Annyeong!

Hari ini kembali dengan tema kokoriyaan bareng grup drakor dan literasi. Tak terasa, sudah masuk tema ke-9 dari 10 tema yang ditetapkan untuk bulan ini. Harap maklum kalau dalam 3 bulan ini akan banyak cerita seputar drama Korea dan yang berhubungan dengan Korea.

Salah satu dari efek tidak langsung dari menonton drakor (seperti halnya dari menonton film berbahasa asing lainnya) adalah beberapa kata yang sering didengar jadi menempel di ingatan, dan ketika ngobrol dengan sesama penggemar drakor lainnya, terbawa deh dengan kata-kata yang sering didengar.

Walau sudah agak banyak kata-kata yang dipelajari, tapi sampai sekarang masih belum bisa juga menonton tanpa subtitle. Oh ya, jadi sejak saya menonton film itu terbiasa dengan subtitle Inggris, nonton drakor juga pakai subtitle Inggris. Baca subtitle Indonesia terkadang terjemahannya terasa aneh, hehehe.

Penonton drakor Indonesia pasti mengerti ini (sumber IG: @drakor.zone)

Kira-kira yang terjadi jadinya seperti yang disebutkan dalam video yang diupload di IG @drakor.zone ini. Pemirsa kdrama Indonesia itu mendengar bahasa Korea, membaca bahasa Inggris, dan berpikir dalam bahasa Indonesia sambil melihat detail apa yang terjadi. Benar-benar latihan yang baik untuk otak tidak diam saja (alasan atau pembenaran ini?)

Tapi sejak bertemu dengan teman-teman yang hobi nonton drakor, belakangan jadi mulai terbiasa ada percakapan seperti ini di WA Group:

Anyeong, Chingudeul! Udah nonton drama terbaru dari uri oppa XXX ? (gantikan tiga huruf X dengan singkatan dari nama aktornya.

Terus akan ada yang jawab: Udaaah, uri oppa daeebaaaak!

Terus akan ada yang menyambung: Jinnja? judulnya apa? aduh jadi pengen nonton deh.

lalu ada yang bilang: aku juga pengen nonton, tapi paket data habis, aku harus ohttokke?

Percakapan tersebut tentu saja hanya terjadi dalam imajinasi saya. Kalau sudah terbiasa menonton beberapa drama, kata-kata bercampur seperti itu sudah biasa, mungkin sama saja dengan saat ini kita sudah sering dengar istilah bahasa Indonesia bercampur bahasa Inggris.

Seperti halnya bahasa Sunda sering muncul dalam buku teenlit yang pernah saya baca. Saya sendiri walau tidak bisa berbahasa Sunda masih sering menggunakan kata ‘kumaha atuh’ atau beberapa akhiran seperti ‘euy’ dan ‘mah’, yang sering dipakai ketika di Bandung.

Eh iya, hampir lupa, jadi apa maksud dari percakapan imajinasi tadi?

Anyeong itu kata salam yang diucapkan ketika bertemu dan berpisah. Jadi dalam bahasa Thai mirip dengan Sawasdee. Kalau dalam bahasa Indonesia ya ketika bertemu bermakna halo, ketika berpisah bermakna sampai jumpa. Pokoknya paling gampang ya udah ingat aja anyeong = salam.

Chingudeul itu artinya teman-teman (kalau cuma satu chingu). Jadi kalau disambung dengan kata sebelumnya Anyeong Chingudeul itu kira-kira maksudnya Halo teman-teman!

Uri Oppa itu dari Uri = kita, oppa = sebutan perempuan untuk lelaki yang lebih tua. Penggunaan kata uri ini mirip dengan orang Thailand juga yang bilang punya kami/kita untuk bilang punya dirinya sendiri. Intinya sih ngaku-ngaku milik, ngaku-ngaku kalau uri oppa = abangku atau abang kita.

Daebaak itu maknanya keren pisaaan kalau kata orang Sunda. Kerenlah pokoknya mah. Jadi, ini sih namanya percakapan penggemar drakor, tentu saja seringlah apa-apa yang keren disebut: daebaaak (dengan jumlah huruf a yang bervariasi menyatakan kata tersebut disebutkan dengan panjang).

Jinnja? artinya mirip dengan congmal?, artinya kira-kira; eh beneran? atau seriussss? terus bisa dijawab dengan “iya beneran” dengan kata jinnja juga yang artinya “beneranlah, masa aku bohong sih.” .

Ohtokke artinya bagaimana, jadi kira-kira kalimat aku harus ohtokke ini kayak mau nanya aku harus bagaimana?

Nah, cigem (sekarang) tentunya sudah mengerti kan isi percakapan campur aduk. Kalau belum ya tidak apa-apa, berarti waktunya mulai nonton drakor supaya terbiasa dengan kata-kata di atas, hehehe.

Sebenarnya masih banyak sih kata-kata lain yang akhirnya jadi terbawa dalam percakapan di WAG. Tapi dalam keseharian, saya sih belum menggunakannya seperti halnya penggunaan dialek Sunda atau Batak. Mungkin karena saya tahu kalau saya ngomong gitu ke Joe, pasti dia nanti malah bingung ini istrinya lagi ngomong apaan, hehehe. Paling-paling Joshua yang suka ngomong anyeong haseyo karena dia pernah mendengar saya lagi belajar bahasa Korea pakai aplikasi.

Eh tapi, kalau mau tau lebih banyak tentang kata-kata yang sering dipakai dalam drakor yang mulai populer di kalangan pemirsa drakor, bisa coba baca tulisan dari teman-teman saya yang jauh lebih lengkap mulai dari kata-kata yang dipakai sehari-hari, koleksi stiker sampai ungkapan cinta dalam bahasa Korea. Pokoknya periksa saja satu persatu tulisan dari uri chingudeul ya, mulai dari Lala, Rian, Rani, Lendyagasshi, Dian K, dan Gita .

Anyeong! Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

9 thoughts on “Annyeong!”

    1. hahaha, aniyooo, ini mah imajinasi, aslinya lebih banyak lagi kata2 dipakai, tapi nanti pembaca tambah lieur

    1. hahaha, iya di sini ga ada stikernya, padahal biasa juga penuh dengan stiker2 omo omo gitu ya hehehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.