Menjahit Masker Kain

Di saat orang-orang sudah punya banyak koleksi masker warna warni, kami cuma punya 1 masker kain seorang. Padahal katanya harus diganti setiap beberapa jam supaya maskernya tetap efektif menangkal virus.

Jahitannya masih kurang rapi dan ada yang tidak rapat

Pada dasarnya saya tidak suka memakai masker, bernafas dengan masker itu tidak nyaman. Tapi ya, di era normal baru ini, ada kewajiban untuk memakai masker di tempat-tempat tertentu. Selama ini sih, saya tidak butuh masker karena di rumah saja. Sekarang, sudah berani keluar rumah karena memang sudah cukup aman, tapi akhirnya jadi butuh masker kain sebagai syarat.

Memang memakai masker itu apalagi kalau kita sedang sakit ada baiknya. Minimal untuk mencegah virus kita tidak menyebar kemana-mana. Ada tidak ada pandemi Covid-19, sebagian orang ada yang suka menggunakan masker kain, misalnya saja untuk pengendara sepeda motor.

Nah, masalahnya, karena kami cuma punya 1 masker yang bisa dicuci, kalau dipake kelamaan ada aroma agak bau jadinya. Mau tak mau harus menambah koleksi masker deh.

Kemarin, saya sudah berniat mampir ke apotek untuk mencari masker kain. Eh, apoteknya tutup. Cari di apotek lain, eh mereka tidak punya masker kain, adanya yang sekali pakai. Akhirnya, saya tergerak juga untuk duduk menjahit masker kain. Sesuatu yang sudah dilakukan oleh banyak orang dari beberapa bulan lalu, hehehe.

Ini dia masker hasil jahitan pertamaku, gak keliatan yang gak rapinya kalau dipakai haha.

Beberapa waktu lalu, saya sudah meminta pola masker kain yang dijahit oleh teman saya di Singapura. Dia sudah menjahit banyak sekali masker kain. Salutlah melihat tumpukan masker kain yang sudah dia kerjakan. Dia menjadi sukarelawan untuk menjahit masker kain yang akan dibagikan gratis. Masa saya menjahit 1 saja tidak ? Kasian mesin jahit saya tidak ikutan trend menjahit masker kain di masa pandemi.

Jadilah gunting-gunting kain katun yang tersisa dari jahit piyama. Eh tapi kalau kain katun saja jadinya cuma 2 lapis dong. Kepikiran supaya 3 lapis, saya tambahkan tengahnya dengan kain bekas singlet anak-anak yang sudah mulai robek.

Saya pikir menjahitnya akan mudah. Ternyata saya salah. Pertama, mengguntingnya juga harus rapi supaya waktu menjahitnya tidak ada yang terlepas. Saya masih harus belajar untuk menggunting kain yang dilipat sekaligus. Untuk menjahitnya juga karena agak melengkung, butuh dipastikan lengkungannya bertemu supaya tidak tertinggal.

Hasil jahitan hari ini masih kurang rapi, tapi saya sudah tahu untuk membuatnya lebih rapi. Butuh latihan saja. Targetnya besok-besok mau jahit 1 masker lagi untuk ukuran anak-anak seperti yang saya jahit hari ini.

Berikutnya saya mencoba untuk menjahit masker kotak yang berlipat. Dari segi menggunting dan menjahitnya, membuat masker ini lebih mudah. Kemarin waktu saya coba memakai masker 3 lapis ternyata tetap tidak enak bernapasnya, jadi hari ini saya hanya membuat masker 2 lapis saja dan membuat kantongan ditengah supaya bisa diisi tissue/lapisan ke-3.

Percobaan pertama, gunting kain 18×18 cm 2 lembar, dan karet kira-kira 8 cm. Ternyata karetnya kependekan, tapi kalau yang makai Jonathan sih, masih bisa. Akhirnya bikin lagi dengan karet agak dipanjangin, eh tapi malah kepanjangan. Akhirnya bikin lagi yang ke-3 dengan kain yang warnanya berbeda dengan ukuran 17x17cm, dan talinya diantara percobaan pertama dan ke-2.

Percobaan ke-3 memang dikurangi 1 cm dari ukuran sebelumnya, karena rencananya buat Joshua. Waktu dicobakan yang ukuran 18×18 cm, mukanya Joshua ketutupan semua jadinya. Makanya saya coba kurangi ukurannya, karena yang ukuran besar itu memang lebih cocok untuk muka orang dewasa.

Waktu menjahit lipatannya, saya melipatnya dengan ilmu kira-kira saja. Kalau orang perfeksionis, mungkin akan ambil penggaris supaya lipatannya bisa terlihat lebih rapi. Kalau mau lebih rapi, harusnya pinggiranya diberikan binding/bias tape. Tapi buat saya, begini saja sudah cukuplah.

Saya kepikiran mau menambahkan kawat di bagian hidung, tapi belum nemu pakai kawat apa. Soalnya kalau kawatnya tidak bagus, bisa-bisa jadi berkarat ketika dicuci. Mungkin nanti bisa juga menggunakan kawat bekas dari masker sekali pakai. Selain itu mungkin masih mau mencoba pola masker yang lain. Tapi sepertinya yang paling gampang ya masker lipat yang kotak.

Gimana dengan Kamu, sudah punya berapa masker kain sekarang ini? Atau sudah berapa banyak hasil menjahit maskernya?

One thought on “Menjahit Masker Kain”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.