Game Favorit Joshua

Kalau sudah bosan dengan berbagai mainan fisik yang dimiliki, Joshua suka bermain game di berbagai platform (iPad, Android, Nintendo 3Ds, dan macOS). Saat ini Joshua berusia 5 tahun, dan dia menyukai game di mana dia bisa mengkonstruksi sesuatu, dan biasanya yang dikonstruksi pertama adalah huruf dan angka. Posting ini sekedar jadi catatan kenangan game-game yang saat ini disukai Joshua.

Toca Builders

Game ini seperti kanvas 3D, kita mengendalikan karakternya untuk membentuk apa saja. Game ini tersedia untuk Android dan iOS. iPad yang dipakai Joshua usianya sudah sekitar 7 tahun dengan OS 10 dan game ini masih bisa dipakai di situ. Joshua sudah suka ini sejak sekitar 3 tahun, dan dia memulai dengan bentuk mendatar saja. Karena waktu itu dia sedang suka berhitung, bentuk yang dibuat adalah angka-angka.

Setelah agak lama, dia mulai bisa berpikir 3D dan membuat benda yang tegak misalnya huruf yang berdiri untuk membentuk kata-kata.

Setelah itu dengan melihat berbagai jenis objek contoh yang diberikan di game, dia mulai menirunya juga. Contohnya di bawah ini adalah membuat pohon. Joshua memang bisa membuat bentuk seperti ini dengan Lego, tapi saya cukup kagum dia bisa membuatnya di kanvas 3D. Tokoh dalam Toca Builders tidak bisa berinteraksi dengan benda-benda yang ada, jadi sekarang Joshua sudah bosan main game ini.

Toca Blocks

Ini bisa dianggap versi 2D dari Toca Builders. Game ini juga tersedia di Android dan iOS. Di Toca Builders benda yang dibentuk tidak interaktif, tapi di Toca Blocks sifatnya interaktif. Selain bisa membentuk sebuah dunia, ada 3 tokoh yang bisa digerakkan ke mana saja dan juga memiliki animasi (berlari, menari, dsb). Blok-blok yang ada juga bisa digabung untuk membentuk blok baru. Game ini jauh lebih seru dibandingkan Toca Builders.

Algodoo

Algodoo sebenarnya bukan game, tapi Physics simulator gratis. Aplikasi ini tersedia untuk PC, macOS dan iPad. Tapi bisa dianggap permainan karena memang bisa dipakai untuk main-main seperti Toca Builders. Di aplikasi ini kita bisa membuat objek yang memiliki materi tertentu dan akan terpengaruh gravitasi dan gaya lain (misalnya pegas/spring).

Joshua tahu aplikasi ini dari beberapa video Youtube Marble Race yang dibuat dengan Algodoo. Joshua biasanya main ini di macOS dan iPad. Sekarang ini dia sudah agak bosan dengan Algodoo, tapi mungkin nanti kalau dia sudah lebih paham fisika akan tertarik lagi main ini.

Joshua suka membuat bentuk-bentuk, lalu digantung dengan tali virtual atau diberi pegas . Atau kadang bentuknya dihancurkan dengan mengubah materialnya menjadi air. Hal lain yang suka dilakukan adalah membuat lingkaran-lingkaran yang jatuh karena gravitasi.

Minecraft

Setelah melihat Jonathan bermain minecraft, Joshua menjadi tertarik. Awalnya sih sekedar berjalan-jalan saja di dunia minecraft, lalu lama-lama dia mengerti bagaimana memakai menunya, mencari berbagai objek (nama-namanya dihapalkan). Jonathan mengajari beberapa “resep” crafting, dan Joshua sudah bisa melakukannya.

Awalnya Joshua bingung tentang orientasi berbagai objek di Minecraft, misalnya ketika membuat portal, portalnya tidak jalan karena ada blok yang meski sudah benar tapi salah arah. Sekarang dia sudah mengerti, dan jika melihat tutorial Youtube sudah bisa mengikuti.

Joshua juga menghapalkan beberapa command dan mengetik sendiri. Beberapa command favoritnya misalnya adalah untuk mengubah cuaca, dan “cheating” agar mendapatkan semua advancement. Satu-satunya hal negatif adalah: Joshua suka menggunakan command /kill yang akan membunuh karakternya sendiri. Joshua suka menirukan kalimat-kalimat penutup ketika karakternya mati, misalnya: ABC123Josh was killed by intentional game design atau ABC123Josh didn’t want to live in the same world as spider.

Super Mario Maker 3DS

Super Mario Maker adalah game untuk membuat level game Super Mario Bros. Di game ini kita membuat sendiri level, lalu bisa dimainkan (bisa juga sharing level dengan orang lain). Tentunya di dalam level-nya Joshua suka menyisipkan bentuk alphabet.

Monument Valley dan Monument Valley 2

Game Monument Valley dan Monument Valley 2 merupakan game optical illusion dan impossible objects. Secara visual sangat menarik untuk orang dewasa, tapi menurut saya agak membosankan untuk anak-anak. Sebenarnya saya masih tidak tahu kenapa Joshua suka game ini, tapi dia sudah menyelesaikan semua levelnya berkali-kali. Dia suka membaca nama-nama judul levelnya, tapi di gamenya sendiri dia lebih sering mencoba-coba saja sampai solved.

Beyond ynth

Ini salah satu game yang disuka Joshua yang sifatnya bukan mengkonstruksi sesuatu. Di game ini kita mengendalikan sebuah Ladybug bernama Kribl dalam petualangannya. Sifat game ini action puzzle, jadi agak rumit karena butuh berpikir dan bergerak cepat.

Awalnya dia minta game ini dari melihat video Youtube. Jarang sekali Joshua meminta game atau mainan walau dia melihat banyak video Youtube. Ketika saya belikan gamenya, dia menyerah karena sulit sekali baginya untuk melakukan gerakan tertentu.

Ternyata setelah itu dia mencoba lagi beberapa kali sampai bisa semua tutorialnya. Tapi dititik ini dia masih sering stuck, jadi setelah selesai tutorial, dia pilih sendiri menu untuk mereset gamenya. Dan setelah itu dia mulai main lebih jauh lagi. Di gamenya ada link Youtube untuk menyelesaikan tiap levelnya. Biasanya kalau sudah stuck, Joshua akan melihat video youtubenya untuk tahu solusinya. Solusinya kadang cukup panjang, jadi butuh beberapa kali melihat dan mencoba sampai bisa.

Ini game yang memiliki nama level aneh-aneh, misalnya Swiss Cheese, Mount Etna, Mount Vesuvius, Mount Eyjafjallajökull. Selain memainkan game, Joshua senang sekali membaca dan menghapalkan frasa dan kalimat di dalam game. Sering juga dia minta diajari pengucapan kata yang sulit seperti Gunung Vesuvius, tapi kadang saya menyerah kalau kata-katanya terlalu sulit seperti Gunung Eyjafjallajökull, dan saya bantu dengan Google saja.

Game dan aplikasi lain

Sebenarnya kadang Joshua main juga game-game lain, tapi biasanya hanya beberapa menit saja lalu bosan. Game-game yang saya sebutkan di atas sudah dimainkan dalam jangka waktu lama.

Kadang kalau dia melihat saya sedang membuat presentasi, dia juga ikutan membuat Keynote. Biasanya yang dibuat adalah presentasi tentang Alphabet, dengan huruf, kata, dan ikon yang dia pilih dari daftar ikon default yang ada di aplikasi keynote (seperti A for Apple).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.