Joshua dan Mainan Domino

Salah satu alasan kami suka memberikan mainan sejenis domino ke Joshua adalah karena dia bisa betah menyusun balok-balok domino cukup lama. Dia suka mainan jenis ini sudah cukup lama, bahkan sebelum dibelikan mainan train domino. Dia suka menyusun apapun yang bisa diberdirikan, lalu dijatuhkan dan melihat efek domino jatuh.

Susun domino menjadi huruf

Beberapa waktu lalu, dia sempat terpecah perhatiannya dan tidak terlalu sering memainkan dominonya. Tapi, belakangan ini kembali lagi dengan menyusun domino dengan susunan yang semakin rumit. Selain menggunakan domino dari train domino, dia juga suka menyusun balok jenga menjadi seperti balok domino. Selain menyusun berbentuk huruf dan angka, dia juga suka menyusun seperti bangunan tinggi, yang kalau jatuh pasti seru deh melihatnya.

apa saja yang diberdirikan disusun seperti domino

Apa saja yang bisa berdirikan, pasti akan dia susun untuk dijatuhkan. Joshua sudah tidak pernah mengandalkan train domino untuk menyusun dominonya. Dia lebih suka menyusunnya manual. Semakin banyak kepingan yang dia pakai untuk menyusun sebuah huruf/bentuk.

balok kayu jenga disusun jadi bangunan tinggi yang akan dijatuhkan

Sesekali, dia akan meminta papanya untuk ikut membantu menyusun dominonya supaya menjadi tinggi. Lalu dia akan menjelaskan kira-kira apa yang akan terjadi kalau dia jatuhkan dari sebuah sisi. Dan setelah dia jatuhkan, dia akan senang sekali karena sesuai harapan.

Kegiatan menyusun domino ini buat sebagian orang mungkin terasa membosankan. Tapi sebenarnya untuk orang yang hobi, ada banyak sekali video menyusun domino di internet yang terdiri dari ribuan keping dan disusun berhari-hari di sebuah ruangan kosong di rumahnya. Joshua mungkin tidak akan pernah sampai level itu, karena dia cukup puas dengan menyusun berbentuk alfabet atau angka. Tapi saat ini saya lihat, kegiatan menyusun domino mulai bervariasi juga. Kadang-kadang dia menyusun domino yang tidak jatuh semuanya, tapi yang jatuh warna tertentu.

coba tebak kenapa dominonya disusun seperti ini

Bermain menyusun domino ini baik untuk melatih kekuatan motorik alus. Jari yang digunakan terutama jari jempol dan telunjuk yang merupakan jari yang kita pakai untuk menulis. Selain melatih kekuatan jari, menyusun domino ini juga melatih kesabaran, ketelitian dan menjaga jarak antara domino untuk tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Bayangkan kalau anaknya tidak hati-hati, susunan belum selesai, dominonya bakal jatuh semua duluan.

kalau domino hitam paling kanan didorong ke kiri, tebak domino mana yang akan jatuh juga

Sebelumnya saya tidak tahu kalau variasi bermain domino ini ada banyak sekali. Apalagi untuk anak seperti Joshua yang kalau sudah hobi 1 jenis mainan, dia seperti tidak kenal kata bosan. Pulang dari mana-mana, dia pasti akan segera mencari mainan dominonya. Kalau dia lagi senang main domino, biasanya mainannya tidak akan saya rapihkan. Ya biarkan saja dia gampang mengaksesnya, supaya dia bisa langsung lanjut main. Bagian merapihkan kalau sudah super berantakan saja hehehe.

Pembaca blog ini ada yang suka melihat efek domino juga gak ?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.