Kagum sama Teknologi Internet

Hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya memikirkan dan membayangkan bagaimana cepatnya kiriman data internet dari satu titik ke titik lain. Membandingkan masa mama saya dulu dan masa saya sekarang, lalu memikirkan bagaimana nanti masa anak-anak besar? Pastinya masih akan ada kelanjutannya, akankah saya masih bisa menikmati kemajuan teknologi internet berikutnya?

Jaman sekarang, teknologi internet sudah sangat maju dan masih terus berkembang dengan cepat. Adakah yang pernah membayangkan berapa cepat data suara dan video dari titik yang satu dikirimkan melalui apa yang kita kenal dengan nama jaringan internet untuk sampai ke titik penerima?

Jarak antara pengirim dan penerima sangat bervariasi, bisa saja dalam rumah yang sama (seperti saya mengirim pesan ke Joe), tapi bisa juga berbeda negara. Tapi data tersebut akan dilewatkan melalui jaringan internet yang tidak perlu kita bayangkan rute perjalanannya, pokoknya kita tahu datanya sampai (maka ada balasan).

Saya ingat, mama saya pernah cerita, kalau dulu dia harus ke kantor pos untuk mengambil uang dari wesel pos kiriman orangtuanya dari kampung, sekarang ini kita bisa bertransaksi online secara real-time. Bahkan terkadang saya baru ngomong: anak A harus sudah bayar kursus lagi, terus suami bilang: done alias duitnya sudah dikirim ga pakai lama dan gak pakai pergi ke mana-mana.

Sekarang ini bahkan kita bisa tidak usah membawa-bawa uang dan cukup bawa ponsel dan bertransaksi dengan uang elektronik. Di Thailand, hampir setiap orang/warung sudah bisa menerima pembayaran menggunakan bank transfer yang dilakukan dengan cara memindai qr code saja.

Untuk bertukar pesan dari lokasi yang berjauhan, orang dulu harus mengirim kurir untuk menyampaikan berita kepada orang yang lokasinya berjauhan (dan membutuhkan waktu yang cukup lama), sekarang ini, kita bisa ngobrol dengan melihat wajahnya melalui video chat sehingga memungkinkan terjadi belajar dari rumah dengan melihat guru. Kita juga bisa bertemu keluarga nun jauh di sana. Entah apakah pernah ada yang mengukur, berapa lama delay yang terjadi sejak saya berkata halo di sini, lalu dibalas halo di sisi penerima. Tapi, yang jelas obrolannya bisa terasa seperti berhadapan muka secara langsung.

Membayangkan kemajuan teknologi internet dibandingkan mengirim kurir yang bisa saja tidak sampai ke tujuan, saya jadi kagum dengan orang yang memikirkan pertama kali untuk bisa berkomunikasi jarak jauh. Saya berterimakasih sekali dengan mereka yang dulu memikirkan cara berkomunikasi jarak jauh sampai jadi internet kecepatan tinggi seperti sekarang ini.

Ada hal lain yang juga saya kagumi dari perkembangan teknologi internet ini. Bagaimana tulisan saya yang sudah sejak awal ngeblog, ternyata masih ada saja yang membaca (padahal saya saja kadang sudah lupa dengan apa yang saya tuliskan). Blog saya yang sudah mati suri 10 tahun saja, ternyata masih ada yang meninggalkan komentar di sana.

Berkat adanya internet, di masa pandemi sekarang ini, kita masih bisa berkomunikasi dengan keluarga yang jauh melalui internet. Anak sekolah bisa bertemu virtual dengan teman dan guru melalui internet. Kita bisa mendapatkan hiburan streaming film melalui internet. Bahkan banyak rapat, seminar dan pelatihan yang akhirnya dijadikan kegiatan secara online. Industri hiburan juga mulai banyak yang mengadakan konser secara online ataupun kegiatan livestream dan berinteraksi dengan penontonnya secara langsung melalui internet.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang terjadi kalau tiba-tiba internet “down”? Rasanya sebagian besar hidup kita sudah sangat mengandalkan teknologi internet ini. Bagaimana kehidupan masa pandemi sebelum ada internet? Saya tidak bisa bayangkan kekacauan yang terjadi kalau internet down saat ini. Semoga saja hal tersebut tidak terjadi ya.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.