Sampai Memutih Rambutku

Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

Amsal 16:31
fokus pada uban, hehehe

Sejak saya mengenal Joe, rambutnya sudah mulai ada uban. Sekarang ini, rambutnya sudah semakin memutih. Beberapa kali saya bertanya, apakah rambutnya mau disemir supaya tidak putih semua? Jawabannya selalu: “nggak ah, aku bangga kalau rambut putih semua, tandanya diberi umur panjang sampai rambut bisa memutih semuanya.”

Rambut saya baru mulai ada uban beberapa tahun belakangan ini, itupun tidak banyak. Memang ubanan itu genetik. Jadi beberapa orang lebih cepat rambutnya memutih dari yang lain. Rambut saya sejauh ini masih lebih banyak hitamnya daripada ubannya.

Beberapa orang memang sangat memperhatikan hal-hal kecil seiring bertambahnya usia. Mulai dari kerutan di dekat mata, di kening ataupun , rambut yang memutih.

Skin care untuk perawatan ataupun usaha menyamarkan usia laris manis untuk menghilangkan kerutan ataupun mengubah warna rambut dalam rangka menyamarkan usia. Tapi dari Joe, saya belajar untuk tidak memperhatikan hal-hal tersebut.

Count your blessings for your age, as there are many who never get the opportunity.     

C Pulsifer

Rambut yang memutih, kulit yang berkerut atau semakin keriput itu semua harus disyukuri. Itu tandanya kita diberi umur yang panjang. Tidak semua orang mendapat kesempatan mengalami kulit mengerut dan rambut memutih, bisa saja mereka masih muda dengan kondisi fisik yang prima tapi sudah dipanggil menghadap yang kuasa.

Sebenarnya, saat saya bertanya apakah Joe mau menyemir rambutnya, bukan karena saya tidak mau kami terlihat tua. Tapi, karena kebanyakan orang melakukannya ya saya pikir Joe juga merasa perlu menyemir rambutnya. Sebelumnya tidak terpikir ada yang bangga rambut memutih padahal anak masih kecil-kecil, hehehe.

At age 20, we worry about what others think of us. At age 40, we don’t care what they think of us. At age 60, we discover they haven’t been thinking of us at all.     

Ann Landers

Ada yang bilang umur itu hanyalah angka. Duluuuu saya setuju dengan kata-kata itu, tapi belakangan ini pandangan saya tentang umur dan menjadi tua mulai berubah. Ada hal-hal yang memang kita dapatkan setelah kita hidup cukup lama (dengan catatan kita selalu belajar dari hari-hari yang telah lalu).

Ada banyak hal yang dulu saya sering dengar dari orang tua saya, sekarang ini seperti menjadi kalimat yang ingin saya ucapkan juga ke anak-anak saya. Ada banyak hal yang dulu bukan porsi saya untuk memikirkannya, sekarang ini jadi bagian saya untuk memikirkannya.

Menjadi orang dewasa memang ada banyak keanehan dan rumitnya cara berpikirnya. Saya jadi teringat dengan tulisan saya sehabis membaca buku The Little Prince. Tulisan tahun 2004 (berarti 16 tahun yang lalu), gaya bahasanya masih ya gitu deh, hehehe.

Menjadi orang dewasa, memang ada tuntutan untuk selalu memikirkan menggunakan angka, misalnya kalau uang belanja sisa sekian, setiap kali makan harus berapa alokasi dananya. Atau kalau anak mau masuk sekolah, bagaimana cara menyiapkan dananya.

Bertambah umur tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan, tapi bertambah umur biasanya sudah pasti bertambah kerutan dan uban, hehehe. Kedewasaan itu terbentuk dari pengalaman hidup dan membentuk karakter kita. Semoga bertambah umur, bukan cuma bertambah uban tapi juga semakin tambah dewasa dan kebijaksanaan.

Age should not have its face lifted, but it should rather teach the world to admire wrinkles as the etchings of experience and the firm line of character.     

Ralph B. Perry

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.