Kilas Balik Februari 2020

Hari ini saya akan melanjutkan untuk menuliskan kilas balik yang terjadi di tahun 2020 berdasarkan apa yang saya tuliskan di blog ini. Seperti halnya kilas balik di bulan Januari, ternyata saya masih cukup rajin membaca di bulan Februari. Review Drama malah cuma sedikit dan beberapa catatan kegelisahan awal di masa pandemi.

Covid-19 memang sudah masuk sejak akhir Januari 2020, tapi di awal Februari saya dan anak-anak masih berkegiatan seperti biasa. Akhir Februari makin merasa resah, karena selain adanya penularan Covid-19, polusi di Chiang Mai juga tidak kunjung pergi.

Di akhir Februari, saya bahkan menuliskan beberapa angan-angan kemajuan teknologi kalau saja semua harus dilakukan dari rumah. Salah satu angan-angan saya itu berupa adanya mobil tanpa supir yang bisa mengantarkan barang belanjaan ke rumah-rumah.

Makanya waktu ada drakor Startup yang membahas mobil tanpa supir atau lebih dikenal dengan nama self driving car, saya makin senang menontonnya. Eh, di sini saya tidak akan membahas drakor Startup, karena semua tentang drakor startup sudah ada di situs Drakor Class, situs hasil kolaborasi dengan teman-teman saya yang hobi nonton drakor juga untuk menuliskan segala sesuatu yang terinpsirasi dari drama Korea. Eh tapi tulisan tentang Drakor Class juga ditunda dulu sampai kilas balik bulan Oktober ya.

Oke selain hal-hal terkait Pandemi dan polusi di Chiang Mai, saya akan menuliskan buku apa saja yang saya baca dan tuliskan reviewnya di bulan Februari, selain sedikit tulisan tentang drakor dan kenalan dengan kpop.

Buku yang selesai dibaca Februari 2020

Ada beberapa buku yang dibaca dari ipusnas dan Gramedia Digital. Saya berlangganan Gramedia Digital hanya 1 bulan, karena saya kurang cocok dengan format buku elektronik yang statis alias seperti pdf. Tulisannya terlalu kecil dan tidak nyaman di mata. Jadi saya lebih suka dengan e-book yang ada di Kindle atau Google Playbook saja.

Buku yang selesai dibaca dan dituliskan reviewnya bulan Februari 2020:

Show Your Work oleh Austin Kleon

Saya baca buku ini di iPusnas setelah menyelesaikan membaca 2 buku Austin Kleon lainnya. Bisa dibilang, setelah membaca buku ini saya lebih mengerti manfaat memiliki komunitas yang punya hobi yang sama. Saya bersyukur sekali memiliki komunitas menulis KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional), yang kemudina membuat saya menemukan komunitas Drakor dan Literasi yang sekarang menjadi Drakor Class.

Setelah punya komunitas, saya juga makin semangat untuk ikut berkontribusi, menjadi amatir yang mengerjakan atas dasar kesenangan dan tidak memikirkan menjadi terkenal. Selain itu mencoba tetap bereksperimen tanpa takut salah. Pokoknya berkarya untuk diri sendiri dan tetap berkarya. Semangat menjadi amatir yang terus berkarya ini yang sekarang kami lakukan di Drakor Class.

Gadis Jeruk

Buku Gadis Jeruk ini sebenarnya sudah pernah saya baca versi bahasa Inggrisnya di Kindle. Tapi, ketika saya melihat buku ini di ipusnas, awalnya saya ingin membaca sekilas saja. Tapi ternyata, bukunya tetap membuat saya tertarik untuk meneruskan membacanya.

Buku ini menarik dari segi cerita maupun cara menceritakannya. Buku ini juga terkesan seperti kisah nyata, menceritakan imajinasi dalam imajinasi. Banyak fakta ilmiah juga di dalamnya tanpa terkesan seperti buku teks pelajaran. Banyak pelajaran juga di dalamnya, terutama untuk menuliskan cerita untuk anak-anak. Ini salah satu yang membuat saya semakin bersemangat untuk menulis setiap hari, karena tulisan saya akan menjadi cerita buat anak cucu saya suatu hari nanti.

Madre: Kumpulan cerita pendek

Buku Madre karya Dewi Lestari saya baca di iPusnas juga. Awalnya saya hanya membaca 1 cerita saja tentang Madre. Ceritanya unik karena menceritakan biang roti seperti sebuah harta yang sangat berharga dan bisa diajak bicara. Buku ini juga merupakan buku yang bukan terjemahan, jadi saya cukup bisa menikmati membacanya.

Setelah menyelesaikan cerita 51 halaman tanpa berhenti sama sekali, saya baru menyadari kalau ada buku lain lagi yang isinya selain cerita Madre juga ada kumpulan cerita pendek.

Tapi pada akhirnya, dari buku Madre dan kumpulan cerita pendek, tetap saja yang paling menarik untuk di baca ya cerita Madre itu sendiri.

Kim Ji Yeong: Born 1982

Buku ini satu-satunya yang berhasil saya selesaikan baca di Gramedia Digital. Selain buku ini, saya hanya melihat-lihat majalah saja di sana. Buku lain yang saya antrikan di Gramedia Digital akhirnya saya beli versi bahasa Inggrisnya di Kindle, supaya lebih nyaman di mata ketika membacanya.

Buku Kim Ji Yeong ini saya baca karena saya penasaran ceritanya tentang apa sih? Apalagi waktu itu filmnya baru keluar dan baru tersedia di Bioskop saja.

Setelah membaca bukunya, saya memutuskan untuk tidak menonton filmnya walaupun film ini sudah ada di Viu. Saya merasa ceritanya terlalu suram dan sedih tentang rasa depresi seorang ibu setelah melahirkan.

Sekarang ini masih enggan menonton film yang bikin sedih, lebih baik memilih tontonan yang bikin bahagia saja. Mungkin suatu hari akan ditonton sih, walau kalau mendengar cerita teman-teman saya, cerita di bukunya lebih bagus daripada filmnya.

Drama yang dituliskan Februari 2020

Bulan Februari 2020, untuk pertama kali saya hanya mengikuti drama yang sedang tayang alias ongoing. Hari Sabtu dan Minggu sudah duduk dengan setia menantikan drama yang gaungnya masih terdengar sampai sekarang. Ya drama apalagi kalau bukan Crash Landing on You.

Crash Landing on You

Drama ini berakhir di bulan Februari 2020. Saya ingat, selesai menonton episode terakhir saya langsung menuliskan kesan tentang drama ini secara keseluruhan. Tulisan yang segera dituliskan sebelum lupa haha.

Selain hal yang saya suka dari drama ini, saya juga tuliskan hal apa yang menjadi ganjalan buat saya dari ceritanya. Hal yang kemudian membuat saya masih menuliskan topik CLOY yang disandingkan dengan drama World WIthin yang diperankan oleh pemeran CLOY.

Crash Landing on You dan World Within

Cerita dari Crash Landing on You (CLOY) dan World Within(WW) sebenarnya tidak ada miripnya, tapi selain pemeran utama prianya sama-sama Hyun Bin, proses syuting kejar tayang yang mengakibatkan 2 kali penundaan penayangan episode CLOY membuat saya langsung teringat dengan drama World Within.

Kesamaan lainnya adalah, kalau di World Within pemeran utamanya sempat terkena cinta lokasi walaupun akhirnya bubar, di CLOY pemeran utamanya masih santer dibicarakan dan diharapkan jadi pasangan beneran di dunia nyata. Fans boleh berharap, tapi sampai sekarang belum ada kabar terbaru dari pasangan utama BinJin yang bermain di CLOY.

Bergabung dengan Kompasiana

Oh ya, hampir ketinggalan cerita tentang kegiatan menulis. Akhir Februari 2020, saya akhirnya bergabung dengan Kompasiana karena mengikuti lomba menulis di sana. Sempat ada kendala ketika membuka akun, tapi akhirnya jadi juga akunnya dan sempat menulis beberapa artikel di Kompasiana.

Beberapa bulan terakhir saya tidak lagi mengupdate tulisan saya di Kompasiana. Ada beberapa alasan sih, tapi ini cerita untuk lain hari. Alasan utamanya sih karena saya merasa kurang cocok dengan banyaknya iklan dan juga halaman editor untuk menulis di sana.

Penutup

Walaupun bulan Februari merupakan bulan yang paling singkat dalam setahun, ternyata saya tetap bisa melakukan banyak hal seperti halnya di bulan Januari. Teryata menuliskan kilas balik seperti ini cukup menyenangkan, saya jadi ingat lagi dengna hal-hal yang dulu pernah direncanakan lalu dilupakan ditengah jalan.

Baiklah, tunggu saja tulisan kilas balik berikutnya ya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.