Blog, Bukan Hanya Tren Sesaat

drakorclass happy blogger day

Tahukah kamu, kalau tanggal 27 Oktober itu diperingati sebagai hari Blogger Nasional? Tanggal ini ditetapkan tahun 2007, pertamakalinya oleh Muhammad Nuh, Menkominfo RI pada saat itu. Penetapan hari Blogger Nasional ini ditandai dengan diadakannya Pesta Blogger.

hasil pencarian sejarah hari blogger nasional
Hasil pencarian sejarah hari blogger nasional

Tapi, tahukah kamu, kalau di tahun 2008, blogger pernah mendapat berbagai cap negatif dan blog itu sendiri dianggap hanya tren sesaat?

Blogger Hilang, Blog Tetap Ada

Sebagai seorang yang mengenal blog sejak tahun 2000 (dan pernah off bertahun-tahun karena sosial media), saat itu saya merasa tidak terima dengan pernyataan blog itu hanya tren sesaat. Tapi, memang nyatanya dengan adanya berbagai platform sosial media, kebanyakan orang yang aktif ngeblog jadi hilang dari dunia blog.

Beberapa blogger yang menjadi penulis, menghilang dari dunia blog setelah bukunya laris manis atau diangkat menjadi film. Beberapa beralih profesi menjadi entertainer. Bahkan bapak Blog Indonesia saja sepertinya belakangan ini sangat jarang mengupdate blognya. Saya lihat tahun 2020, belum ada 5 posting. Padahal saya pikir, di masa pandemi ini, semakin banyak kesempatan untuk duduk mendokumentasikan berbagai hal (selain menonton berbagai serial televisi).

Tidak, saya tidak heran dengan orang-orang yang memutuskan berhenti menulis dan berbagi di blog, karena menulis blog atau tidak itu kembali lagi dengan motivasi masing-masing orang. Setiap orang punya kesibukan (dan sejuta alasan), dan mereka tentunya tidak menganggap menulis blog menjadi prioritas saat ini.

Beberapa blogger yang sudah tidak aktif lagi, blognya tetap ada. Tapi, ada banyak juga blogger yang menghilang sambil menghapus jejaknya dari internet. Tapi, walaupun banyak blogger menghilang, ada lebih banyak lagi blogger baru bermunculan.

Seperti kata pepatah: “Patah tumbuh hilang berganti.” Blogger lama boleh saja banyak yang berhenti, tapi setiap hari ada banyak orang memutuskan jadi blogger dengan berbagai alasannya masing-masing. Bahkan belakangan ini, banyak yang menjadi blogger dengan tujuan menjadi blogger profesional.

Kenapa Masih Ngeblog?

Lalu, bagaimana dengan kami? Kenapa kami masih menulis blog? Tahun 2018, saya kembali aktif menulis blog lagi. Setiap kali membaca tulisan lama, rasanya seperti membuka kenangan lama. Sayangnya ada banyak sekali cerita yang tidak terdokumentasi dengan baik di saat kami tidak menulis blog. Inilah salah satu alasan kenapa saya memutuskan kembali menulis blog.

Tahun 2019 saya menuliskan alasan kenapa masih menulis blog. Tapi setelah tulisan itu, ada bertambah banyak alasan kenapa saya makin betah menulis di blog.

Tulisan tahun 2019, tentang kenapa saya masih ngeblog

Beberapa waktu lalu, saya bahkan menemukan tulisan saya 10 tahun lalu dan perasaan saya seperti menemukan mesin waktu. Menemukan tulisan seperti ini membuat saya semakin termotivasi lagi untuk menulis setiap hari. Tidak, saya tidak akan menuliskan diary di sini. Ada banyak hal yang sebaiknya tidak dituliskan di blog, tapi ada banyak hal yang juga bisa dibagikan, termasuk kenangan bersama anak-anak.

Tulisan setelah membaca tulisan 10 tahun sebelumnya

Saya menulis bukan untuk orang lain, tapi untuk kesenangan pribadi. Kalau ada pembaca yang mendapat manfaatnya, itu bonus, hehehe. Mendapatkan bonus tentu lebih menyenangkan hati, makanya saya tetap berusaha menuliskan hal-hal yang ada manfaatnya saja (terutama buat saya).

Blog DrakorClass

Dalam perjalanan menulis blog, beberapa kali saya kehilangan tulisan-tulisan saya karena saya menulis di blog yang menjadi bagian dari sosial media seperti friendster dan multiply. Dari pengalaman itu, saya memutuskan untuk tidak mau lagi menulis di platform yang salinannya tidak bisa saya dapatkan.

Lalu, saya pernah juga mencoba menulis di K, sebuah komunitas menulis yang sepertinya cukup bergengsi. Tapi, saya memutuskan berhenti karena halaman untuk menulisnya sangat tidak nyaman, belum lagi belakangan ini ada banyak iklan bermunculan setiap dibuka halamannya. Untuk menghilangkan iklannya, saya harus membayar. Wah, biasanya juga kalau menulis artikel itu dibayar, kenapa saya malah harus membayar? Ya sudah, lebih baik saya kembali ke blog ini saja.

Sampai beberapa bulan lalu, saya tidak pernah berpikir untuk aktif di blog komunitas lagi. Ternyata, setelah bertemu dengan teman-teman dari grup menulis di KLIP yang sama-sama gemar menulis artikel dengan drama Korea sebagai inspirasinya, saya jadi memberanikan diri untuk membuat sebuah blog baru yang diisi bersama bergantian. Blog DrakorClass kami luncurkan pada tanggal cantik 10-10-2020.

Tulisan dengan drama Korea sebagai inspirasi itu bisa sangat beragam, bukan hanya review saja. Artikel parenting, relationship, psikologi, berbagai profesi, berbagai budaya dan cerita rakyat, sampai tips penulisan fiksi bisa dituliskan dengan mengambil drakor sebagai inspirasinya.

Menonton Korea itu hobi, tapi menulis itu menjadi passion dari anggota DrakorClass. Jadi, jangan bayangkan kami sedang mengajak pembaca nonton drakor sepanjang hari. Saya malah jadi berkurang nonton drakor sejak blog Drakorclass diluncurkan.

Walau sudah menulis blog sejak lama, saya tidak pernah belajar serba serbi wordpress. Saya tidak pernah perduli dengan SEO dan saya tidak pernah baca atau cari tahu. Nah, sejak ada blog baru, dan karena ada pengaruh dari teman-teman di grup, saya jadi iseng mencari tahu.

Hasil keisengan saya belajar WordPress dan seputar SEO sudah jadi beberapa tulisan di blog ini. Jadi bisa dibilang, blog DrakorClass memang terinspirasi dari drama Korea, tapi blog DrakorClass sudah menjadi inspirasi saya untuk belajar WordPress dan SEO.

Penutup

Saat ini blog dan sosial media sudah dikemas menjadi alat marketing berbagai hal dan bukan saja menjadi tempat menulis perseorangan. Platform WordPress bahkan menyediakan integrasi dengan berbagai layanan sosial media termasuk Facebook, Twitter, dan Instagram.

Saya tidak tahu sampai kapan saya akan tetap menulis blog, tapi saat ini saya masih merasakan manfaat dari menulis blog. Kita lihat saja beberapa tahun mendatang apakah blog masih ada atau hilang ditelan sosial media teknologi baru.

Selamat Hari Blogger Nasional!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.