Menemukan Kembali Motivasi Menulis bersama KLIP

Kemarin saya mendapat kejutan dari grup KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional), grup latihan konsistensi menulis yang saya ikuti sejak kembali ngeblog lagi. Saya mendapatkan sertifikat apresiasi karena sudah menulis 118 tulisan selama tahun 2020. Dari 452 orang yang awalnya berkomitmen mengikuti program KLIP, hanya 197 yang lulus sesi pertama (4 bulan). Dari 197 peserta itu, saya menulis terbanyak ke-2. Selama 120 hari di 4 bulan pertama 2020, hanya ada dua hari saya tidak menulis.

Terharu mendapat sertifikat ini, terimakasih KLIP

Saya merasa terharu. Ketika menulis saya bahkan tidak pasang target apa-apa, saya hanya ingin melatih diri untuk konsisten menulis dan berbagi cerita. Tulisan untuk dibaca di kemudian hari dan suatu saat semoga berguna untuk diri sendiri ataupun pembaca yang lain.

Saya sendiri masih merasa takjub dan wow. Apa saja yang saya tuliskan? Kok rajin banget saya menulis? Itu isinya curahan hati semua ya? Ya, saya menuliskan apa saja yang ingin saya tuliskan, walaupun terkadang butuh waktu untuk memformulasikan apa yang ada di dalam pikiran saya. Grup KLIP memberikan saya banyak kutipan yang mendorong saya untuk tetap menulis.

Motivasi dari KLIP mengutip Pramoedya Ananta Toer

Tulisan saya di blog ini tidak ada topik khususnya. Isinya mulai dari review film, drama korea, opini pribadi, keresahan di masa pandemi, cerita tentang anak-anak, cerita tentang Chiang Mai, sampai tulisan seperti sekarang ini, catatan untuk di baca kemudian hari.

Memaksa Diri untuk Menulis Lagi

Saya jadi terkenang lagi dengan masa awal bergabung dengan komunitas ini. Ada masa di mana saya tidak menulis sama sekali selama beberapa tahun. Ada banyak hal yang membuat saya tidak menulis, tapi awal mulanya tentu saja karena saya lebih banyak berbagi apa yang saya pikirkan di Facebook.

Memang, menulis di Facebook itu biasanya lebih banyak mendapatkan reaksi, walaupun kadang hanya berupa jempol saja. Tulisan di blog begini, saya bahkan tidak tahu siapa yang meluangkan waktu untuk membaca apa yang saya tuliskan. Tidak ada jejak dari pembaca di blog ini.

Tulisan di sini bersifat publik, siapa saja bisa dengan sengaja atau nyasar membacanya. Terkadang saya agak kuatir juga kalau ada yang jadi “kepo” dengan kehidupan kami melaui tulisan-tulisan di sini. Terkadang saya merasa pikiran saya sangat tidak terstruktur jadi malu untuk menuliskan ceracau yang tidak jelas dan tanpa tujuan. Terkadang saya tidak ingin ada yang merasa iri ketika membaca tulisan kami. Semua pikiran-pikiran itu membuat saya berhenti menulis di blog.

Ada masanya di mana tulisan di blog ini isinya hanya tulisan teknis dari Joe. Lalu suatu hari, Joe protes ke saya karena saya tidak pernah menulis lagi. Dia menyuruh saya menulis lagi. Terutama menuliskan seputar kehidupan di Chiang Mai, biar ada catatan untuk kemudian hari.

Kembali menulis setelah sekian lama berhenti menulis itu tidak mudah. Pikiran-pikiran yang sebelumnya tetap ada, sampai akhirnya saya menemukan komunitas yang targetnya tidak muluk-muluk dan saya rasa cukup untuk memaksa saya memulai menulis lagi.

Ketika menetapkan target, kita harus realistis. Memaksakan diri memasang target langsung setinggi langit itu namanya tidak tahu diri. Tahun 2018, komunitas ini namanya masih one day one post 99 day (ODOP99days). Persyaratannya tidak berat, menulis paling tidak seminggu 1 tulisan.

Walau namanya one day one post, tapi syarat minimumnya memang satu tulisan per minggu. Buat saya, target ini gampang sekali. Saya pikir, “Masa sih tidak bisa menemukan satu hal menarik untuk ditulis dalam seminggu.” Dan mulailah saya memaksakan diri menulis satu tulisan per minggu di blog ini.

Setelah memulai, selanjutnya terasa lebih mudah. Semakin banyak yang ingin saya tuliskan. Saya tidak lagi terpaku dengan syarat minimum. Saya mulai menulis lebih dari satu tulisan seminggu.

Menantang Diri Sendiri

Di bulan November 2018, ada ajakan untuk mencoba menulis setiap hari. Saya pikir, coba deh menulis setiap hari, dan ternyata saya bisa! Perasaan bahagia karena ternyata saya bisa menulis setiap hari itu tetap terbawa, saya jadi mengusahakan untuk menulis setiap hari.

Motivasi menulis setiap hari ini bukan karena ada hadiah ataupun sertifikat. Setiap dapat sertifikat seperti ini saya merasa terharu sendiri, dan merasa semakin terpacu untuk lebih baik lagi.

Sejak 2019, program ODOP berganti nama menjadi KLIP. Target menulis minimum 10 tulisan per bulan. Kegiatan KLIP ini tidak memberatkan pesertanya. Masing-masing peserta diberikan kebebasan untuk menentukan topik tulisan ataupun bentuk tulisannya. Target penulisan juga diserahkan ke peserta sendiri. Di akhir tahun 2019, setiap orang diminta untuk merefleksikan perjalanan menulisnya.

Evaluasi Diri dan Menaikkan Target

Melalui refleksi, saya menyadari kelemahan saya dalam menulis. Sehari saya bolos menulis, keesokan harinya akan keterusan bolos. Masalah lainnya juga dalam meneruskan tulisan yang sudah jadi draf. Entah kenapa, tulisan yang setengah jalan, biasanya akan kehilangan greget untuk diteruskan. Dari pengalaman di akhir 2019, di mana 3 bulan terakhir saya mulai kendur dan bermalas-malasan, saya mengupayakan tahun 2020 untuk menjaga semangat menulis setiap hari. Di saat saya tidak cukup waktu menuliskan apa yang sudah dimulai, saya akan tinggalkan tulisan dengan poin-poin yang sudah terpikirkan untuk ditulis, untuk mempermudah melanjutkan draf tulisan.

Target yang ditetapkan sendiri, teman-teman yang saling menyemangati, himbauan untuk merefleksikan kegiatan menulis, membawa saya ke tahun 2020 dengan semangat baru. Terkadang, saya masih mengalami kebingungan mau menulis apa hari ini. Terkadang, saya masih menunda-nunda menulis di penghujung hari. Terkadang masih ada godaan untuk tidak menulis hari ini. Tapi ternyata, sekarang ini menulis menjadi sesuatu yang terasa lebih menyenangkan.

Bonus Menulis Bersama KLIP

Saya senang menulis karena saya bisa bercerita. Saya tidak memikirkan siapa yang membaca atau berharap komentar ataupun reaksi jempol. Saya menulis karena saya ingin menulis. Motivasi menulis dari dalam diri sendiri dan kepuasan untuk diri sendiri. Kalau ada yang mendapatkan manfaat dari tulisan saya, itu bonus.

Saya senang menemukan komunitas KLIP ini. Sejak bergabung di sini saya mendapatkan banyak teman yang hobi literasi. Saya jadi lebih rajin membaca buku. Saya juga belajar menstrukturkan tulisan saya. Saya juga mau belajar memperbaiki tata bahasa saya.

Bonus dari ikut komunitas KLIP ini buat saya adalah bertemu dengan orang-orang hebat yang memiliki motivasi tinggi untuk terus menerus memperbaiki diri. Menjadi ibu, tugas rumahtangga tetap jadi prioritas utama, tapi tentunya tidak menghalangi untuk menghasilkan karya tulisan atau yang lainnya.

Belajar bersama-sama dari sesama anggota juga ada sertifikat apresiasinya. Misalnya beberapa waktu lalu, saya belajar tentang Creative Writing, dan mendapatkan sertifikat apresiasi lagi karena ikut mengerjakan tugasnya.

Tulisan saya ini merupakan bagian dari apresiasi saya untuk semua teman-teman di KLIP. Untuk teman-teman yang mau jadi pengurus KLIP, menghitung jumlah setoran dan memberi sertifikat seperti ini. Untuk teman-teman sesama anggota di KLIP yang juga sering menjadi sumber inspirasi tulisan saya.

Penutup

Motivasi terbaik itu harus berasal dari dalam diri. Awalnya mungkin kita butuh memaksakan diri. Tidak cukup 21 hari untuk membangun kebiasaan baik, tapi harus terus menerus dilatih dan jangan ditinggalkan.

Menemukan komunitas yang sesuai dengan kemampuan kita tidak selalu mudah. Komunitas yang baik juga akan selalu mengingatkan dan menyemangati anggotanya, tapi pada akhirnya kembali ke diri kita sendiri.

Motivasi menulis saya akhirnya ditemukan kembali setelah saya bergabung dengan KLIP. Sekarang ini rasanya ada yang hilang jika saya tidak menulis setiap hari. Terimakasih KLIP.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.