Selamat 10 Tahun, Jonathan

Hari ini Jonathan ulang tahun ke-10. Artinya hari ini saya 10 tahun menjadi ibu. Sudah 2 digit sekarang umurnya, bukan anak kecil lagi. Tahun depan bakal memasuki masa remaja belasan tahun. Kalau mau dibilang tidak terasa, ya terasa juga waktu berlalu 10 tahun, tapi ingatan tentang cerita melahirkannya masih seperti hari kemarin.

Penantian punya anak beberapa tahun sejak menikah, dan segala proses mengajari Jonathan belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, bicara, membaca, dan tentunya belajar berdoa dan mengenal Tuhan. Bahkan proses mempersiapkan Jonathan ketika Joshua lahir juga rasanya baru kemarin. Dan sekarang, mereka berdua badannya sudah hampir sama besar.

Dari belakang, ukuran badannya sudah hampir sama.

Menjadi orang tua adalah proses belajar buat saya. Menjadi ibu itu pun proses yang tidak otomatis bisa. Sering ada waktunya melihat kembali foto Jonathan waktu kecil yang lucu dan menggemaskan. Bikin heran, kenapa sekarang kayak berkurang lucunya kalau lagi menguji kesabaran. Untung ada Joe yang selalu bisa membantu dan mengingatkan saya, kalau saya mulai tidak sabaran.

Hari ini ulang tahun ke sekian kali tanpa kue dan tiup lilin buat Jonathan. Sebenarnya, tahun lalu ada rencana untuk merayakan ulang tahunnya dengan berjalan-jalan ke Singapura (sambil mudik ke Jakarta). Tapi, apa daya, rencana jalan-jalan harus ditunda karena adanya pandemi. Jonathan cukup mengerti kenapa tidak jadi jalan-jalan, dan dia tidak protes sama sekali.

Dari kemarin dia sudah diberitahu apa saja yang akan dilakukan untuk merayakan ulang tahunnya. Masih seperti tahun sebelumnya, makan siang di luar dan bermain-main di mall. Jonathan langsung semangat, karena sudah lama memang tidak main-main di area bermain di mall.

Hari ini Joe ijin kerja setengah hari (demi anak). Mumpung belum banyak kerjaan dan bisa ijin. Jadi jam makan siang, kami jemput Joe dan lanjut ke mall terdekat yang memang biasa kami datangi. Tentunya tetap memakai masker.

Menunggu makanan tiba, foto dulu

Tujuan pertama makan siang dulu. Anak ulang tahun, mama bebas makan siang. Setelah makan siang, baru deh bermain di area bermain. Saya tidak ingat kapan terakhir mereka main di sana. Walau Jonathan setiap minggu pasti ke mall itu untuk taekwondo, tapi memang sebelum pandemi pun kami sudah jarang jalan-jalan ke mall.

Area bermain, masker tetap dipakai.

Selesai makan, anak-anak bermain di area bermain yang lumayan luas. Waktu kami datang, tempatnya tidak ada anak lain sama sekali, jadi mereka main berdua. Tapi tak lama kemudian, ada beberapa anak lain yang ikut main. Selama bermain, anak-anak tetap memakai masker. Untungnya, Joshua juga mulai mau tetap memakai masker ketika berada di luar rumah.

Main perosotan bareng

Ada mainan perosotan dengan menggunakan ban yang tadinya Joshua agak takut memainkannya. Tapi setelah beberapa kali memperhatikan Jonathan dan Jonathan membantu menjaganya, dia mulai menikmatinya dan tidak takut lagi. Mereka naik turun beberapa kali. Jonathan yang selalu membawakan 2 ban naik ke bagian atas perosotan. Jadi Joshua tinggal duduk saja dan dibantu merosot turunnya oleh Jonathan.

Setelah bermain sekitar 1 jam, kami ajak anak-anak mencuci tangan dan lanjut makan honey toast plus es krim sebagai pengganti kue ulang tahun. Kalau dulu, waktu anak baru 1, yang banyak makan itu tentunya papa mamanya. Sekarang, beli 1 porsi dibagi 4, papa mama kebagian sedikit saja. Memang waktunya buat papa mama mengurangi makan manis-manis, hehehe.

Pengganti kue ulang tahun

Sambil menunggu honey toast es krim datang, Joe memberikan hadiah kejutan buat Jonathan. Mainan untuk Nintendo Switch yang sudah lama diminta oleh Jonathan: Super Mario 3D All Stars. Jonathan senang sekali, karena dia sudah tahu apa saja yang akan dilakukan siang ini, tapi dia tidak diberitahu akan dibelikan mainan ini.

Mainannya baru dibeli waktu anak-anak main di area bermain sebelumnya soalnya, hehehe. Sengaja tidak diberitahu terlebih dahulu, siapa tahu saja kehabisan. Daripada kecewa karena sudah mengharapkan, lebih baik dijadikan kejutan.

Super Mario 3D All Stars untuk Nintendo Switch

Sekitar jam 3, rencananya mau langsung pulang ke rumah. Eh, waktu melewati tempat mainan, Joshua minta main drum yang dulu sering dia mainkan. Mainan yang ini pakai koin, jadi kami tukar koin dulu. Mereka main sebentar karena saya hanya menukar 10 koin saja, sedangkan 1 permainan butuh 2 koin.

Mainan koin drum

Setelah menghabiskan 10 koin, kami pulang deh ke rumah. Jonathan happy, Joshua juga ikutan happy, Joe dan saya juga happy. Saya happy terutama karena hari ini Jonathan mulai belajar menunjukkan dia sudah besar, sudah berusia 10 tahun. Walaupun biasanya di hari ulang tahun itu saya liburkan dari mengerjakan pekerjaan homeschool, tapi dia memilih untuk mengerjakan sedikit di pagi hari sebelum pergi makan siang. Sepanjang hari ini juga dia cukup mau mendengarkan instruksi tanpa harus diulang berkali-kali.

Harapan kami, semoga Jonathan tetap jadi anak yang takut akan Tuhan, tetap hormat dan patuh dengan orangtua, sayang adiknya, dan rajin belajar. Semoga saja jadi pribadi yang baik dan tekun dalam mengerjakan apa yang dia suka.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.