Mari Hentikan Hoaks

Menurut KBBI, Hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber.[3] Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran.[4] Menurut Werme (2016), mendefinisikan Fake news sebagai berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu.[5] Hoaks bukan sekadar misleading alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta [6]

Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong

Dari jaman mailing list sampai jaman grup chat, selalu ada saja yang tidak melakukan saring sebelum sharing. Kecepatan jempol share baru baca, atau sekedar baca judul dan langsung ambil kesimpulan, membuat berita bohong menyebar dengan tak terkendali.

Di saat sekarang ini, terutama dalam masa wabah covid-19, hoaks semakin banyak mulai dari siapa yang tertular positif, di mana ada yang positif, apa obatnya untuk membuat tubuh kebal, sampai berita tentang pasien positif yang dikabarkan meninggal karena covid-19.

Belakangan ini banyak teman-teman saya yang bilang: “bosan baca berita Corona, semuanya menakut-nakutin”. Atau ada juga yang bilang: “capek deh menjelaskan ke orang yang suka sebar hoaks tentang corona, dikasih tau ngeyel”.

Periksa hoax atau bukan seputar corona di https://www.covid19.go.id/hoaks-buster/

Memang begitulah, kecepatan internet jaman sekarang bikin orang lebih cepat klik share sebelum baca. Atau ada juga yang mempercayai apa yang ingin dipercayai. Semua orang suka dengan harapan walaupun itu harapan palsu seperti halnya hoax bawang merah bunuh kuman yang bisa bikin harga bawang merah jadi melambung. Kalaupun dikonfrontasi tetep aja bilang: saya dapat dari grup sebelah dan tidak mau menghapus jejaknya menyebarkan berita yang salah itu.

Tapi, kadang-kadang, ada juga yang tidak tahu kalau yang dia sebarkan itu berita hoaks. Karena banyak juga yang sekilas terasa masuk akal. Ya hoaks itu memang begitu, ramuan dari sedikit kebenaran dibalut manipulasi data dan menyimpulkan seenaknya. Semakin panjang artikel, mereka pikir semakin meyakinkan tulisannya dan ga ketahuan bohong, mungkin mereka sekedar suka aja gitu kalau dapat jempol yang banyak, atau suka aja bikin huru hara.

Sekarang ini, untuk mengecek apakah sebuah berita benar atau hoaks terutama seputar corona sudah ada di situs resmi dari pemerintah Indonesia. Jadi, kalau ada yang membagikan berita di sebuah grup chat ataupun facebook, saya cek di sana untuk mencari tahu apa itu benar atau tidak. Kalau memang ketemu bahwa berita itu hoaks, akan saya jawab dengan memberikan link penjelasan kalau itu hoaks.

Kalaupun yang mengirimkan tetap ngeyel, minimal anggota grup dan pembaca lain juga jadi bisa ngecek. Syukur-syukur mereka tidak ikutan share beritanya setelah ada informasi kalau itu hoaks. Kalau yang ngirim menerima bahwa sebelumnya dia tidak tahu itu hoaks, sebaiknya minta dia untuk menghapus berita yang dia share itu dari grup/sosial medianya, supaya tidak semakin menyebar kalau ada yang baca tanpa melihat komentar yang ada.

bisa juga cek berita hoaks di situs kominfo

Selain hoaks seputar corona, biasanya akan ada saja selalu berita bohong beredar. Kita bisa cek kebenaran sebuah berita dari situs kominfo di sini: https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks

Kalau misalnya beritanya bahasa Inggris, dengan memanfaatkan pencarian google, kita bisa dengan cepat juga menemukan apakah berita tersebut benar atau tidak.

Saya jarang mendapatkan berita hoaks di grup yang saya ikuti karena saya tidak punya banyak grup. Kalaupun ada yang ngeyel, biasanya saya tidak akan ambil pusing. Percuma habiskan energi buat meyakinkan orang yang udah ngeyel, cuma bikin jadi emosi.

Yuk kita hentikan hoaks, saring sebelum sharing, kalau malas baca berita panjang ya gak usah dibaca dan jangan diteruskan. Jangan pernah juga meneruskan berita tanpa membaca secara lengkap dan hanya membaca judulnya saja.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.