Cerita Belanja Online

Jaman sekarang, belanja online sudah menjadi hal yang biasa dan semakin mudah dilakukan. Penjual tidak harus membangun aplikasinya sendiri karena sudah banyak tersedia marketplace yang yang memberikan subsidi dan berbagai penawaran untuk menarik pembeli menjadi pengguna layanannya.

Kalau dulu berbelanja online hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, saat ini sudah ada banyak cara mudah membayar, bahkan ada pilihan untuk membayar ketika menerima barangnya. Kami juga termasuk salah satu yang sering dimanjakan dengan berbelanja online.

Hari ini saya mau cerita pengalaman baru-baru ini dengan seorang penjual di salah satu marketplace tersebut.

Beberapa waktu lalu, kami memesan secara online dari seorang penjual yang ratingnya baik-baik saja. Walau pengiriman agak lama dibandingkan dengan penjual lainnya yang biasa kami pesan dari dalam negeri Thailand ini, tapi barangnya sampai dan baik-baik saja.

Lalu, karena melihat penjual tersebut mengupdate stok barang dagangannya dalam jumlah yang lebih banyak, kami memesan ulang dengan jumlah yang lebih banyak. Berdasarkan pengalaman dari pesanan sebelumnya, kami masih memaklumi kinerja penjual tersebut yang tidak langsung mengirimkan barang segera. Barang yang kami beli memang bukan barang yang perlu dibeli segera.

Setelah beberapa hari, penjual tersebut menelpon dan memberitahu kalau stok barang yang kami pesan tidak lengkap dan baru akan datang barang hari Sabtu. Kami bisa memilih untuk membatalkan pesanan, atau memperpanjang waktunya supaya kinerja dia tidak dianggap lambat oleh sistem. Lalu, kami setuju untuk memperpanjang waktu pemesanan karena si penjual berjanji akan mengirimkan hari Sabtu (dia menelpon di hari Kamis).

Setelah lewat hari Sabtu, kami melihat status pemesanan tetap tidak ada pengiriman. Hari Selasa pagi, pesanan dibatalkan otomatis oleh sistem. Pagi itu, setelah sekitar 1 jam dari pesan pemesanan otomatis, penjualnya menelpon saya lagi. Dia menjelaskan kalau barangnya baru akan dikirim, tapi sudah terlanjur dibatalkan oleh sistem. Lalu dia meminta saya mengirim uang di luar sistem. Respon saya? tentu saja menolak mentah-mentah.

Penjual tersebut masih berusaha menjelaskan kalau duit saya pasti kembali dari sistem, tapi terkadang butuh waktu beberapa hari untuk kembali. Dia membujuk saya kirim saja langsung di luar sistem karena dia akan kirim langsung hari itu juga. Dengan tegas saya menolak dan berkata kalau saya akan memesan ulang dari sistem ketika uang sudah kembali.

Sebenarnya, saya yakin dan percaya kalau duit saya akan kembali oleh sistem. Tapi, saya jadi agak tidak percaya dengan penjual yang meminta untuk bertransaksi di luar sistem. Ibaratnya, kalau saya minta dia mengirim lebih dulu lalu nanti akan saya kirim duitnya apakah dia akan percaya? Sayangnya dia tidak menawarkan hal tersebut.

Kalau seandainya dia bilang akan tetap dia kirimkan dan nanti bayar ketika sudah menerima barangnya, mungkin akan saya setujui. Atau bahkan, kalau dia meminta saya memesan ulang dari sistem dan akan langsung dikirimkan, saya masih akan setujui.

Menurut saya, sistem jual beli yang ada di online marketplace sudah dirancang untuk melindungi pihak penjual dan pembeli. Kalau ada penjual yang meminta pembeli bertransaksi di luar sistem, pembeli tidak akan dilindungi oleh sistem lagi dan kalau si penjual tidak jadi mengirimkan barang, pembeli tidak bisa mengklaim apapun lagi.

Pelajarannya buat teman-teman yang mungkin berjualan di marketplace, jika memang ada keterlambatan pengiriman, bisa dikomunikasikan dengan pembeli, tapi jangan pernah meminta pembeli bertransaksi di luar sistem. Karena sekarang kepercayaan saya terhadap penjual yang meminta transaksi di luar sistem jadi berkurang sekitar 50 persen, hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.