Iklan Jaman Dulu

Hari ini, Joe menceritakan kepada saya kalau dia menemukan video tentang siaran iklan di TVRI tahun 70-an. Bagian yang menarik dari video tersebut adalah, sebelum iklannya ditayangkan, ada 1 menit peringatan yang kurang lebih mengingatkan saya dengan nasihat orang tua saya waktu saya kecil (dan masih saya aplikasikan sampai sekarang).

Peringatan sebelum iklan ditayangkan

Saya ingin membahas peringatan sebelum iklan ditayangkan. Bukan cuma 1 peringatan, ada sekitar 1 menit kali ya peringatan iklan ini. Saya jadi bertanya-tanya, kira-kira kenapa sampai perlu diperingatkan berkali-kali sebelum mereka menayangkan iklan? Tentunya ini untuk mengingatkan supaya kita tidak asal beli dan tergoda iklan. Beda banget dengan sekarang ya, di mana iklannya diulang berkali-kali sampai seperti hipnotis saja dan anak kecil saja langsung hapal dengan kata-kata iklannya.

Teliti Sebelum Membeli

Teliti sebelum membeli

Kebanyakan barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan. Maka kita perlu untuk teliti dulu sebelum membeli, apakah barangnya ada cacat produksi, apakah ukurannya sudah sesuai dengan kita, apakah warnanya juga sudah sesuai kata hati.

Jaman sekarang belanja online pun kita perlu teliti sebelum membeli. Kita harus teliti untuk membaca deskripsi barang yang ditawarkan. Kadang-kadang ada saja penjual yang menjebak dengan menampilkan harga murah dan ternyata hanya menjual sebagian saja dari keseluruhan. Misalnya saja, di foto nya gambar ponsel, padahal yang dijual hanya cover nya saja.

Hati-hati dalam pengeluaran

gak semua yang ditawarkan harus dibeli

Makin banyak yang ditawarkan, makin hati-hati dalam pengeluaran. Saya ingat, mama papa saya sering bilang kalau tidak semua yang ditawarkan harus kita beli. Malah saya ingat banget dengan nasihat: banyak yang kita perlu, beli yang paling perlu. Jadi boro-boro ya membeli semua yang ditawarkan.

Logikanya memang, kalau semua yang ditawarkan kita beli, otomatis pengeluaran juga banyak. Nah nasihat ini harus tetap diingat, jangan terjebak dengan diskonan yang bikin seolah-olah harganya murah. Padahal sering kali promosi diskon itu setelah harganya dinaikkan terlebih dahulu.

Beli yang bermanfaat

Yang memikat belum tentu bermanfaat

Nasihat yang ini saya ingat banget setiap kali masuk ke toko dengan harga flat. Biasanya toko Daiso akan banyak barang lucu-lucu dengan harga 60 baht. Bahkan di Chiang Mai, ada juga tuh toko dengan harga 20 Baht. Banyak deh yang lucu-lucu dan menggoda memanggil untuk dibeli. Tapi, untungnya saya selalu ingat nasihat ini. Yang memikat belum tentu bermanfaat. Kalau kita beli barang karena lucu, lalu hanya dipakai untuk jadi pajangan, walaupun harganya terkesan murah, tetap saja namanya pemborosan.

Ini salah satu alasan juga kenapa saya agak malas membuka toko online. Ada begitu banyak godaan di sana yang memikat mata. Tapi yang memikat itu belum tentu bermanfaat, jadi buat apa dibeli?

Belilah sebatas kemampuan

Beli sebatas kemampuan

Eh kalau dipikir-pikir nasihat belilah yang diperlukan sebatas kemampuan ini mirip dengan nasihat banyak yang diperlukan tapi beli yang paling perlu. Karena kalau semua yang perlu dibeli tapi di luar kemampuan kita, itu namanya besar pasak daripada tiang. Jangan sampai kita tergoda membeli dengan mengredit, hanya karena adanya tawaran membeli dengan cicilan padahal barang tersebut di luar kemampuan kita.

Saya juga ingat, nasihat ini juga yang membuat saya lebih memilih memakai ponsel merk xiaomi daripada membeli Samsung Note yang sepertinya lebih keren. Apalagi iphone ya, itu sih walaupun mungkin saja saya mampu membelinya, saya gak merasa kebutuhan saya sudah dicukupkan oleh Xiaomi, lalu kenapa juga saya harus pakai iphone? (dasar aja pelit ya hahaha).

Di akhir siaran iklan, ditutup dengan peringatan ini lagi: makin banyak yang ditawarkan, beli sebatas kemampuan. Kira-kira, kalau ada banyak peringatan seperti ini di setiap acara iklan, apakah pemasang iklan malah akan keberatan karena kemungkinan banyak yang tidak jadi membeli?

Penutup

Pada dasarnya memang kalimat-kalimat peringatan di iklan jaman dulu itu banyak benarnya. Entahlah kenapa sekarang malah semakin mudah saja setiap orang dijebak iklan dengan segala promosi yang ada. Semoga kita tetap punya peringatan-peringatan tersebut dalam diri sendiri supaya tidak terjebak dengan gaya hidup konsumerisme.

Buat yang ingin melihat video iklannya secara lengkap, bisa dilihat di bawah ini.

Iklan jaman tahun 70-an di TVRI

Nasihat dari jaman dulu ini cukup bijaksana ya, kalau diikuti dengan baik semoga saja kita bisa selalu hidup tanpa hutang.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.