Hari Raya Idulfitri dan Hari Kenaikan Isa Al-Masih 2021

Hari ini, 13 Maret 2021, ada 2 hari besar keagamaan jatuh pada hari yang sama. Umat Muslim merayakan Idulfitri, sedangkan umat Kristiani Memperingati Kenaikan Isa Al-Masih.

Saya bayangkan kalau kondisi sedang tidak pandemi, pastilah lalu lintas di Indonesia sangat ramai di pagi hari. Sebagian besar sibuk untuk pergi sholat Ied, sebagian lagi pergi ibadah ke gereja. Lalu, pulang ibadah, semua akan saling mengunjungi.

Thailand Tidak Libur

Di Thailand, hari ini bukan hari libur. Hari raya keagamaan seperti Idulfitri maupun Kenaikan Isa Al-Masih bukan hari libur seperti di Indonesia. Ya, hari Natal juga bukan hari libur, apalagi Kenaikan Isa Al-Masih. Di Thailand, hari libur nasional itu biasanya ya hari besar agama Budha, atau hari besar yang berhubungan dengan keluarga kerajaan.

Hari ini Joe tetap kerja ke kantor seperti biasa. Anak-anak dan saya di rumah saja karena naiknya kasus Covid-10 sejak awal April yang lalu.

Kecuali hari Paskah dan Natal, gereja yang kami ikuti di Chiang Mai tidak mengadakan ibadah selain hari Minggu. Jadi hari ini, kami tidak mengikuti kebaktian untuk memperingati Kenaikan Isa Al-Masih. Seharusnya bisa saja kami mengikuti ibadah online dari Indonesia, tapi.. eh masih ada gak sih?

Sejak April 2021, kasus Covid-19 naik lagi di Thailand dan lebih tinggi dari gelombang sebelumnya. Hari-hari di rumah saja kali ini terasa berbeda dengan tahun 2020 yang lalu. Mungkin, karena sudah terbiasa berkegiatan di luar, rasanya kali ini semua hari terasa sama, dan terasa cepat lapar kalau di rumah saja.

Karena sudah hampir sebulan kegiatan anak-anak tidak ada lagi di luar, rasanya setiap hari seperti hari libur. Tapi ya, sebenarnya agak malas juga keluar rumah udara sedang sangat panas sekali. Udara di luar itu sebenarnya tidak sampai 40 derajat celcius, tapi biasanya feels likenya di atas 40 derajat celcius.

Menu Hari Ini: Coto Makassar dan Mpek-Mpek Palembang

Tahun lalu, di hari lebaran kami bisa menikmati opor ayam lengkap dengan lontong masakan salah satu dari teman Indonesia yang jago masak, tahun ini menunya Coto Makassar pakai lontong.

Saya ternyata belum pernah makan Coto Makassar dong selama ini, padahal enak. Kalau pulang ke Indonesia, saya perlu mencari Coto Makassar yang orisinal, eh tapi nyarinya ke mana ya, masa saya harus ke Makassar?

Selain Coto Makassar, kemarin saya dibagi mpek-mpek masakan teman asli Palembang. Sekian lama makan berbagai jenis mpek-mpek, baru sekarang belajar bagiamana cara makan yang benar.

Eh, sebenarnya cara makan ini tergantung selera, tapi mengetahui cara penyajian dari tempat aslinya kan tentunya bisa mendapatkan cita rasa lebih baik lagi. Tapi cerita mpek-mpeknya akan dituliskan terpisah saja ya.

Sebelum kasus Covid-19 naik lagi di Thailand, saya dan teman-teman Indonesia di Chiang Mai tadinya sudah berencana untuk kumpul bersama. Tapi dengan adanya peningkatan kasus dan himbauan untuk tidak berkumpul, kami pun mengurungkan niat kami untuk berkumpul.

Saya bersyukur teman-teman Indonesia di Chiang Mai makin banyak yang jago masak. Jadinya kami tetap bisa merasakan citarasa makanan Indonesia selama tidak bisa mudik karena pandemi ini. Kalau tidak, bisa-bisa cita rasa Indonesia yang bisa dinikmati hanya dari Mie Instan Indomie saja, hehehe.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.