Perubahan di Chiang Mai

Beberapa hari lalu, Joe dan saya ngobrol tentang apa saja kira-kira yang dirasakan berubah kalau sudah bisa mudik ke Indonesia? Sejak pandemi, kami memang tidak bisa mudik. Harapannya sih, tahun ini bisa mudik kalau memang keadaan memungkinkan.

Biasanya, kami pulang ke Indonesia hampir setiap tahun, bahkan kadang bisa 2 kali dalam setahun. Tapi terakhir kami kembali dari Indonesia itu Januari 2019, dan ini sudah tahun 2022. Waktu yang terasa cukup lama. Pastilah banyak hal yang berbeda dengan terakhir kami pulang.

Perubahan Penjual Pad Thai di Pasar Nonghoi

Gara-gara ngobrolin hal-hal yang pasti banyak berubah di Indonesia, jadi teringat dengan banyak hal di Chiang Mai yang terasa konstan selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah sebuah tempat yang berjualan PadThai di dekat pasar Nonghoi. Tempat yang dekat dengan rumah pertama di Chiang Mai, yang otomatis menjadi tempat kami sering makan malam. Dan ternyata tempat itu juga berubah sekarang.

Setelah bertahun-tahun pindah ke lokasi yang berbeda, kami tidak pernah lagi mampir ke tukang Pad Thai itu. Tempatnya agak sulit untuk parkir, selain memang kami jarang melewati bagian itu. Tapi, beberapa tahun lalu (sebelum pandemi), kami masih sempat mampir ke sana dan harganya masih tetap sama dengan di tahun 2007.

Kami masih ingat, setiap makan malam, kami akan membeli 2 porsi Pad Thai dan 1 porsi Hoy Thoot, lalu kami akan memesan 1 porsi Hoy Thoot untuk dibungkus bawa pulang. Total kami membayar 100 baht. Saya lupa tahun berapa kami terakhir ke sana, tapi di tulisan tahun 2018 ini saya menuliskan kalau harganya masih sama. Kemungkinan, tulisan itu saya tuliskan saat kami baru mengunjungi tempat itu.

Karena obrolan tentang bagaimana rasanya kalau kembali ke Indonesia, jadi terpikir untuk mencari tahu apakah si tukang Pad Thai di depan pasar Nonghoi tersebut masih berjualan. Dan hari ini, kami putuskan untuk mencari makan sore di pasar Nonghoi.

Tempatnya masih ada, malah jadi lebih luas. Tapi ternyata, tukang jualannya sudah berbeda. Harganya juga sudah berbeda. Tadi saya membeli 2 porsi Pad Thai dan 1 porsi Hoy Thoot seharga 150 baht. Tapi ini masih masuk akal sih, daripada kalau masih seharga 100 baht untuk 4 porsi.

Rasanya juga agak berubah, nggak tau sih mendefinisikannya, tapi ya masih okelah. Akan tetapi, ada rasa sentimentil yang menghilang dan membuat rasanya jadi nggak ada keinginan untuk perlu berbelok ke sana membeli makanan.

Sekalian beli mangga ketan

Di pasar Nonghoi suasana yang berjualan makanannya juga relatif sepi, padahal dulu kami cukup sering mencari makan malam di sana. Mungkin juga karena pandemi, banyak pedagang yang akhirnya jadi gulung tikar dan tidak bisa jualan lagi. Untung yang jualan mangga ketan masih tetap ada (walaupun kalau yang ini saya ga ingat apakah orangnya berganti atau tidak). Tadi sekalian deh beli juga, mumpung lewat, hehehe.

Pasar Malam Menghilang di Chiang Mai

Ah jadi teringat juga dengan dengan daerah Night Bazaar yang dulu ramai sekali setiap malam, dan saat Desember lalu kami dapati tidak ada lagi sama sekali yang berjualan di sana. Entahlah apakah yang di dalam pasar Anusarn masih berjualan, tapi yang pasti, yang berjualan sepanjang jalan di Night Bazaar, kala itu tidak ada sama sekali.

Beberapa pasar dadakan yang disebut Sunday Walking Market ataupun Saturday Walking Market kabarnya sudah mulai ramai lagi, tapi kami belum pernah mencoba untuk ke sana karena toh belum ada kebutuhan untuk mencari oleh-oleh. Biasanya pasar-pasar seperti itu memang untuk mencari oleh-oleh khas Thailand. Anehnya, barang-barang yang ada di pasar seperti itu, sulit ditemukan di pasar Warorot yang biasanya menjual segala jenis benda.

Semoga pandemi segera berlalu

Saat ini Thailand sudah mulai membuka diri untuk turis asing. Kabarnya, mulai 1 Mei, untuk yang sudah vaksinasi, masuk ke Thailand tidak wajib Test PCR lagi. Akan tetapi, untuk yang masuk ke Thailand, tetap harus mengurus Thailand Pass. Airport di Bangkok dan Chiang mai juga mulai ramai, bahkan ketika Songkran kemarin, sepertinya keluarga sudah pada berkumpul-kumpul walaupun tidak boleh siram-siraman.

Harapannya sih, pandemi ini segera berlalu. Bukan sekedar status yang diatur oleh pemerintah, tapi memang benar-benar bisa normal. Tapi ya, semua butuh waktu, dan kita harus menjalani prosesnya dengan mengikuti aturan yang berlaku.

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Satu tanggapan pada “Perubahan di Chiang Mai”

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.