YouTube, Sahabat Drakorian

Jumpa lagi di tulisan kokoriyaan. Kali ini masuk tema ke-14 tentang channel YouTube pelengkap dan pendamping hobi nonton para drakorian (orang yang nonton drakor). Untuk menuliskan tentang topik ini, saya perlu melihat lagi apa yang muncul di Youtube saya.

YouTube ini loginnya terhubung dengan Google. Seperti Google, YouTube juga punya catatan dari apa saja yang saya cari, baca, dan tonton sebelumnya. Hasilnya, beginilah halaman pertama ketika saya membuka YouTube saya.

YouTube Home saat ini

Sekarang ini lagu-lagu dari drama Hospital Playlist memang yang paling sering saya dengarkan. Selain itu, YouTube juga menawarkan klip pendek dari acara Twogether yang pernah saya tuliskan di topik sebelumnya. Kemarin saya baru mencoba mendengarkan sountrack dari drama yang sedang saya ikuti saat ini: “It’s Okay to Not Be Okay”, dan selain itu saya juga baru mendengarkan lagi permainan piano Capt Ri dari CLOY (Crash Landing on You).

Kalau dilihat dari video yang direkomendasikan oleh YouTube ini, saya lebih mengikuti yang namanya search box alias kolom pencarian. Jadi setiap kali saya ingin melihat lagu dari drama tertentu, atau klip singkat dari acara tertentu, atau behind the scene dari drama tertentu saya akan ketikkan saja kata kunci yang ingin dicari. Kadang-kadang bahkan ada potongan scene yang menarik dari drama tertentu bisa dilihat ulang di YouTube daripada harus mencari sendiri dan mengingat-ingat ada di episode berapa menit ke berapa.

Konten di YouTube ini tidak semuanya legal. Kadang-kadang saya bahkan menemukan ada yang mengunggah drama beberapa puluh episode secara utuh, lengkap dengan subtitlenya ke YouTube. Jadi kadang-kadang, kalau ada drama lama yang ingin saya lihat dan tidak ada di Netflix, saya mencoba juga mencari di Youtube. Walaupun menonton drama di YouTube ini ada resikoya: belum selesai ditonton bisa jadi kontennya hilang kalau ada yang melaporkan.

Eh tapi, setelah dilihat-lihat lagi, ada sih 1 channel yang sering muncul di halaman Home YouTube saya dan sering memberi rekomendasi video untuk ditonton, dan akhirnya saya subscribe juga. Channel tersebut adalah The Swoon. Channel ini isinya seputar drama-drama baru yang sedang tayang di Netflix. Bisa dibilang channel ini seperti usaha Netflix mempromosikan drama baru yang sedang mereka tayangkan.

Swoon ini powered by Netflix, isinya segala sesuatu yang bikin pengen nonton drama baru di Netflix

Saya sebenarnya jarang mencari-cari behind the scene ataupun potongan klip dari drama Korea. Saya ingat, pertama kali melihat channel The Swoon ini karena penasaran dengan kelanjutan drama CLOY. Ketika melakukan pencarian di YouTube, channel ini yang banyak memberikan klip-klip wawancara dan behind the scene lengkap dengan subtitle Inggris. Menurut saya channel ini salah satu faktor yang sangat berperan mendongkrak popularitas CLOY.

Channel The Swoon dengan sangat sistematis menayangkan cuplikan-cuplikan wawancara atau aneka permainan dari Ri-Ri Couple. Untuk drama sebelum CLOY mereka hanya memberikan permainan Jenga selain behind the scene, tapi sejak CLOY mereka makin kreatif mulai dari official teaser, Couch Talk, main Pingpong bikin kalender untuk fans dan tentu saja behind the scene. Atau, mungkin juga mereka sudah berusaha dari drama-drama sebelumnya, tapi saya baru menemukan channelnya waktu nonton CLOY.

Sebagian Playlist The Swoon berdasarkan drama

Setelah sukses mendongkrak popularitas CLOY, channel ini meneruskan mengunggah aneka konten untuk semua drama-drama baru yang ditayangkan di Netflix. Channel ini lumayan menjadi hiburan untuk pemirsa yang menanti-nantikan tayangan drama yang hanya 1 atau 2 episode setiap minggunya. YouTube juga semakin sering merekomendasikan konten yang baru tayang di channel ini sejak CLOY. Hasilnya salah satunya saya jadi menonton drama Chocolate walaupun awalnya sangat terasa lambat dan kemudian Itaewon Class, dan sekarang It’s Okay to Not Be Okay.

Ada beberapa drama baru yang tetap tidak saya tonton karena genrenya tidak sesuai dengan tontonan saya pada umumnya. Tapi saya yakin banyak yang seperti saya juga jadi tertarik menonton dramanya setelah melihat klip singkat yang tampil di channel The Swoon ini.

Selain channel The Swoon, channel lain yang juga saya kunjungi tentunya channel Talk To Me in Korean. Channel ini dikunjungi kalau lagi rajin belajar bahasa Korea saja, kalau lagi kurang rajin ya ga ditoleh juga, hehehe. Belakangan ini agak jarang buka channel belajar Korea, makanya tidak ada di halaman Home YouTube dan hampir lupa dengan channel ini.

Saya termasuk agak malas berlama-lama menonton klip video di YouTube. Biasanya, kalau mendengarkan lagu-lagu, ya saya cuma jalankan di belakang saja. Sekarang ini saya juga jarang melihat teaser ataupun behind the scene dari drama yang sedang saya ikuti. Malas memulai sih tepatnya, kalau sudah mulai, bahaya bisa keterusan melihat yang direkomendasikan selanjutya. Jadi memang lebih baik tidak dimulai supaya tidak keterusan, hehehe.

Nah, kalau mau tau lebih banyak tentang channel lain seputar kokoriyaan, bisa baca rekomendasi dari teman-teman saya. Mereka jam terbangnya lebih tinggi daripada saya seputar YouTube Channel ini, hehehe. Jangan lupa kunjungi tulisan mereka ya.

5 thoughts on “YouTube, Sahabat Drakorian”

    1. hahaha berhasil mereka bikin pemirsa penasaran, biasanya pdhl nonton mah nonton aja. balada nonton on going itu jadi nyasar ke the swoon

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.