Ternyata pernah Rajin Masak

Beberapa hari ini, saya membaca ulang tulisan-tulisan saya yang lama di blog masakan pemalas (yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ditambahkan). Ternyata memang, tulisan kumpulan resep itu lebih menarik kalau ada fotonya. Lebih menarik lagi kalau pengambilan fotonya pakai niat gitu ya.

Kesimpulan dari membaca tulisan sendiri, dibandingkan sekarang, dulu saya pernah rajin masak (walaupun oseng-oseng seadanya). Tiba-tiba merasa bangga pernah rajin, tapi juga merasa malu sama diri sendiri kenapa jadi super malas masak.

muffin oatmeal, salah satu yang masih sering dimasak sampe sekarang

Selain masakan-masakan oseng seadanya, ternyata saya juga pernah masak donat walaupun donat biasa dan bukan donat kentang. Hahaha rasanya cuma 2 kali itu saja saya masak donat, makanya saya ga bisa ingat sama sekali. Satu lagi yang tidak pernah terpikirkan untuk dicoba bikin lagi adalah masak martabak manis pake teflon. Mungkin ini pertanda, saya harus mulai rajin masak lagi (walaupun ala masakan pemalas).

Ini nih beberapa foto yang saya ambil dari blog masakan pemalas, kalau mau lihat tulisan resep bercampur curhat, bisa dilihat langsung di sana.

Awalnya saya berencana merapihkan blog itu dan mengedit gambar yang pernah link langsung dari flickr. Dulu memang kami berlangganan menyimpan foto di flickr, dan daripada upload foto ulang, lebih gampang kalau langsung menampilkan gambar yang disimpan di flickr saja. Tapi sekarang, kami sudah berhenti langganan di sana, dan sebelum foto-fotonya hilang lebih baik simpan foto di blognya juga. Kerjaan edit tulisan di blog yang lama tak disentuh ini bikin jadi bernostalgia, dan ternyata banyak komentar yang belum saya baca.

Lucu rasanya membaca beberapa komentar. Ternyata ada yang bilang kalau dia menirukan beberapa resep yang saya tulis. Ada juga yang protes karena saya kadang pakai bumbu instan. Selain itu ada juga yang protes karena kebanyakan yang harus diiris dan gak cocok untuk pemalas. Permintaan resep ala anak kos juga banyak hahaha.

Memang sih, kalau dipikir-pikir, beberapa masakan yang saya tulis bukan untuk orang pemalas lagi. Tapi sepertinya, setelah sering masak walau malas-malasan, lama-lama si pemalas masak ini jadi rajin juga. Sepertinya salah satu penyebab saya rajin masak waktu itu adalah supaya bisa di foto dan dimasukkan ke blog masakan pemalas (lama-lama jadi rajin namanya).

Saya lupa pernah rajin masak karena saya tidak pernah mengisi blog itu lagi sejak beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, saya tidak menulis di blog manapun. Sekarang, setelah berhasil rajin menulis di blog ini, jadi ada kepikiran untuk kembali mencoba resep yang pernah ditulis, lalu ditambahkan fotonya. Beberapa tulisan pertama tidak ada fotonya sama sekali, isinya benar-benar seperti catatan di dapur yang ditulis terburu-buru hehehe. Siapa tahu saya bisa jadi rajin masak lagi?

Ada bagusnya juga saya pernah menuliskan apa yang pernah saya masak, jadi saya diingatkan lagi kalau sekarang ini sudah waktunya naik kelas. Masak dari baru menikah sampai sekarang masih malas masak? Untungnya Joe gak pernah protes sih kalau masakan yang sering dimasak sekarang udah turun level dari masakan pemalas dulu hehehe.

Jadi besok mau masak oseng apa ya? atau masak cemilan aja? Eh tapi berarti harus belanja dong. Ah tapi kok malas ya berlama-lama di dapur hehehee. Hush hush.. pergilah kau malas. Karena semalas apapun saya masak, tetep aja perlu menyiapkan makanan biar ada makanan terhidang di meja makan, apalagi di masa-masa pandemi dan perlu di rumah saja ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.