Servis Mobil ke Bengkel Resmi

Tulisan ini buat catatan dari pelajaran baru mengenai mobil. Saya tidak mengerti sama sekali mengenai mesin mobil. Kalau ada kerusakan, ya bawa ke ahlinya alias ke bengkel. Bertahun-tahun tinggal di Chiang Mai, saya sangat jarang ke bengkel. Biasanya kalau ke bengkel paling ganti oli atau cek mesin. Lalu kalau ada yang disarankan untuk diganti, asal ada dananya ya diganti saja.

Beberapa tahun pertama di Chiang Mai, kami memakai mobil pinjaman dari kantor Joe. Biasanya saya hanya mendapat instruksi membawa mobil ke bengkel berbahasa Thai kalau mobilnya sudah butuh untuk di servis. Apa saja yang diservis saya tidak pernah bertanya. Kami hanya perlu membayar asuransi tahunan dan mengisi bahan bakarnya.

Pernah juga saya membawa mobil ganti oli ke sebuah bengkel yang banyak cabangnya di seluruh Chiang Mai, lalu ditawari cairan yang katanya bagus untuk mendinginkan mesin dan kita tidak perlu sering-sering memeriksa air radiator. Selama ini saya tahunya diisi air biasa, dan saya tidak pernah memeriksanya karena saya asumsikan ketika mobil saya bawa ke bengkel, mereka akan periksa. Entah kenapa waktu itu saya pikir, baiklah ditambahkan cairan tersebut, toh cairannya tidak mahal. Tak lama kemudian, mobilnya rusak berat dan harus mengganti beberapa part yang berkaitan dengan radiator (saya lupa persisnya karena tidak ingat nama-namanya).

Pelajaran kala itu adalah: jangan percaya dengan rekomendasi sembarang bengkel. Bawa mobil ke bengkel yang selalu sama secara berkala supaya bengkel tersebut punya sejarah perbaikan mobil kita.

Sejak 5 tahun terakhir, kami ganti mobil dan tidak lagi memakai mobil dari kantor Joe. Kami sudah bisa membeli mobil bekas dari sebuah tempat yang direkomendasikan banyak orang. Tempat kami membeli mobil tersebut juga memberi jaminan servis selama setahun pertama (mereka ada bengkelnya juga). Salah satu alasan kami membeli mobil di situ, selain karena direkomendasikan banyak orang, mereka bisa berbahasa Inggris.

Dengan jaminan jasa perbaikan setahun pertama, dan mereka bisa bahasa Inggris, saya tetap tidak belajar mengenai mobil. Setiap kali butuh ganti oli mesin atau ada keluhan, ya kami juga langsung bawa mobil ke bengkel tersebut.

Kami bahkan tidak terpikir untuk membawa ke bengkel resmi, karena biasanya di bengkel resmi biasanya menggunakan bahasa Thai. Walaupun sudah bisa cukup banyak berkomunikasi dalam bahasa Thai, saya masih merasa tidak bisa mengkomunikasikan hal-hal berkaitan dengan mobil. Jangankan dalam bahasa Thai, dalam bahasa Indonesia saja saya belum tentu bisa mengerti istilah-istilah mobil hehehe.

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya saya memutuskan untuk mencoba bengkel resmi lagi. Selain karena lebih dekat dari rumah, estimasi biaya untuk kebutuhan ganti AC mobil saat itu lebih murah. Bengkel sebelumnya memberi harga lebih mahal sekitar 2500 baht dan itupun katanya tidak punya suku cadang asli.

Hari Kamis lalu, ketika mobil sudah waktunya untuk ganti oli, saya memutuskan untuk ganti oli ke bengkel resmi saja. Ada beberapa keluhan juga mengenai mobil kami belakangan ini. Misalnya pengalaman ketika mesin mobil mati tiba-tiba dan juga di musim dingin kemarin mobilnya sering susah starter walaupun mesin mobil sudah dipanaskan.

Jadi selain ganti oli, saya meminta bengkel resmi untuk memeriksa sistem auto-starter di mobil kami. Oh ya, mobil kami ini jenis otomatis dan untuk menghemat bensin akan mati sendiri ketika kita menginjak rem agak lama, dan ketika kita angkat kaki dari rem biasanya akan menyala lagi. Tapi sejak pengalaman mobil gak nyala lagi ditengah jalan, kami sering nonaktifkan auto-off nya. Efeknya, terkadang setelah kita rem mobil, waktu mulai jalan mobilnya seperti gak punya tenaga dan mesin seperti mau mati.

Setelah diperiksa, kesimpulannya adalah: batere mobil kami cca-nya tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan mobil. Jadi katanya mobil kami butuh batere dengan 600 cca, sedangkan baterai yang dipasang hanya 550 cca. Solusinya tentu saja harus mengganti baterai mobil supaya masalah kekurangan tenaga tidak terjadi lagi.

Bengkel resmi menanyakan: apakah kami mengganti baterai di bengkel lain? Umm…yaa…tentunya, tapi saya pikir, bengkel lain yang kami pakai itu tahu apa yang mereka lakukan, bukan sekedar bengkel asal-asal. Baterai mobil kami sebenarnya baru diganti bulan Juni 2019 yang lalu, biasanya baterai mobil bisa dipakai 2 sampai 3 tahun. Dan sekarang, belum setahun saya harus ganti baterai mobil lagi?

Walaupun dengan berat hati, akhirnya kami memutuskan ganti baterai lagi. Saya tanyakan: ada jaminan gak kalau mobilnya gak akan mengalami masalah yang sama? Nah seperti halnya dengan penggantian AC, mereka juga memberi jaminan garansi 20000 km atau 1 tahun sejak datang ke bengkel. Karena ada jaminan, saya jadi lebih tenang hati.

Pelajaran ke bengkel kali ini adalah: lebih baik ke bengkel resmi, mereka tahu apa yang mereka lakukan dan ada garansinya. Masalah bahasa ternyata sudah bisa saya atasi, asalkan saya bisa menjelaskan dengan pelan-pelan kosa kata saya sudah bisa dimengerti oleh mereka hehehe.

Lagipula untuk bengkel resmi, setiap kali mereka melakukan sesuatu, mereka akan mengkonfirmasi harganya terlebih dahulu ke kita. Kekurangannya memang semua keterangan dalam tanda terima dalam bahasa Thai. Jadi saya harus membuat catatan sendiri apa saja yang dilakukan setiap ke bengkel.

Semoga setelah ini tidak ada lagi kejadian yang butuh ke bengkel. Kalau pembaca punya pengalaman apa dengan bengkel mobil?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.