Ngomongin Uang

Gara-gara ngobrolin drama Record of Youth, saya jadi tahu kalau ternyata memang tidak semua orang merasa nyaman ngomongin uang. Mungkin karena tidak biasa dan takut terjadi salah paham, karena ngomongin uang memang bisa jadi salah paham dan jadi masalah yang sensitif.

pohon uang hanya tumbuh dalam game The Sims

Ada yang bilang uang tidak bisa membeli segalanya, tapi kalau tidak ada uang tidak bisa membeli apapun. Banyak yang tidak suka ngomongin uang karena nanti terkesan materialistis atau mata duitan.

Nah, kalau buat saya, ada hal-hal yang perlu dibicarakan, ada juga yang tidak. Ngomongin uang dengan pasangan juga perlu, supaya sama-sama tahu kondisi keuangan keluarga dan bisa punya kesepakatan dalam merencanakan pengeluaran. Saya sudah ngomongin uang dengan Joe sejak masih pacaran, hehehe.

Saya jadi ingat, saya pernah punya teman yang selalu mengidentifikasi orang lain dengan apakah orang tersebut naik mobil, motor atau angkot. Lalu, kalau naik mobil, dia juga akan mengidentifikasi sebagai si anu yang bawa mobil Toyota Fortuner, atau si itu yang membawa mobil Kijang. Teman saya ini juga akan selalu update apa saja merk baju yang dipakai oleh teman-temannya, dan mengidentifikasi seseorang dengan merk barang yang dia pakai.

Nah, kalau ngomongin merk, saya gak akan ngerti. Mau dibilang orang itu naik mobil Fortuner atau Kijang, buat saya sih ga ada bedanya, karena saya ga ngerti harga mobil, dan intinya sih mobil itu dipakai untuk transportasi dari satu titik ke titik lain. Ga ada bedanya toh.

Sekarang ini, mungkin orang juga akan memperhatikan merk ponsel yang dipakai. Padahal fitur yang dipakai ya sama saja dengan merk ponsel lainnya. Mungkin di masa pandemi ini, merk masker yang dipakai juga akan jadi “penting” untuk diperhatikan.

Kembali ke ngomongin uang, sebenarnya tidak ada salahnya ngomongin uang kok. Misalnya nih, ada yang meminta tolong belikan sesuatu, maka kita bisa minta dulu uangnya di awal, kecuali kita sudah ada saling percaya bahwa orang itu akan ganti uangnya.

Uang itu memang bukan segalanya. Tidak semua uang bisa dibeli dengan uang. Banyak juga orang yang lebih bahagia ketika punya uang secukupnya, lalu malah jadi sering ribut dengan pasangan setelah punya banyak uang. Hal ini bisa saja terjadi, misalnya karena merasa sudah berkelebihan, lalu jadi sombong.

Banyak juga orang yang tidak menempatkan prioritas keuangan dengan baik. Misalnya, lebih penting membeli merk daripada fungsi. Atau, banyak juga orang yang tidak membeli sesuai dengan kemampuan karena tekanan dari lingkungan yang semuanya punya barang bermerk. Mereka bela-belain beli barang bermerk dengan kartu kredit, padahal sebenarnya tidak penting juga harus pakai merk tersebut.

Tulisan ini jadi agak random ya. Tapi intinya, tidak usah merasa sungkan ngomongin uang. Ngomongin uang itu perlu banget, misalnya ketika bertransaksi dengan teman atau saudara. Hal lainnya bisa juga misalnya mau memesan produk atau jasa, bertanya soal harga di awal dan kalau sudah dipesan, jangan tiba-tiba membatalkan seenaknya.

Kalau ngomongin merk yang dipakai orang lain sih gak perlu ya, karena tidak semua orang mengerti harga barang dengan merk tertentu. Saya salah satu orang yang tidak tahu harga berdasarkan merk, hehehe.

Ngomongin uang yang saya maksudkan di sini tidak termasuk ngomongin uang orang lain, misalnya: wah, tetangga baru beli mobil baru bulan lalu, hari ini sudah beli mobil lain lagi. Hal seperti ini tidak usah diomongin, toh si tetangga kan beli mobil pakai uangnya sendiri.

Sebelum tulisan makin random, saya sudahi dulu tulisannya. Intinya, tetapkan iprioritas dalam mengelola keuangan. Pandemi masih belum kelihatan akhirnya, resesi terjadi di seluruh dunia. Sekarang ini saatnya menabung, kalau pandemi sudah berlalu barulah kita jalan-jalan lagi.

4 thoughts on “Ngomongin Uang”

    1. udah dooong, penting itu hahaha. Soal jumlah anak aja udah diomongin sebelum kawin, dan what if lainnya hahahaha

  1. Habis gelap terbitlah terang..
    Semoga Pandemi segera berakhir dan kondisi keuangan makin membaik walau Pandemi.
    Looh..kok muter-muter ngomongnya…?!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.