Buku Anak-Anak di iPusnas

Kali ini mau review beberapa buku anak-anak yang pernah dipinjam di iPusnas. Buat yang belum tahu apa itu iPusnas, bisa baca posting saya yang lama di sini. Jonathan memang belum lancar baca bahasa Indonesia, tapi kalau tidak dilatih dari sekarang, kapan lagi belajarnya.

Saya senang sekali menemukan beberapa buku anak-anak di iPusnas ternyata memakai 2 bahasa: Inggris dan Indonesia. Jadi saya berikan tugas ke Jonathan untuk membacanya. Dari setiap buku yang dia baca, saya minta Jonathan menuliskan minimum 10 kata bahasa Indonesia yang dia rasa baru untuknya.

Biasanya, untuk memberikan kenyamanan membaca buku digital, kami membacanya di tablet yang ukurannya cukup besar. Layar handphone tidak cukup besar untuk anak-anak. Jadi kami akan meminjamkan tablet yang tidak terinstal aplikasi sosial media, supaya ketika membaca tidak ada gangguan dari berbagai notifikasi lainnya.

Sejauh ini saya perhatian ada 2 pengarang yang karyanya saya suka dan berikan untuk dibacakan ke anak-anak: Watiek Ideo dan Arleen Amidjaja. Karya-karya mereka selain menggunakan 2 bahasa, ilustrasinya juga bagus dan kosa kata yang digunakan tergolong mudah untuk anak-anak, apalagi yang baru belajar membaca.

Setiap cerita dari karya mereka juga mengajarkan sesuatu ke anak dan ada pesan moralnya. Untuk yang lebih suka membeli buku fisik, beberapa dari buku ini juga memberikan kegiatan untuk dikerjakan anak-anak. Tapi untuk kami yang akses beli buku cuma setahun sekali, meminjam di ipusnas merupakan pilihan yang sangat membantu.

Buku-buku Watiek Ideo

Buku-buku karangan Watiek Ideo ada banyak di ipusnas. Berikut ini beberapa buku yang pernah saya pinjam dan berikan ke Jonathan untuk dibaca.

Sumber: iPusnas

Beny si Beruang dari Kutub Utara : Buku ini tipis, isinya hanya 30 halaman. Ceritanya mengenalkan anak-anak tentang dampak dari pemanasan global dan apa yang mereka lakukan untuk mengurangi pemanasan global tersebut.

Hebat ya topik pemanasan global ini bisa diceritakan lebih sederhana supaya anak-anak bisa mengerti. Harapannya kalau dari kecil sudah mengerti apa dan bagaimana mengurangi dampak pemanasan global, bumi bisa bertahan lebih lama di masa depan.

sumber: iPusnas

Dongeng Cinta Budaya: Buku ini agak tebal karena berupa kumpulan cerita dongeng kolaborasi Watiek Ideo dengan Fitri Kurniawan tentang budaya yang ada di Indonesia. Ada 5 cerita di dalamnya: alat musik angklung, tarian, makanan pempek, mainan bagasing, pakaian kebaya, boneka ondel-ondel sampai mainan congklak. Dari judulnya saja saya sudah tertarik, karena dengan buku ini saya bisa lebih mudah mengenalkan berbagai budaya Indonesia yang tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata saja.

sumber: iPusnas

Kumpulan Cerita Anak Kreatif: Buku ini tebalnya 200 halaman. Buku ini juga merupakan kumpulan dari 8 cerita. Cerita-cerita dalam buku ini berusaha mengajak anak melakukan hal-hal kreatif seperti melukis, membuat tembikar,membuat hiasan dari daun kering, memasak kue, berbagai perawatan kulit alami, membuat pupuk kompos, bermain musik dan bagaimana getah dari daun kembang sepatu bisa dipakai untuk bermain gelembung sabun.

Buku ini lebih ditujukan untuk anak yang sudah agak besar seperti Jonathan. Saya yakin, selesai membaca buku ini, anak akan berusaha melakukan setidaknya 1 dari 8 cerita yang ada.

Buku-buku Arleen Amidjaja

Buku-buku Arleen Amidjaja juga banyak yang dua bahasa, temanya juga cukup beragam. Berikut ini beberapa buku yang sudah pernah saya pinjam dan dibaca Jonathan.

sumber: iPusnas

Kumpulan Dongeng Futuristik: Buku ini tebalnya 210 halaman. Isinya ada 10 kisah mengenai robot, roket, mesin waktu, bumi maupun planet lain selain bumi. Cerita ini membawa anak berimajinasi mengenai dunia yang sudah sangat maju teknologinya dan kehidupan di planet lain. Untuk anak seperti Jonathan, buku ini jauh lebih menarik daripada buku dongeng si kancil dan buaya. Tapi walaupun ceritanya sudah canggih, nilai-nilai yang diajarkan tetap ada.

Buku ini menggunakan kata-kata yang lebih banyak dalam setiap halamannya dibandingkan buku Beny si Beruang Kutub Watiek Ideo, tapi untuk Jonathan, buku ini jelas jauh lebih membuat dia tertarik dengan berbagai imajinasi teknologi yang canggih.

sumber : iPusnas

The Best Bedtime Story Ever: Buku ini tipis, hanya 26 halaman, sangat cocok untuk dibacakan sebelum tidur. Awalnya saya pikir buku ini berupa kumpulan cerita seperti halnya buku dongeng, tapi ternyata hanya ada 1 cerita tentang keseharian keluarga kelinci dan bagaimana rutin yang mereka lakukan sebelum tidur.

Sebenarnya ada banyak lagi buku-buku dari Watiek Ideo dan Arleen Amidjaja yang ada di ipusnas (ataupun dijual di gramedia). Ada banyak juga buku anak-anak lainnya. Tapi sepertinya tulisan hari ini cukup sekian dulu. Lain kali akan saya lanjutkan kalau Jonathan sudah membaca buku-buku tersebut.

Untuk yang suka buku fisik, silakan cari bukunya di toko buku ya. Oh ya tulisan ini bukan iklan dan saya tidak dibayar untuk menuliskan ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.