Chiang Mai Akhirnya Bebas Polusi

Setelah beberapa lama menanti turunnya hujan badai, akhirnya hujan dan angin turun hari Sabtu dan Minggu kemarin di Chiang Mai. Pagi ini seluruh indikator polusi menjadi hijau dan tidak ditemukan adanya titik api lagi di utara Thailand. Kabar baik lainnya, hujan yang datang membuat sungai yang kering kembali mengalir dan persediaan kota mulai terisi lagi.

Hari ini 27 April 2020, tidak ada titik api di utara Thailand (sumber: www.cmupdatenews.com)

Semoga saja, hari ini merupakan hari pertama di tahun 2020 di mana Chiang Mai bebas polusi. Prediksi hujan yang masih akan turun sepanjang minggu ini, diharapkan benar-benar membuat udara Chiang Mai bersih. Semoga saja tidak ada lagi titik api baru karena semua masih terlalu basah untuk terbakar ataupun dibakar.

Chiang Mai Aqi 27 April 2020 (sumber https://aqicn.org/city/chiang-mai/)

Kalau pepatah bilang panas setahun dihapus hujan sehari. Situasi di Chiang Mai dan utara Thailand ini, polusi berbulan-bulan butuh hujan paling tidak seminggu dan tentunya dengan angin kencang kiriman badai musim panas dari Cina.

Saya tidak mengerti, kenapa setiap tahun polusi di Chiang Mai semakin lama berlangsung. Tahun ini sepertinya tahun terlama berlangsung polusi sejak 2007. Saya ingat, biasanya sampai Februari polusi belum mulai dan pertengahan April, di masa perayaan Songkran, polusi sudah berlalu. Tapi tahun 2020 ini, polusi bahkan sudah mulai sejak akhir tahun 2019.

Hujan yang datang di Sabtu sore, dan Minggu malam, sesuai dengan harapan. Hujannya merata dan memadamkan semua titik api kebakaran hutan di utara Thailand. Kebakaran yang berlangsung sejak bulan Maret dan sudah memakan korban jiwa dari petugas pemadam kebakaran yang bekerja siang malam berusaha memadamkan api.

Anginnya di beberapa tempat cukup kencang dan ada hujan batu es. Tapi untungnya di daerah rumah saya anginnya tidak terlalu mengerikan. Efek dari hujan badai seperti biasa, ada pemadaman listrik di beberapa lokasi di kota ini, tapi untungnya tidak di rumah kami.

Kemarin pagi, kami sudah bisa menikmati udara bersih di luar rumah. Tentunya hanya di halaman saja. Hari ini, anak-anak juga bisa menikmati main di halaman. Setelah cukup lama berkurung di dalam rumah karena polusi, akhirnya bisa juga keluar rumah walaupun hanya di halaman saja.

Anak yang besar langsung bersemangat ingin sepedaan di pagi hari. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari di tahun 2019 dan jarang dilakukan di 2020 karena polusi. Anak yang kecil waktu diajak keluar rumah malah bertanya-tanya apakah dia harus pake masker? Ternyata dia masih ingat penjelasan udara luar berpolusi jadi harus pake masker kalau keluar rumah.

Berikutnya, tetap saja harus mengajari untuk pakai masker kalau keluar rumah, kan masih masa pandemi. Tapi tentunya kami sudah bisa mencari masker kain biasa, dan tidak harus masker N95 lagi. Mungkin ini tandanya saya harus mulai menjahit masker kain, seperti teman-teman dan kakak saya.

Polusi pasti berlalu, dan setiap tahun berharap tak akan kembali lagi. Apalagi katanya kan pandemi dengan physical distancing membuat banyak tempat di dunia ini polusinya berkurang. Masa Chiang Mai masih mau borong pandemi dan polusi? Saya dan anak-anak sudah pengen keluar rumah juga nih.

Kemarin saya lihat di timeline sosial media saya, kalau bunga Rajapreuk yang dikenal dengan nama bunga golden shower alias Cassia Fistulla sedang berbunga di daerah kota tua. Bunga ini merupakan bunga kebanggaan provinsi Chiang Mai. Sungguh bikin pengen jalan-jalan keluar. Tapi masa menikmati bunganya cuma dari mobil?

Bunga golden shower/ Cassia fistulla di kota tua Chiang Mai (Sumber: https://www.facebook.com/nui.teptong)

Semoga saja sempat melihat bunga kuning ini secara langsung, walaupun mungkin bukan untuk swaphoto. Minimal bisa menikmati pemandangan indah di musim panas ini tanpa polusi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.