Akhirnya Mencoba Kopi Dalgona

Siapa yang belum tahu kopi Dalgona? Sepertinya cuma saya yang baru hari ini menikmati kopi Dalgona yang katanya populer dari negeri Korea di masa karantina di rumah saja. Cara membuat kopi dalgona ini sudah lama beredar di timeline sosial media saya. Semua teman saya sudah mencoba membuat dan mencicipinya. Bisa diminum panas atau dingin terserah selera.

Kopi Dalgona di siang hari 39 dercel yang berasa 41 dercel

Cara membuatnya sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup mencampurkan kopi bubuk instan, gula pasir dan air panas dengan perbandingan yang sama. Bahan dicampurkan dan diaduk sampai berbentuk cream. Mengaduknya bisa dengan garpu, saringan kawat atau dengan mikser. Setelah terbentuk kopi yang sangat creamy, taruh di atas susu cair yang sudah dicampur batu es untuk mendapatkan kopi dalgona dingin, atau ya kalau mau minumnya hangat berarti susu putihnya perlu dipanaskan terlebih dahulu.

Tapi walaupun saya tahu cara membuatnya gampang, saya belum tergerak untuk membuat sendiri. Ada banyak alasan, mulai dari malas untuk membeli kopi bubuk instan sampai dengan malas mengeluarkan mikser dari lemari. Kenapa gak pakai garpu saja? Aduh, kebayang ngerjainnya bakal lama. Mungkin pada dasarnya saya tidak sepenasaran itu juga, atau takut ketagihan? Bisa jadi!

Hari ini, sekitar pukul tiga. Anak yang kecil menolak tidur siang. Saya mulai terbayang dengan nikmatnya es kopi di siang yang panas ini. Waktu saya baru mau mulai bikin kopi, teman saya datang ke rumah mengantarkan makanan dan menawarkan apakah mau minum es kopi dalgona? Tentu saja! jawab saya gak pake lama. Ini namanya rejeki, pas lagi mikirin es kopi, ditawari es kopi dalgona.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu teman saya ini pamer es kopi dalgona di media sosialnya. Saya hanya bercanda bilang kalau saya penasaran rasa es kopi dalgona, tapi masih terlalu malas untuk membuat sendiri. Teman saya ini memang janji, kalau situasi pandemi sudah mulai berkurang di Chiang Mai, dia akan datang ke rumah saya bawa es kopi dalgona. Waktu itu, saya pikir hanya bercanda juga.

Ternyata, hari ini adalah harinya. Setelah Chiang Mai 15 hari tidak ditemukan pasien positif covid-19, boleh dong kita merayakannya dengan minum es kopi Dalgona. Tenang saja, kami masih tetap mempraktekkan jaga jarak aman. Tidak ada jabat tangan apalagi cium pipi kanan kiri. Kami hanya ngobrol sebentar sambil menikmati es kopi Dalgona.

tamu terbaik, datang ke rumah saya antar makanan dan bikin es kopi Dalgona

Terus, kesimpulannya apa? gimana rasanya? enak gak? Tentu saja nikmat minum es kopi yang creamy dan manis di siang hari yang panas, dan ada teman ngobrolnya pula. Rasa pahit kopinya tetap ada, rasa manis gulanya juga terasa, rasa sejuk dari es apalagi di cuaca 39 derajat celcius. Serasa lagi ngafe bareng teman, sesuatu yang sudah lama tak dilakukan sejak adanya anjuran untuk di rumah saja.

Apakah saya akan bikin sendiri setelah tau rasanya? Jawabannya masih belum pasti. Mungkin saya akan beli kopi instannya, mungkin saya akan mengeluarkan mikser dari lemari, mungkin saya akan bikin sendiri tapi masih mungkin. Saya suka minumnya, tapi saya belum tahu apakah saya akan suka membuatnya hehehe.

Belakangan ini saya sudah membiasakan diri untuk minum kopi tanpa gula, tentunya karena saya sudah merasa perlu mengurangi konsumsi gula. Saya lihat juga ada teman yang mencoba bikin dalgona dengan kopi biji yang digiling dan tanpa gula, tapi itu nanti kalau mikser sudah keluar dari lemari baru dicari lagi hehehe.

Kalau kamu gimana, sudah mencicipi kopi Dalgona di masa karantina ini?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.