Musim Panas, Polusi dan Songkran 2020 di Chiang Mai

Thailand resmi memasuki musim panas sejak 1 Maret 2020. Beberapa hari di awal Maret, ada badai musim panas yang melewati sebagian dari daerah utara Thailand dan cukup memberikan angin mengusir polusi di Chiang mai.

Udara yang panas dan akan semakin panas

Sudah beberapa hari ini rasanya semakin malas keluar rumah. Selain polusi, virus corona dan sekarang udara yang panas luar biasa terutama di siang sampai sore hari membuat saya memilih tinggal di rumah saja kalau tidak terpaksa keluar.

Kalau menurut prakiraan beberapa hari ke depan, setiap harinya akan semakin panas. Akhir pekan ini prakiraannya suhu tertingginya sampai 41 derajat Celcius. Musim panas baru berlangsung beberapa hari, dan temperatur sudah setinggi ini? Saya tidak bisa bayangkan bagaimana suhu udara di bulan April nantinya. Kemungkinan bisa mencapai 44 – 45 derajat celcius.

prakiraan cuaca 7 hari ke depan: mostly sunny and hot (sumber: accuweather)

Polusi udara yang tidak kunjung berkurang

Pemerintah kota Chiang Mai sudah mengeluarkan larangan untuk membakar lahan selama 80 hari sejak 10 Januari 2020 – 30 April 2020 akan tetapi polusi udara tidak kunjung berkurang. Masih saja ada yang melakukan pembakaran, selain udara yang sangat panas juga membuat beberapa hutan terbakar di sekitar Chiang Mai. Polisi sudah menangkap beberapa pihak yang masih membandel dan melakukan pembakaran, tapi sepertinya belum bikin yang lain takut atau jera.

Akibatnya, tentu saja polusi tidak kunjung berkurang. Sudah beberapa kali sejak 2020, Chiang Mai menjadi kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Pagi ini, angka pm 2.5 yang ada di sensor yang kami gunakan menunjukkan angka 179, dan kalau dikonversi AQI menjadi 228. Angka ini artinya polusinya sudah tidak sehat.

Sebelum tinggal di Chiang Mai dan mengalami musim polusi, saya tidak mengerti indikator polusi yang ada. Berikut ini saya sertakan tabel untuk mengerti apa itu AQI. Dari kadar AQI ini, kita tahu level ancaman polusi terhadap kesehatan kita, termasuk apakah sebaiknya kita memakai masker yang bisa memfilter pm 2.5 ketika keluar rumah.

Tabel untuk mengerti level bahaya polusi terhadap kesehatan

Saya ingat, tahun lalu ada hari di mana tingkat polusi pm 2.5 mencapai di atas 500 dan termasuk level sangat berbahaya. Semoga tahun ini, tidak ada hari dengan polusi seperti itu, dan ada hari-hari hujan di tengah musim panas. Terkadang, di bulan Maret, ada hujan turun yang membawa hawa dingin sedikit dan mengusir polusi sejenak. Hujan ini bisa berupa efek badai dari negara sekitar Thailand, bisa juga hasil dari hujan buatan.

Saya heran, kenapa sih tahun ini polusinya tak kunjung habis juga? Biasanya, polusi hanya terjadi sekitar akhir Februari sampai April. Lalu kenapa polusi yang sudah dimulai dari akhir Desember tak kunjung berakhir sampai bulan Maret? Kenapa aturan larangan bakar-bakaran tidak membuat polusi berkurang?

Perayaan Songkran 2020 tanpa kemeriahan siram-siraman

Biasanya, puncak kemeriahan musim panas adalah perayaan Songkran yang merupakan tahun baru Thailand. Acara yang mengundang banyak wisatawan datang ke Thailand di musim panas ya perayaan Songkran ini. Selain ada parade, akan ada kegiatan siram-siraman di jalan, yang mana sampai menutup jalanan.

Kegiatan siram-siraman perayaan Songkran di Thailand belakangan ini ibaratnya seperti kegiatan main petasan dan kembang api di kala merayakan tahun baru. Jadi bayangkan saja tahun baru tanpa kegembiraan berkumpul memadati jalan untuk main petasan ataupun kembang api. Tahun ini perayaan Songkran akan dilakukan tanpa keramaian berkumpul bermain air bersama.

Sehubungan dengan maraknya Covid-19, tahun ini sepertinya wisatawan yang datang untuk perayaan Songkran akan kecewa. Perayaan tahun baru Songkran, akan digantikan dengan perayaan yang lebih tradisional. Kalau kamu termasuk yang berencana mengunjungi Thailand untuk ikut ambil bagian main air di kala Songkran, mungkin bisa mempertimbangkan lagi untuk membatalkan perjalanan supaya tidak kecewa.

sumber: https://www.chiangmaicitylife.com/citynews/local/songkran-on-but-festivities-off/

Sektor pariwisata Thailand akan semakin sepi. Kemungkinan, turis yang tadinya mau nekat datang ke Thailand demi bisa merasakan festival siram-siraman air, akan membatalkan datang ke Thailand.

Kami sendiri masih mengalami dilema: liburan ke daerah selatan Thailand untuk kabur dari polusi di Chiang Mai, nekat liburan ke Indonesia, atau ya ngadem saja di rumah pasang AC dan filter udara selama musim liburan Songkran nantinya.

Tapi saya jadi ingat, tahun ini saya belum membersihkan AC di rumah. Di musim panas, unit AC akan bekerja keras, perlu dibersihkan supaya tetap nyaman di rumah di musim panas.

Kemana menghindari polusi?

Mungkin akan ada yang heran: sudah tahu Chiang Mai ada polusi, kenapa tidak pergi dari Chiang Mai di musim polusi? Hmmm… mau ke mana? Jakarta? Bandung? Yogyakarta? Medan? udara di sana juga gak selalu benar-benar bersih. Polusi ini sudah jadi masalah dunia memang.

Polusi pasti berlalu, musim panas pasti berlalu, Corona pasti berlalu, dan tulisan ini menjadi catatan yang akan dibaca ketika semua sudah berlalu. Tetap jaga kesehatan dan mengucap syukur saja dengan adanya teknologi AC kita tidak terlalu kepanasan, dengan adanya filter udara, kita bisa mendapatkan udara lebih bersih. Kalau soal main-main air, ajakin anak aja main air di rumah, pasti mereka senang deh hehehehe…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.