Mencari Topik Menulis Setiap Hari

Setelah selesai dengan tantangan menulis kokoriyaan sebanyak 30 topik bersama grup drakor dan literasi, sekarang ini saya kembali lagi harus memikirkan topik tulisan apa lagi yang mau ditulis setiap harinya. Sebenarnya ada banyak sih contoh-contoh topik tulisan untuk 30 hari, tapi sejauh ini saya belum menemukan yang cocok untuk saya tuliskan.

Topik Seputar Drama Korea

Karena tidak menemukan topik yang sesuai, makanya kemarin kepikiran untuk menulis 30 topik seputar Korea, dan yang bikin lebih seru karena dikerjakan bareng-bareng.

Awalnya, setelah menyusun 30 topik kokoriyaan, sempat terpikir untuk mengerjakannya setiap hari 1 topik. Untung saja tidak jadi karena beberapa topik ternyata cukup sulit dan butuh untuk berpikir ekstra untuk bisa menyelesaikannya.

Topik bulan pertama

Atas kesepakatan bersama teman di grup drakor dan literasi, waktu itu kami merencanakan untuk membaginya menjadi 10 topik setiap bulan. Jadi topik itu dikerjakan kira-kira 3 kali atau 2 kali seminggu, dan total 30 topik akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

Kenapa dibagi jadi 10 topik per bulan? Karena syarat dan ketentuan di grup Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) yang merupakan grup besar tempat kami bertemu meminta kami menulis paling tidak 10 tulisan dengan minimum 300 kata setiap bulan untuk bisa terus bergabung di dalamnya. Grup KLIP memang tujuannya untuk latihan konsistensi menulis dan sambil meningkatkan kualitas tulisan dengan topik pilihan sendiri.

Topik bulan ke-2

Singkat cerita, bulan pertama masih berjalan mulus. Semangat masih tinggi, dan saya bisa tinggal mencari 20 topik lain untuk hari-hari di mana tidak menulis seputar Korea. Bulan ke-2, mulai terasa berat, karena beberapa topik merambah ke dunia hiburan Korea yang bukan hanya drama saja. Tapi itupun masih bisa saya selesaikan sesuai jadwal.

Topik bulan ke-3

Menjelang bulan ke-3, beberapa teman mulai mengaku juga kalau topiknya terasa berat. Apalagi, selain topik Korea, masing-masing masih punya banyak tugas-tugas lain dari grup menulis yang diikutinya. Maka, kami sepakat membagi 10 tantangan terakhir menjadi 2 bulan. Jadi, sebulan hanya menuliskan 5 topik tantangan.

Topik bulan terakhir

Bulan September lalu, kami mencapai topik 30 dan kegiatan menulis bersama pun berakhir. Tapi ternyata, masih ada beberapa teman yang masih belum menyelesaikan keseluruhan topik. Alasannya ternyata beberapa topik terasa sulit. Misalnya saja topik membuat fan fiction, harus diakui, menulis fiksi itu tidak mudah, apalagi untuk saya yang emang biasanya menuliskan hal-hal non fiksi alias curcol.

Kebanyakan Tantangan Menulis 30 Hari Topiknya Terlalu Personal

Setelah menuliskan 30 topik yang sebagian besar sebenarnya cukup sulit untuk saya, saya pikir saya sudah bisa mulai belajar menuliskan sesuatu berdasarkan topik. Kepikiran untuk mencoba mengikuti topik-topik menulis yang ada banyak beredar di internet. Lagipula, tidak ada topik yang tidak bisa dituliskan, hanya beberapa topik butuh usaha ekstra saja.

Kemarin, teman saya membagikan contoh topik menulis 30 hari. Tapi ketika membacanya, saya merasa kurang bisa mengikuti topiknya. Beberapa karena topiknya terlalu personal, beberapa ya karena saya merasa sudah pernah menuliskannya.

Misalnya topik hari pertama, rasanya aneh membicarakan kepribadian saya dalam 1 tulisan. Kalau memang sudah mengikuti tulisan saya selama ini, sebenarnya adalah sedikit banyak tergambar kepribadian saya di sana, tapi untuk dijadikan dalam 1 tulisan? saya rasa saya tidak bisa menuliskannya. Bahkan untuk menuliskan kepribadian anak-anak secara lengkap dalam 1 tulisan saja saya tidak akan bisa (atau tidak mau?).

Topik untuk hal-hal yang membuat bahagia atau sebuah memori bisa dijadikan bebapa topik sih, dan pada dasarnya isi blog ini kebanyakan hal-hal yang membuat kami bahagia dan juga hal-hal yang ingin saya ingat di kemudian hari.

Topik hari ke-6 tentang single and happy rasanya tidak bisa saya tuliskan, karena saya penganut prinsip lebih baik berdua daripada seorang diri. Bukan mau bilang orang yang single tidak bisa bahagia, tapi saya tidak bisa menuliskan hal yang tidak sesuai dengan prinsip saya.

Serial tv favorit ataupun tentang buku ada banyak di blog ini, dan mungkin akan terus bertambah karena selalu ada serial baru dan buku baru. Beberapa memang belum dituliskan, tapi untuk menuliskan tentang serial TV atau buku ini butuh referensi lagi. Menulis yang membutuhkan referensi biasanya agak sulit dilakukan dengan cepat, dan butuh waktu untuk menuliskannya.

Topik hari ke -17 dan ke-18 jelas tidak akan saya tuliskan di sini. Saya tidak akan menuliskan cara memenangkan hati saya, untuk apa? atau 30 fakta tentang saya, wah kalau saya beritahu, terus buat apa? ntar malah dipakai oleh penipu yang ngaku-ngaku pakai foto profil saya di sosial media atau apikasi WhastApp. Ini topik merupakan contoh topik yang sebaiknya tidak dituliskan dalam satu post. Walaupun, mungkin saja ada yang bisa mengumpulkan lebih banyak dari 30 fakta tentang saya kalau dia mau membaca keseluruhan isi blog ini, hehehe.

Contoh topik menulis 30 hari yang sebagian besar tidak akan saya tuliskan

Kalau saya teruskan, sepertinya memang sebagian besar topik di atas ini tidak bisa/tidak mau saya tuliskan. Tapi tetap saja, beberapa topik akan saya coba untuk tuliskan, misalnya saja:

  • Topik hari ke-22, menuliskan tentang apa yang terjadi dalam keseharian sudah sering jadi topik tulisan saya.
  • Topik hari ke – 24, menuliskan pelajaran yang saya pelajari, ini sudah sering juga saya lakukan, misalnya menuliskan tentang pelajaran bahasa Thai, belajar bahasa Korea, atau belajar di Coursera.
  • Topik hari ke-25, menuliskan secara random dari gambar ke sekian yang ada di handphone, ini juga sering saya lakukan.
  • Topik hari ke – 26, menuliskan seseorang yang menginspirasi juga sudah pernah saya lakukan, misalnya ibu Kartini.

Penutup

Sebenarnya tidak ada larangan untuk menulis apa saja. Tapi tentuya harapannya tulisannya bisa ada manfaatnya untuk diri sendiri dan untuk yang membacanya. Kadang-kadang kesulitan dalam menulis itu terutama bukan karena tidak punya ide untuk menulis, tapi merasa tulisannya terlalu receh sehingga tidak ada manfaatnya sama sekali untuk pembaca.

Padahal, uang recehan tetap saja uang, demikian juga tulisan sereceh apapun tetap saja tulisan. Mungkin sekarang ini bisanya menulis sampai segini, siapa tahu besok-besok jadi masuk catatan sejarah.

Membaca daftar topik begini biasanya bisa juga menimbulkan inspirasi untuk menuliskan versi lain atau mendekati topik tersebut. Beberapa topik yang sudah pernah dituliskan, masih bisa dituliskan lagi karena ada banyak pelajaran yang dipelajari, dan ada banyak orang yang mengispirasi.

Akan tetapi, untuk menuliskan versi lain dari topik 30 hari menulis, tidak selalu mudah untuk dituruti. Tepatnya, walaupun sudah bisa menulis setiap hari, tapi saya belum bisa patuh dengan topik yang ditentukan sendiri, hehehe.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.