Kasus Covid Baru di Chiang Mai dan Utara Thailand

Hari ini akhir November 2020, dan Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Vaksin sudah ada harapan, tapi entah kapan akan dijual dan berapa harganya. Kami di Thailand sudah merasa cukup aman sejak bulan Juni. Sepertinya juga aturan pemakaian masker selain karantina wajib selama 14 hari di tempat-tempat yang ditentukan sangat membantu terkendalinya kasus ini.

Beberapa hari lalu, kekhawatiran akan adanya kasus baru dari orang yang masuk secara ilegal lewat perbatasan darat benar-benar terjadi. Tapi kalau selama ini khawatirnya yang masuk itu imigran ilegal, kali ini ternyata bukan imigran, tapi warga negara Thai yang pulang tapi pulang lewat jalan ilegal karena tidak mau terkena urusan karantina.

Selama beberapa bulan terakhir ini, ada beberapa kasus transmisi lokal. Kasus tersebut jauh di daerah sekitar Bangkok yang ada di pertengahan Thailand, ataupun di Selatan Thailand. Untuk kami yang berada di daerah Utara, rasanya masih cukup aman. Lagipula, dari beberapa kasus tersebut umumnya dari orang yang sudah pernah kena, sembuh lalu terinfeksi kembali. Penelusuran kontak erat terhadap pasien tersebut juga selalu menghasilkan tidak ada orang lain yang tertular, jadi kami tetap merasa aman.

Ada perasaan kalau kegiatan sudah berjalan normal di dalam negeri Thailand. Tempat wisata di Chiang Mai juga selalu padat pengunjung, apalagi dengan suhu udara yang mulai dingin dan banyaknya penawaran harga khusus yang dibantu oleh pemerintah setempat dalam rangka menggerakkan pariwisata dalam negeri. Perbedaanya hanyalah setiap orang masih wajib mengenakan masker di berbagai tempat. Tapi, ketika bertemu dengan teman-teman yang sudah kita sering ketemu, ada perasaan aman dan tidak merasa perlu menggunakan masker lagi.

Beberapa hari lalu, saya masuk ke warung kopi tanpa memakai masker (karena sudah mulai merasa aman), memesan kopi untuk dibawa pulang. Saya lupa memakai masker, padahal selalu bawa masker di dalam tas. Lalu, pegawai dari warung kopi tersebut mengingatkan saya untuk mengenakan masker di dalam warung kopi. Aduh, saya malu hati. Ternyata saya juga mulai terlalu santai dan tidak menggunakan masker ketika ke warung kopi. Langsung saya pakai masker saya dan minta maaf karena lupa memakainya. Setelah saya, ada lagi pengunjung masuk, dan tidak menggunakan masker juga. Pegawai warung kopi kembali mengingatkan untuk memakai masker, pembeli itu cuma bilang kalau dia lupa membawa maskernya turun, ada di mobil. Ya, begitulah, masker masih dibawa-bawa, tapi mulai tidak selalu dipakai karena merasa aman.

Beberapa hari lalu, dapat berita kalau ada seorang pasien covid baru di Chiang Mai. Di kota tempat kami tinggal. Pertanyaan pertama tentunya, apakah pasien tersebut baru kembali dari luar negeri? Atau ini merupakan kasus yang tidak diketahui asal usulnya? Ataukah ini mirip dengan kasus sebelumnya kalau dia pernah kena sebelumnya lalu sembuh lalu kena lagi?

Timeline kasus Covid baru di Chiang Mai (Sumber BangkokPost.com)

Ternyata, jawabannya cukup mengejutkan. Dari timeline yang ada, dia itu baru datang dari Myanmar bersama dengan beberapa orang rekannya. Masuk ke Thailand melewati perbatasan darat yang mungkin tidak dijaga atau dengan agen yang mengatur perjalanan dengan bayaran tertentu. Dan mereka lolos dari kewajiban karantina. 

Sebenarnya, kalau saja mereka sadar diri, walau merasa sehat ada baiknya mereka tinggal di rumah selama beberapa hari. Tapi, ada 1 orang yang sudah merasa tidak enak badan, naik bus umum ke Chiang Mai untuk ketemu pacarnya. Bukan cuma itu saja, dia malah jalan-jalan ke mall dan nonton bioskop. Minum-minum bareng tetangga pacarnya, dan setelah merasa kesehatan memburuk memeriksakan diri ke rumah sakit dengan naik Grab. Hasilnya ternyata 1 orang yang ke Chiang Mai ini positif. Teman kerjanya yang sama-sama masuk secara ilegal ke Thailand, dengan sadar diri memeriksakan diri dan ternyata sejauh ini sudah didapati 2 orang positif di Chiang Rai. Pengakuannya sih mereka tidak kemana-mana.
Dari 1 orang yang tidak sehat dan ternyata positif, sekarang ini ada 326 orang diperiksa dan menantikan hasil dengan cemas. Mall yang dikunjunginya harus tutup untuk pembersihan besar-besaran, banyak sekolah dan universitas langsung meliburkan murid-muridnya karena khawatir kalau salah satu keluarga dari anak sekolah ada yang ke mall atau ke bioskop di mana si pasien itu pergi sebelum ketahuan positif. Usaha pemerintah mengembalikan roda ekonomi di sektor pariwisata terancam gagal kalau misalnya kasus ini tidak segera terkendali.

Pandemi memang belum berlalu. Pandemi ini seperti pepatah yang berbunyi: Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena 1 orang yang tidak memperhatikan protokol dan menahan diri untuk di rumah saja walau sudah merasa tidak sehat, ada kemungkinan bisa menyebar lagi merusak semua yang sudah kembali berjalan walau masih terseret-seret.

Pelajaran juga buat saya, untuk tetap ikuti protokol walau terasa sudah aman. Selalu pakai masker dan mencuci tangan dan kalau tidak benar-benar perlu lebih baik di rumah saja.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.