KMovie “Mr. Zoo: The Missing VIP” (2020)

Review film kali ini merupakan kegiatan review bareng ke-2 bersama teman-teman di WAG drakor dan literasi (iya isinya memang teman-teman yang hobi nonton drama Korea selain menulis setiap hari). Alasan memilih film ini tentu saja karena film yang baru release di awal tahun 2020 ini genrenya drama komedi yang cocok ditonton bersama dengan keluarga.

Poster Film “Mr. Zoo : The Missing VIP” (sumber: IMDB.com)

Judul dari film ini merupakan cara penulisan romanisasi dari nama tokoh utamanya, tapi sebenarnya penulisannya bukan Zoo, melainkan Joo. Tapi namanya romanisasi, tentu saja tidak harga mati. Bunyinya masih mirip-mirip lah ya Joo ataupun Zoo. Dalam ceritanya si mister ini akan punya kemampuan dengan banyak binatang, maka pemakaian kata Zoo sekalian menggambarkan kumpulan hewan yang banyak tampil di film ini.

Kalau mau cari tau apakah film berdurasi 113 menit ini cocok untuk tontonan keluarga Anda, silakan lanjutkan membaca sampai habis. Siapa tahu lagi tidak ada ide mau menonton apa di akhir pekan ini.

Ceritanya

Mr. Joo Tae-Jo (diperankan oleh Lee Sung-min) adalah seorang agen keamanan nasional yang bertugas untuk mengawal tamu VIP dari Cina. Tamu VIP kali ini seekor panda. Cerita dimulai ketika pandanya diculik orang jahat dan Mr. Joo gagal melindungi karena dia jatuh terbentur kepalanya.

Trailer film Mr. Zoo: The Missing VIP

Sedikit informasi tentang Mr. Joo, dia ini punya anak gadis yang merasa kurang mendapatkan perhatian dari papanya. Anaknya memanggil dia Mr. Joo dan bukan panggil papa. Istri Mr. Joo ini sudah meninggal. Di masa hidupnya, istrinya seorang yang sangat peduli dengan binatang dan sifat ini diwarisi ke anak perempuannya. Tapi walau istri dan anaknya peduli dengan binatang, Mr. Joo tidak demikian dan bisa tergolong zoophobia alias tidak suka dengan binatang apapun.

Bisa dibayangkan orang yang tidak suka dengan binatang, diberikan tugas untuk mengawal binatang. Walaupun binatang itu lucu dan fluffy seperti panda kalau tidak suka ya tidak suka. Nah, keadaan jadi berubah ketika dalam usahanya mencegah penculikan panda, dia terjatuh dan kepalanya terbentur keras. Ketika dia bangun, dia jadi bisa mendengar binatang berbicara.

Kalau ada orang yang bercerita ke kita bahwa dia bisa mengerti apa yang dibilang oleh seekor binatang, reaksi kita tentu tidak percaya dan berpikir dia perlu diperiksakan kesehatan jiwanya. Nah, hal yang sama terjadi dengan Mr. Joo, karena dia gagal menjaga Panda yang merupakan tamu penting dari Cina, dia terancam diberhentikan dari pekerjaanya.

Kemampuan dia bisa berkomunikasi dengan binatang jadi berguna dalam usahanya menyelidiki siapa yang menculik panda dan di mana mereka bersembunyi. Dalam usahanya mencari panda yang diculik, dia berpartner dengan seekor anjing militer yang awalnya malah mau kabur dari tugas sebagai anjing militer.

Penjahat yang menculik panda ini motivasinya tentu saja duit. Mereka ingin mengambil DNA dari panda untuk dijadikan bentuk mininya, lalu mereka berniat menjual panda kecil-kecil supaya menjadi peliharaan. Jadi nantinya panda kecil itu akan seperti seekor kucing saja.

Di dalam film ini, hampir semua binatang berbicara ke Mr. Joo, awalnya dia sampai pusing sendiri karena bisa mendengar semua sekaligus berbicara. Tapi lama-kelamaan, ditunjukkan dia sudah bisa menyaring informasi. Dalam usahanya mencari panda yang hilang, ada banyak adegan di mana dia berkomunikasi dengan berbagai binatang.

Bagaimana kisah kelanjutannya? apakah Mr.Joo berhasil menemukan panda yang hilang dan menangkap penjahatnya? Apakah dia akhirnya dipecat karena gagal melakukan tugasnya menjaga panda si tamu VIP? Ini sih bisa dilihat sendiri di filmnya.

Hal yang menarik

Dalam produksinya, film ini memanfaatkan teknik CGI (Computer Generated Imagery). Jadi tidak ada hewan yang disakiti dalam produksinya. Kalau penasaran tentang CGI, bisa dilihat video berikut ini

Teknik CGI untuk binatang yang berbicara dalam film Mr. Zoo

Khusus untuk tokoh panda, diperankan dengan menggunakan aktor yang berkostum panda dan diisi suara oleh artis Yoo Inn-na. Sedangkan untuk anjing militernya menggunakan anjing yang terlatih dan diisi suaranya oleh Shin Ha-kyun. Untuk binatang-binatang lainnya, banyak juga menggunakan aktor kenamaan seperti Kim Soo-mi dan Lee Sun-kyun.

Pelajaran yang bisa diambil

Film ini berusaha mengajarkan kita untuk memperlakukan binatang seperti manusia yang punya perasaan juga. Kalau biasanya digambarkan binatang berkorban untuk menyelamatkan manusia, bagaimana kalau dibalik manusia jadi korban untuk menyelamatkan binatang?

Tapi kadar untuk menyayangi binatang di film ini tidak terlalu berlebihan juga. Tidak ada ajaran untuk berhenti mengkonsumsi produk hewani misalnya, hehehe. Kalau menurut saya sih, bagus juga mengajarkan kepada anak untuk menyayangi mahluk hidup lainnya.

Sedikit kritik untuk film ini

Saya pernah melihat panda di kebun binatang di Chiang Mai. Lingkungan hidup panda itu biasanya harus dijaga sangat dingin. Dalam film ini, penjahatnya menculik panda tapi tidak memikirkan lingkungan yang sesuai untuk seekor panda. Padahal mereka berencana untuk mendapatkan keuntungan dari panda itu. Harusnya mereka berusaha menjaga supaya panda itu tetap hidup sampai misi mereka berhasil.

Untuk penjahat yang sepertinya sudah keren sekali memikirkan menciptakan panda kecil dari rekayasa genetika, tempat persembunyian mereka juga terkesan kumuh. Padahal harusnya mereka sudah cukup punya modal makanya bisa mempunyai teknologi rekayasa genetika.

Tapi namanya juga film, mungkin mereka tidak memikirkan sedetail itu juga karena fokusnya lebih ke kemampuan berkomunikasi dengan binatang yang digunakan untuk melacak jejak penculik panda.

Penutup

Film ini cukup menarik untuk ditonton bersama anak-anak. Buat orang dewasa, jalan ceritanya mungkin agak terlalu lambat dan kurang seru karena terlalu banyak percakapan dengan binatangnya. Tapi ya, film ini bagus juga dipakai untuk mengajarkan beberapa fakta tentang binatang dan cara memperlakukan binatang peliharaan.

Gimana, masih belum yakin mau nonton film ini atau tidak? Kalau masih kurang puas dengan review saya ini, bisa dibaca review teman-teman saya berikut ini:

  1. Fatimah Azzahra
  2. Alienda Sophia
  3. Imawati A. Wardhani
  4. Dian Kusumawardani
  5. Lithaetr
  6. Gita
  7. Rijo Tobing
  8. Dui Tobing

4 thoughts on “KMovie “Mr. Zoo: The Missing VIP” (2020)”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.