bahkan kami juga masih sering ngobrol di tempat tidur sampai lewat tengah malam. Topik yang bisa kami obrolkan sangat banyak, dari mulai politik, mengurus anak, buku, sampai tentang film.

Banyak orang ingin menyampaikan pikiran di media sosial, tentang kesukaan atau kebencian terhadap tokoh atau hal tertentu dan akhirnya malah memperkeruh suasana. Saya dan Risna juga sering punya pendapat suka atau tidak suka tokoh tertentu, dan seringkali gemes ingin berkomentar di medsos, tapi biasanya kami bicarakan berdua saja, baik langsung ataupun via chatting.

Kami juga terbuka mengenai masalah keuangan. Kami tahu kondisi keuangan terbaru, dan tahu juga uangnya dipakai untuk apa saja. Kalau memberikan uang ke keluarga atau orang lain juga kami bicarakan bersama. Dengan keterbukaan, kami bisa saling mengingatkan dan tidak menjadikan uang sebagai sumber masalah.

Apakah artinya kami nggak pernah berantem? pernah, tapi jarang. Biasanya karena masalah yang tidak besar, dan salah satu atau kedua dari kami terlalu lelah, jadi agak emosi. Tapi biasanya kami cukup berdiam sebentar untuk menenangkan diri, lalu berkomunikasi lagi dalam hitungan jam.

Saya bersyukur buat setiap hari dalam pernikahan kami, dan berharap kami bisa tetap seperti ini sampai tua, bercerita bersama tiap hari.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.