Cerita Jo dan Jo

Sudah lama saya tidak bercerita tentang anak-anak di blog ini. Awalnya sih gara-gara persiapan blog baru drakorclass.com, kemudian jadi malah selalu ada saja ide tulisan seputar WordPress. Hari ini mau tulisan santai dulu tentang anak-anak yang sedang lucu-lucunya, hihihi.

Ceritanya random saja ya. Belakangan ini Joshua badannya sudah hampir serupa dengan Jonathan. Tapi memang Jonathan masih lebih tinggi sedikit. Mungkin tahun depan mereka sudah akan sama tingginya.

Masih sama seperti sebelumnya, mereka berdua paling senang ikut sibuk di kamar kerja papanya. Ada saja yang mereka kerjakan yang tentunya seringnya sambil ngobrol atau gangguin papanya kerja.

Ceritanya Joe baru upgrade komputernya, lalu komputer yang sebelumnya dia pakai jadinya dipindahkan ke kamar Jonathan. Tapi, jangan bayangkan beli komputer itu lengkap tinggal colokin keyboard, monitor dan mouse. Joe upgrade komputer itu beli dalamnya satu persatu terus dibongkar pasang sendiri. Jadi, untuk upgrade komputer Jonathan, dia juga harus melakukan kurang lebih hal yang sama, karena casingnya kan menggunakan yang sebelumya.

Sambil Joe pasang komputer “baru” nya, Jonathan bertanya ini dan itu nama-nama benda yang terpasang di dalam casing komputer. Joshua sibuk dengan segala mainan magnetik, huruf, angka dan puzzle. Sesekali juga dia sibuk menuliskan fakta matematika yang baru dia pelajari. Hasilnya tentu saja kamar kerja berantakan menjadi pemandangan sehari-hari.

Cerita lainnya tentang Jo dan Jo adalah mereka ini mulai suka memakai kostum. Jadi ceritanya, salah satu kegiatan art Joshua itu membuat topi sombrero. Topinya diwarnai seadanya, tapi dia senang sekali menggunakan topi sombrero yang diwarnainya. Sampai pulang ke rumah, di mobil juga dia pakai itu sombrero berwarna, hehehe. Sore harinya, Jonathan melihat topinya dan juga ikutan pakai dan minta difoto.

Sambil memakai topi itu, saya bertanya apa yang Jonathan tahu tentang topi tersebut. Dia tahu namanya sombrero dan merupakan topi khas dari Mexico. Karena saya juga tau cuma segitu, ya sudah saya pun tidak bertanya lagi. Mungkin kapan-kapan saya akan mencarikan video tentang sombrero buat mereka tonton buat tambahan pengetahuan.

Di Chiang Mai perayaan Halloween dan Loy Kratong jatuh pada akhir pekan yang sama. Joshua untuk pertama kalinya bersedia memakai kostum untuk kegiatan halloween. Sebenarnya kami tidak pernah merayakan halloween, tapi ya sekedar mengenalkan kegiatan berbaju unik sesekali tidak apa. Kemarin saya beruntung dapat jubah Hogwarts. Setidaknya, kalau Joshua tidak mau meneruskan memakainya, jubahnya tinggal dilepas dengan mudah.

Waktu Jonathan melihat saya pulang membawa jubah Hogwarts, dia langsung pengen memakainya juga dan bergaya “seram”, hehehe. Jonathan lebih tau tentang Hogwarts daripada Joshua, karena Jonathan sudah membaca semua buku Harry Potter. Setidaknya dengan ukuran anak-anak yang sudah mirip, kalau Jonathan mau kegiatan Hallowen juga, saya tidak perlu membeli lagi.

Nah, untuk Loy Kratong, Joshua memakai baju tradisional Thai. Ini juga kali pertama buat Joshua mau pakaian begini. Saya pikir, Joshua tidak akan betah pakai baju begini, tapi ternyata saya salah, sampai pulang dia masih menggunakan baju ala Thai ini. Semua yang melihatnya juga merasa beda melihat Joshua pakaian begini, kayak mau pesta ke mana gitu ya, hehehe.

Joshua juga diajari membuat kratong bunga hari ini. Kata gurunya sih dia cukup senang mengerjakan kratong bunga hari ini dan mau mengikuti instruksi dengan baik.

Kratongnya akan dihanyutkan ke sungai besok sore, dengan catatan kalau tidak hujan. Beberapa hari ini, selalu turun hujan di sore hari. Semoga saja besok atau lusa tidak hujan sore hari, supaya bisa menghanyutkan kratong ke sungai Ping.

Happy Halloween dan Happy Loy Kratong!

2 thoughts on “Cerita Jo dan Jo”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.