Alasan Saya Lebih Suka Buku Digital

Berbicara tentang buku, saya tahu masih lebih banyak yang menyukai buku fisik daripada buku digital. Dari obrolan dengan teman-teman saya, umumnya alasan lebih menyukai buku fisik terutama karena aroma buku dari kertas. Untuk alasan ini, saya masih senang masuk ke toko buku walaupun tidak selalu membeli bukunya.

Alasan lainnya, ada yang senang mencoret-coret langsung di atas buku untuk kata-kata yang berkesan dan ingin diingat. Ada juga yang senang menambahkan catatan di samping buku tentang apa yang didapatkan ketika membaca paragraf tertentu.

Setiap orang memang punya selera yang berbeda. Buat saya buku itu lebih penting isi daripada bentuk. Untuk buku yang berisikan gambar dan diagram yang banyak, tentunya saya lebih menyukai buku dalam bentuk fisik, apalagi kalau bukunya di cetak dalam kertas yang berukuran besar. Semakin besar semakin baik. Tapi untuk buku-buku yang isinya cerita seperti novel, kumpulan cerpen atau self-help, saya lebih suka dalam bentuk digital.

Buku digital bukan hanya pdf saja

Buku digital/e-book bukan berupa buku yang disimpan dalam format pdf saja. Penjelasan tentang perbedaan berbagai format buku digital bisa dilihat di tulisan ini. Kalau sebuah buku yang sama tersedia dalam buku berformat statis/cetak (pdf) dan dinamis (mobi dan epub), tentunya saya akan lebih menyukai bentuk dinamis.

Ada beberapa alasan saya menyukai buku digital dibandingkan buku fisik. Tapi tentunya saya masih membeli buku fisik juga sesekali. Berikut ini alasan saya menyukai buku digital.

Lebih mudah dan murah memperolehnya

Kalau pilihannya membeli buku dengan ongkos kirim dari Indonesia ke Thailand atau membeli buku berformat pdf yang langsung bisa diunduh, sudah tentu saya memilih beli buku digital. Biasanya buku digital harganya lebih murah daripada buku fisik, kalaupun harganya sama, saya sudah menghemat ongkos kirim.

Saya merasa lebih butuh isi bukunya daripada bentuk fisiknya. Untuk mengakali supaya mata tidak sakit ketika membaca buku dengan format pdf, saya akan membacanya di komputer yang layarnya lebar, atau di tablet berukuran 10 inci. Mungkin akan ada yang merasa, kalau harus membeli tablet lagi, jadi tidak lebih murah secara biaya. Tapi kalau dihitung dengan benar, dengan banyakan jumlah buku yang bisa dibaca di tablet, dan pada dasarnya banyak juga orang yang punya tablet selain ponsel, pada akhirnya akan lebih ekonomis membeli buku digital dan dibaca di tablet.

Kalau mata Anda masih bagus, membaca e-book dengan format pdf di layar ponsel 6 inci masih bisa dilakukan tanpa masalah. Tapi , mata saya sudah tidak kuat kalau harus membaca tulisan sekecil itu, makanya saya memilih untuk membaca di tablet.

Mudah membawa banyak buku sekaligus

Untuk buku digital berformat dinamis, saya bisa membacanya langsung dari ponsel saja karena ukuran huruf dan spasi nya bisa disesuaikan dengan kemampuan mata saya. Untuk buku format pdf, saya terkadang bawa di ponsel dan di tablet. Membawa dua gawai (ponsel dan tablet) masih lebih ringan dan mudah dibandingkan membawa setumpuk buku, apalagi kalau sedang tidak tahu nantinya mau membaca apa.

Membaca buku di tablet khusus dan bukan di ponsel sangat membantu untuk mengurangi gangguan notifikasi yang biasanya masuk. Perasaan ketika membaca ya sama saja fokusnya dengan membaca buku fisik.

Mudah melihat daftar yang ditandai (highlight)

Untuk yang suka memberi catatan di buku fisik, kita bisa lakukan juga di buku elektronik. Beberapa aplikasi pembaca buku digital seperti Google Play Books juga memberikan pilihan untuk pembaca memberi warna bagian yang disukai.

Kelebihan dari buku digital yang di Kindle misalnya, kita bisa melihat daftar bagian kata yang sudah kita beri tanda, dan ketika kita klik akan langsung ke halaman tersebut. Kita juga bisa melihat bagian lain yang banyak ditandai orang di Kindle.

Bagian yang banyak ditandai orang di Kindle dari buku “Keep Going”, Austin Kleon

Selain memberi tanda untuk paragraf yang kita suka, biasanya kita juga bisa menambahkan catatan kita mengenai paragraf tersebut. Untuk yang alasannya suka buku fisik karena bisa menambahkan catatan, buku digital juga bisa ditambahkan catatan kok.

Ada kamus terintegrasi

Baik di Google Play Books maupun di Kindle, kita bisa menambahkan fasilitas kamus. Ketika saya membaca buku berbahasa Inggris, terkadang saya tidak mengerti arti dari sebuah kata. Saya bisa melihat penjelasan dari kata itu, ataupun terjemahan dari kata itu ke dalam bahasa Indonesia.

Dengan adanya kamus yang terintegrasi ini, ketika mencari definisi ataupun makna kata, proses membaca tidak terganggu. Saya tidak harus sambil membuka kamus di aplikasi terpisah atau mencari kata di kamus secara manual.

Tidak pusing mencari atau menyimpan buku

Buku fisik itu memerlukan tempat penyimpanan. Rak buku di rumah saya sudah penuh dan selalu terasa kurang. Ketika pindahan rumah, yang paling berat membawanya ya buku-buku ini. Terkadang karena punya banyak sekali buku tanpa aturan penyimpanan yang jelas, saya mengalami kesulitan ketika mencari buku tertentu yang ingin saya baca.

Penyimpan buku atau pencarian buku tidak pernah menjadi masalah dengan buku digital selama kita punya kapasitas penyimpanan gawai yang besar. Dalam satu ponsel pintar atau tablet, kita bisa menyimpan banyak sekali buku. Ketika mencari buku yang pernah kita beli, kita tinggal memasukkan judul buku atau nama pengarang ke dalam kotak pencarian.

Mudah mencari titik terakhir yang dibaca

Ketika membaca buku digital di aplikasi Kindle ataupun Google Play Books, terkadang saya berpindah gawai. Ketika berpindah gawai, saya tidak harus mengingat titik terakhir di mana saya berhenti membaca. Saya bisa langsung buka dan melanjutkan membaca.

Kita juga bisa menambahkan beberapa penanda buku jika kita ingin berpindah bagian buku dengan cepat. Penanda buku fisik terkadang bisa terjatuh, dan kalau sudah jatuh lebih lama mengingat di mana halaman yang kita beri tanda.

Buku digital ramah lingkungan

Sekarang ini banyak buku yang menyatakan dicetak di kertas yang ramah lingkungan. Tapi menurut saya, buku yang tidak dicetak di atas kertas justru lebih ramah lingkungan lagi. Selamatkan lingkungan dengan tidak menggunakan kertas yang diperoleh dari pohon.

Semakin banyak buku yang saya baca dalam bentuk digital, artinya saya sudah menghemat cukup banyak kertas yang dibutuhkan untuk mencetak buku tersebut.

Penutup

Seperti saya sebutkan sebelumnya, selera setiap orang tidak harus selalu sama. Tidak semua orang harus menyukai buku fisik atau buku digital. Yang lebih penting, buku itu dibeli lalu dibaca, bukan hanya jadi penghuni lemari atau gawai Anda saja.

Cobalah untuk membaca beberapa buku digital dengan format dinamis. Bisa mencoba dengan mengunduh buku gratis atau contoh buku dari Google Play Books. Atau ketika membaca buku dengan format pdf, cobalah membaca dengan layar yang lebih besar. Kalau memang merasa tulisan di gawai lebih tidak nyaman daripada membaca buku fisik, ya berarti Anda memang kurang cocok membaca buku digital.

Kalau Anda seorang penulis yang akan menerbitkan buku, bisa mempertimbangkan untuk menerbitkannya dalam bentuk digital. Pesan saya sih kalau bisa gunakan format yang dinamis sehingga lebih enak buat dibaca di mana saja (komputer, tablet, ataupun ponsel). Dengan menerbitkan buku digital, Anda menjangkau lebih banyak orang tanpa kendala ongkos kirim.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.