Benarkah Anak Susah Tidur karena Mamanya Juga Begitu?

Sejak punya anak, setiap malam selalu jadi perjuangan untuk bisa membuat mereka tidur awal. Punya 2 anak, sulit tidurnya sama saja. Baca berbagai saran dari buku parenting, katanya perlu membuat kebiasaan tertentu sebelum tidur supaya anak tahu apa yang akan dilakukan berikutnya misalnya: mandi air hangat sebelum tidur, baca buku, berdoa, lalu tidur.

kalau tidur nempel dinding dan di atas bantal kepala ini niru siapa ya?

Ada juga teman yang dulu bilang: nanti kalau anak-anak sekolah, mereka akan adaptasi dan karena bangun pagi, maka tidur malam akan lebih cepat. Kenyataannya? Ketika kecapean di sekolah, pulang sekolah ketiduran di jalan pulang, akibatnya malam susah tidur karena sempat tidur sore. Besoknya bangun pagi jadi masalah lagi, dan siklusnya begitu saja terus.

Sering merasa iri kalau mendengar cerita teman-teman soal anaknya jam 7 malam sudah tertidur dengan sendirinya. Ada yang membiarkan anaknya di depan tv, lalu anaknya akan tertidur sendiri. Ada juga yang katanya dilatih sejak bayi dan jadi terbiasa tidur awal dan bangun pagi. Anak-anak saya dari bayi sampai sekarang (9 tahun dan 4,5 tahun) masih tetap susah tidur awal (tapi bangunnya tetap pagi kecuali waktu sekolah).

Paling cepat mereka akan tertidur jam 10 malam walaupun sudah melewati rutin yang sama atau diajak tidur dari jam 8 malam. Lalu bangunnya? jam 6 pagi! Tapi seringnya ya tidurnya jam 11 dan bangun jam 7 pagi. Pernah juga yang kecil gak mau tidur sampai jam 12 malam (sampai saya pengen nangis rasanya karena dia gak mau tidur juga). Untung kadang-kadang, Joe mau turun tangan menemani anak tidur, supaya saya bisa menulis (atau mengerjakan hal lainnya).

Kemarin Joe menemukan artikel yang menyebutkan kalau kebiasaan tidur anak itu turunan dari mamanya. Saya langsung merasa: ah masa sih? Pengennya tidak percaya, tapi ya ada penelitiannya lengkap dengan tulisan ilmiah-nya. Saya tidak bisa mengelak lagi, karena memang kenyataannya Joe gampang banget buat tertidur. Sedangkan saya butuh waktu 30 menit untuk bisa tertidur.

Jadi selama ini, anak-anak susah tidur karena saya? Sepertinya begitu. Saya memang susah tertidur, apalagi kalau isi kepala lagi banyak hal-hal dipikirkan. Walaupun terasa ngantuk dan lelah, kalau ada pekerjaan yang belum selesai, rasanya tidak bisa tertidur begitu saja.

Biasanya sambil nemenin anak tidur, kepikiran apa yang mau dituliskan. Setelah akhirnya anak tertidur, gak kepikiran lagi mau nulis apa. Akhirnya setelah selesai menulis, gak bisa langsung tertidur juga, karena merasa lega anak-anak tidur dan tulisan selesai. Mungkin juga anak-anak saya susah tidur karena sebelum tidur mereka memikirkan banyak hal seperti saya ya.

Saya ingat, waktu kuliah saya selalu mengantuk kalau membaca buku teks yang tebal dan biasanya saya tidak mengerti. Tapi buat anak-anak saya, kalau dikasih buku mereka malah semakin semangat membacanya walau tidak mengerti. Bukunya dijadikan mainan juga kadang-kadang. Buku-buku tebal disusun berdiri lalu dijatuhkan seperti mainan domino. Jadi sepertinya harus dicari cara lain yang membuat jadi mengantuk dan bisa lebih mudah tertidur.

Ada saran yang belum saya dilakukan sih, misalnya siang menjelang sore hari lakukan kegiatan yang menghabiskan tenaga, supaya anak-anak capek dan pasti cepat tidurnya. Lalu setelah makan malam, jangan melakukan kegiatan yang terlalu heboh, karena nanti anak-anak malah jadi sulit tidur kalau terlalu heboh.

Ada gak ibu yang gampang tertidur punya anak sulit tidur? siapa tahu bisa memberikan harapan baru buat saya hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.