Kami sudah Vaksin Booster (dosis ke-3)

Sekedar catatan singkat, setelah sekitar 4 bulan lalu kami berbarengan vaksin 1 dan 2 Sinopharm, ternyata sudah waktunya untuk vaksin booster dosis ke-3. Ada beberapa pilihan yang bisa diambil, antara lain Moderna dan Pfizer selain Aztra. Tapi akhirnya kami memilih mengambil Pfizer saja.

Joe sudah vaksin duluan hari Rabu, tanggal 8 Desember 2021. Saya vaksin 2 hari kemudian, hari Jumat, tanggal 10 Desember 2021. Kami divaksin di hari yang berbeda karena tadinya saya sempat berpikir untuk mengambil Moderna saja. Tapi, setelah melihat efek samping Pfizer di Joe yang cukup ringan, saya pikir saya sekalian saja ambil Pfizer supaya jarak vaksinasi kami tidak terlalu lama.

Program Vaksinasi di Chiang Mai

Ada beberapa tempat di Chiang Mai mengadakan program vaksinasi untuk dosis ke-3 ini. Selain itu, mereka juga menyediakan vaksinasi Moderna untuk dosis pertama. Penyelenggaran vaksinasi ini berlangsung beberapa hari. Joe datang di hari ke-2 sedangkan saya datang di hari terakhir.

Cerita vaksinasi Joe

Program Vaksinasi di sebuah RS dekat Rumah di Chiang Mai

Berangkat dari rumah ke rumah sakit dekat rumah sekitar jam 10 pagi, dapat nomor antrian sekitar nomor 600 an. Sekitar jam 2 siang sudah pulang ke rumah.

Efek samping di hari vaksinasi tidak ada keluhan, tapi di hari Kamis siang, tiba-tiba merasakan demam. Demamnya tidak tinggi sih, cuma 38 derajat. Minum paracetamol dan tidur selain minum air putih yang banyak dan CDR.

Efek lainnya sih katanya agak pusing dan tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja. Malam harinya juga masih merasakan agak pusing, jadi Joe minum paracetamol lagi sekali lagi.

Hari Jumat, Joe tinggal mengalami pegal di tangan tempat suntikan saja. Keluhan lainnya sudah tidak ada lagi.

Cerita vaksinasi Risna

Menunggu antrian dipanggil di program vaksinasi di Mall

Saya memutuskan untuk vaksinasi Pfizer dengan beberapa alasan. Alasan utama sih ya supaya gak usah lama-lama mikir lagi. Jatah vaksin Moderna masih bisa disimpan sampai beberapa bulan ke depan. Lagipula, untuk mengambil Moderna ini antriannya lebih lama dan prosesnya lebih rumit.

Setelah melihat efek samping Pfizer di Joe cukup ringan, saya memutuskan untuk ikutan ambil vaksin di program yang diselenggarakan di sebuah mall. Untung saja masih ada programnya sampai hari Jumat. Tapi karena merupakan hari terakhir, tentu saja yang datang ada banyak sekali dan ramai.

Saya berangkat dari rumah sekitar jam 8.30 pagi, setelah sarapan kenyang dan tadinya cukup yakin akan selesai sebelum makan siang. Ternyata, saya dapat nomor antrian 799 (nyaris 800 ya). Dan setelah menahan haus dan lapar (bukan karena tidak boleh makan, tapi saya yang menunda makan dan memilih menunggu antrian), akhirnya semua selesai sekitar jam 2 siang. Saya makan dulu di mall sebelum pulang ke rumah.

Sampai di rumah kepala rasanya pusing, kemungkinan karena gabungan dari kelamaan ngantri, terlambat makan dan kepala yang dingin kena AC di mall. Efek samping vaksin sih belum terasa, kecuali tempat suntikan mulai terasa pegal.

Hari Sabtu pagi, saya bangun tanpa keluhan dan hanya sisa pegal di tangan. Sabtu sore saya merasa agak sumeng, tapi tidak sampai demam. Saya memutuskan tidur cepat lagi, daripada menunggu demam.

Sejauh ini, sampai hari Minggu saat saya menuliskan ini, efek vaksin Pfizer tinggal sakit di tempat suntikan saja kalau ditekan, tapi tidak terasa mengganggu lagi. Semoga saja dengan upaya vaksinasi yang dilakukan bisa melindungi keluarga kami dari penyakit yang tidak diinginkan.

Penutup

Sungguh bersyukur kalau kami sebagai orang asing yang tinggal di Thailand bisa mendapatkan vaksin dengan gratis. Melihat animo masyarakat Chiang Mai yang ramai-ramai untuk booster Vaksin selain juga vaksin dosis pertama, memberi harapan kalau pandemi bisa terkendali di kota ini.

Semoga saja program vaksinasi untuk anak-anak usia 6 – 11 tahun yang saya baca juga sudah mulai akan ada di Indonesia juga diikuti oleh Thailand. Dan tentunya semoga tidak ada efek samping vaksin untuk anak. Kalau semua sudah vaksin, baru deh bisa memikirkan rencana mudik ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.