Ngobrolin Kdrama: Itaewon Class

Siapa yang sudah nonton drama Itaewon Class ini? Kalau belum, tontonlah. Ada banyak yang bisa dijadikan quote dari drama itu. Seperti halnya semua drama, akan ada saja hal-hal yang kurang pas dengan prinsip kita, tapi daripada putar ulang CLOY melulu, lebih baik kita nonton drama baru.

Saya menonton ini tanpa ekspektasi apapun. Belum pernah baca sama sekali ataupun melihat video teasernya. Saya mulai mengikuti setelah dramanya ada 6 episode. Kalau lihat posternya di Netflix, saya sebenernya mikir: ah ini cerita anak muda pada hangout malam-malam di daerah klub malam ngapain sih, gak bagus nih pasti ceritanya. Iya, kadang-kadang saya cuma lihat sekilas terus bikin kesimpulan sendiri. Tapi karena waktu itu namanya lagi iseng, saya tonton deh episode 1 nya. Dan…loh kok ternyata alur ceritanya menarik ya. Genrenya bukan romcom pastinya, lebih ke cerita kehidupan tapi bukan melodrama – ah bener-bener males nyari info banget sih.

Tulisan kali ini mungkin akan banyak semi spoiler. Semua foto berisi quote yang ada saya ambil dari internet (dengan kredit tentunya), jadi ada kemungkinan bisa menebak sendiri. Tapi yang pasti, walaupun endingnya ketebak, jalan ceritanya tetap menarik untuk diikuti.

Drama ini ada beberapa bagian berisi adegan kekerasan dan terasa emosional tapi juga ada prinsip yang diajarkan seorang ayah ke anaknya. Anak yang melakukan prinsip yang diajarkan ayahnya, dan Ayah yang bangga dengan prinsip anak walaupun sebenarnya ada jalan yang lebih mudah untuk keluar dari situasi yang dihadapi.

Ceritanya dimulai ketika Park Sae Roi (PSR) pindah sekolah dari kota besar ke kota kecil. Di hari pertama dia masuk sekolah, dia melihat ada anak lagi dibully. Dia bantuin tuh yang dibully dan malah jadi berantem sama pembully. Naaah, ternyata si pembully ini anak orang kaya dan punya kekuasaan, makanya dia biasa bebas membully siapapun. Guru-guru dan teman sekelasnya tidak ada yang berani sama dia, kecuali PSR si murid baru.

Begini mulanya: Prinsip yang membuat ayahnya pun harus berhenti bekerja (sumber: @drama_johaa)

Daaan… kejadian itu merupakan awal yang menyedihkan. Saya mikir begini: waaaah, masa gara-gara melawan bully aja sampai dikeluarkan dari sekolah sih? Seperti biasa, duit itu punya kekuasaan. Semua orang juga melihat dan tahu kalau anak si orang kaya itu bully, tapi ya tetap saja mereka tidak berani memberitahukan kalau anak si orang kaya yang salah.

Si orang kaya menuntut PSR untuk meminta maaf ke anaknya karena sudah memukul anaknya. PSR menolak karena dia punya prinsip. Waktu PSR berani menolak permintaan si orang kaya, disitulah saya terpikat dengan drama ini. Biasanya… dalam film-film bahkan dalam kehidupan nyata, kebanyakan orang akan cari aman. Minta maaf kan gampang yaa daripada urusannya jadi panjang. Tapi dia nggak mau minta maaf karena dia ga merasa salah. Tentunya akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah. Bukan cuma sampai disitu, bapaknya juga kena imbasnya, karena si orang kaya itu adalah…. bos tempat bapaknya bekerja!

Rasanya kalau sampai ada anak dikeluarkan dari sekolah, orangtua bakal langsung ngomelin tuh anak panjang lebar. Apalagi sebenarnya ini bisa diselesaikan dengan permintaan maaf. Tapi bapaknya PSR menerima saja walaupun dia ikutan dikeluarkan dari pekerjaanya. Bapaknya bangga karena anaknya yang belum lulus SMA tapi punya prinsip menegakkan kebenaran. Setelah berhenti bekerja, bapaknya berencana membuka restoran kecil, akan tetapi sebelum memulai membuka restoran, bapaknya PSR meninggal karena kasus tabrak lari.

Ayo tebak siapa yang menabrak bapaknya PSR? yak, siapa lagi kalau bukan si bully! Dan tentunya, lagi-lagi si bully bersembunyi dibalik kekuasaan bapaknya yang kaya raya dan mengorbankan orang lain menjadi pelaku tabrak lari. PSR secara tidak sengaja mengetahui siapa pelaku sesungguhnya, emosi yang tidak bisa ditahan membuat dia mendatangi si bully yang sedang dirawat di rumah sakit dan memukulinya lagi. Kali ini, keluarga bully menuntut PSR dianggap percobaan pembunuhan. Dan akhirnya PSR masuk penjara.

Aduh, saya pikir, harga prinsipnya mahal sekali ya. Di keluarkan dari sekolah sih masih gak apa-apalah, loh kok ini malah sampai masuk penjara? Bapaknya si bully ini jahat sekali sih, dia gak bisa lihat apa kalau tindakan dia itu tidak mendidik anaknya? menutupi kejahatan anak itu bukan tindakan yang mendidik. Tapi ya…sepertinya bapak si bully ini memang jahat sekali! Huh!

Tetap bermimpi! (sumber: @drama_johaa)

Umumnya, orang yang putus sekolah dan bekas narapidana tentunya serasa masa depannya sudah gelap dan tidak ada harapan lagi. Tapi buat anak muda satu ini tentu saja bukan begitu ceritanya. Di dalam penjara, dia malah jadi punya banyak waktu untuk membaca, dan malah akhirnya dia punya cita-cita. Cita-citanya bukan cuma buka restoran kecil seperti cita-cita bapaknya, tapi dia ingin mengambil alih restoran terbesar di Korea. Oh ya, saya belum sebutkan, iya restoran terbesar di Korea itu punya si orang kaya. Ini cerita muter-muter aja di orang itu lagi itu lagi ya haha.

PSR punya mimpi, dan untuk meraih mimpinya dia punya rencana. Dia merencanakan tahap demi tahap yang harus dia lakukan. Dimulai dengan mengumpulkan modal selama 7 tahun, dan targetnya dalam 10 tahun dia akan mengambil alih usaha si orang kaya. Apakah dia akan berhasil? Tentu tidak semudah itu juga.

Kesulitan demi kesulitan dialami PSR di awal membuka restorannya, sampai suatu ketika salah satu customernya yang membawa masalah karena di bawah umur, malah menjadi kunci awal restorannya bisa mulai dikenal orang. Anak muda yang menjelang lulus SMA dan punya banyak follower di media sosial mengajukan diri menjadi manager restorannya. Dia sangat yakin bisa membuat restoran PSR maju. Dia memilih tidak kuliah dan menjadi manager restoran untuk membantu PSR mewujudkan mimpinya, tapi tentunya dia juga punya mimpi sendiri.

si manager restoran (Sumber: @RaNdOmKDQ2)

Oke, jadi pemilik restoran adalah bekas narapidana yang tidak lulus SMA. Managernya anak lulusan SMA. Pegawainya bagaimana? Nah awalnya ada 3 pegawai restoran tersebut. Pertama, sesama bekas narapidana yang diajak PSR untuk mengubah nasib jangan jadi tukang pukul doang walau bekas narapidana. Kedua, teman PSR ketika bekerja di kapal nelayan. Ketiga: teman si manager, yang ternyata adalah… anak di luar nikah dari si orang kaya.

Jadi ceritanya semakin menarik, karena bukan lagi cerita tentang PSR ingin membalas dendam dengan target mengambil alih restoran si orang kaya, tapi juga bagaimana PSR memimpin teman-temannya ini dalam rangka mewujudkan pembalasan dendam. Daan, salah satu isu yang diangkat adalah: temannya yang bekerja di fishing boat ternyata ingin menjadi wanita alias transgender. Dengan kepemimpinan PSR, anak buah yang lain bisa menerima teman yang transgender ini dan tidak memperlakukan dia berbeda.

Salah satu isu yang diangkat , menerima transgender (sumber: @drama_johaa)

Berkali-kali dalam cerita, PSR ini ditunjukkan sangat membela setiap anggota tim. Dia juga tidak memaksa orang lain mengikuti apa yang dia mau. Dia juga mudah menerima alasan yang diberikan kalau ada salah satu dari tim nya berbuat salah. Kadang-kadang terasa sepertinya dia pemaaf sekali ya. Dia belajar dari kesalahannya lepas kendali emosi yang membuat dia dipenjara, jadi dia memilih untuk tidak menuruti emosinya lagi.

Prinsip ! (sumber: @drama_johaa)

Ini salah satu prinsip yang PSR inginkan. Dia ingin punya power tapi bukan untuk melakukan hal-hal melanggar hukum seperti si orang kaya. Tapi justru dia tetap ingin hidup di jalan yang benar dan tentunya kalau dia punya keyakinan seperti kejadian membela yang dibully, dia bisa melawan dan tidak akan dihukum karena lawannya orang yang punya duit. Dia juga akan selalu membela anggotanya dan jangan jadi korban dari orang-orang yang kadang menyalahgunakan kekuasaannya.

Selain prinsip dia dalam kehidupan, ada juga prinsip dalam menjalani bisnis. Sebenarnya masih ada kemiripannya, dia selalu mengutamakan orang daripada uang. Dia juga mengutamakan kepercayaan yang diberikan orang-orang daripada berusaha mengambil keuntungan.

But the most important thing in business are people and trust. I will treasure people more than money and trust over benefit.

Park Sae Roi, Itaewon Class episode 16

Nah jadi gimana? apakah dia berhasil untuk mewujudkan mimpinya. Apakah dia akan selalu mengikuti prinsipnya atau malah tergoda dengan silaunya harta dunia? Apakah dia akan selalu lebih mengutamakan orang daripada uang? Nah untuk tahu kesimpulannya silakan ditonton sendiri hehehe.

Oh ya, jadi walaupun cerita ini bukan genre romcom, cerita romancenya juga tetep ada dong. Drama Korea tanpa romance itu seperti masakan tanpa garam. Tapi saya gak akan kasih tau cerita romancenya. Karena menurut saya, cerita utama dari drama ini bukan romancenya. Romancenya hanya bumbu penyedap saja hehehe.

Buat saya, yang bikin drama ini ceritanya semakin menarik karena setiap karakter dalam drama ini digambarkan cukup kuat. Yang jahat ya jahat sekali, yang cerdas ya cerdas sekali, yang pekerja keras ya bekerja keras sekali, yang ngeselin pun ada dan bikin pemirsa merasa kesal sekali hehehhe. Udah dulu deh, udah kebanyakan spoilernya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.