Museum Ripley’s Believe it or Not!, Pattaya

Salah satu tempat yang kami kunjungi ketika berjalan-jalan adalah aneka museum. Museum itu tidak lagi hanya berisi benda-benda peninggalan jaman dulu saja, tapi juga bisa jadi benda-benda unik dan langka. Ketika kami ke Pattaya, kami ke Museum Ripley’s Believe it or Not!, sebuah museum yang menyimpan benda-benda unik yang mungkin dulu pernah dilihat di acara televisi yang diproduksi sejak tahun 1930-an.

Sekilas Ripley’s Believe it or Not!

Foto dengan ban raksasa

Sebenarnya, nama Ripley’s Believe it or Not! yang didirikan oleh seorang Amerika bernama Robert Ripley ini awalnya hanya berupa sebuah kolom surat kabar saja yang menceritakan tentang kisah-kisah ataupun benda aneh tapi nyata. Lalu, lama kelamaan meluas menjadi berbagai media seperti radio, buku komik, televisi dan juga akhirnya menjadi serangkaian museum yang merupakan waralaba di seluruh dunia.

Ketika kami ke Pattaya sekitar tahun 2008 yang lalu, kami sudah tahu keberadaan museum ini. Tapi karena berbagai pertimbangan, waktu itu kami belum jadi mengunjunginya. Kali ini dengan pertimbangan kalau belum tentu kami ke Pattaya lagi dalam waktu 10 tahun, mumpung sudah sampai di Pattaya, sekalian deh mengunjungi Museum Ripley’s Believe it or Not!, ini. Apalagi anak-anak juga sudah cukup besar dan pasti sudah mulai mengerti dan akan tertarik melihat berbagai hal yang aneh tapi nyata tersebut.

Museum Ripley’s ini terletak di sebuah mall di Pattaya. Mall nya terletak di seberang pantai. Jadi sebenarnya, bisa banget nih kalau sudah bosan melihat pantai, ya masuk ke mall. Atau sebaliknya, ke mall dulu, lalu bersantai di pantai.

Sesuai dengan namanya percaya atau tidak, benda yang dipajang di sana juga aneh-aneh dan mungkin banyak yang tidak bisa dipercaya. Museum ini jadi menarik untuk semua umur, walaupun mungkin bagian rumah hantunya bisa membuat anak-anak takut.

Dikasih gelang kertas untuk menandai atraksi yang sudah dikunjungi

Ada 7 atraksi terpisah yang bisa dilihat oleh pengunjung. Tiket untuk tiap atraksi ini terpisah-pisah, tapi tersedia tiket untuk hanya melihat 1 atraksi, atau melihat 3 atau 7 atrakasi. Kami memilih untuk melihat 3 atraksi saja, karena harganya jadi tidak terlalu mahal, dan toh tidak semuanya ingin kami lihat.

Odditorium Ripley’s Believe it or Not!

Bagian ini bisa dibilang bagian utama dari pertunjukan percaya atau tidak. Ada berbagai hal-hal unik dan menarik. Mulai dari harpa yang tidak memiliki senar, air yang kerannya tidak berasal darimanapun tapi mengalir ke bawah, berbagai fakta tentang berbagai suku di dunia.

Yang menarik buat anak-anak adalah tentang ilusi optik dan persoalan matematika yang dipajang. Selain itu juga ada berbagai hal yang interaktif. Kita diberi pertanyaan dan kesempatan menebak jawabannya, lalu kita bisa melihat apa jawabannya. Anak-anak senang melihat dan membaca keterangan yang dipajang di sana.

Bagian yang paling menarik buat anak-anak selain persoalan matematika adalah gambar perspektif bebek atau kelinci. Jadi ada sebuah gambar yang kalau diubah kemiringannya, maka kita bisa melihat kelinci dan bebek.

a duck or a rabbit?

Kami menghabiskan waktu hampir 1.5 jam di bagian ini saja. Itupun di bagian akhir kami tidak terlalu berlama-lama, karena beberapa hal yang dipajang itu agak menyeramkan. Misalnya saja mereka memajang jenis luka tusukan kepala yang mana orangnya masih tetap selamat. Ada berbagai hal aneh dan seram lainnya yang saya sudah lupa persisnya tapi hanya ingat berhubungan dengan cara penyiksaan orang jaman dulu.

Sebenarnya ada banyak foto-foto yang kami ambil, tapi lebih baik lihat sendiri deh daripada melihat fotonya.

Infinity Maze

Sesuai dengan namanya, kali ini kami masuk ke labirin yang sepertinya tidak ada akhirnya. Jadi kami diminta untuk melepas sepatu dan mengenakan sarung tangan dan sarung kaki yang disediakan. Setelah itu kami akan diarahkan memasuki ruangan demi ruangan yang terkadang gelap, dan terkadang hanya kilatan-kilatan cahaya. Berbeda dengan Oditorium, di bagian ini pengunjung tidak diperkenankan mengambil foto. Ya susah juga sih mau memfoto, karena ruangan demi ruangannya hampir selalu gelap.

Awalnya kami bisa dengan mudah menemukan pintu untuk ke ruangan berikutnya. Jadi ini tuh ruangannya seperti ruangan yang banyak cermin, tapi juga gelap atau banyak lampu-lampunya. Sempat agak khawatir kalau anak-anak jadi panik sendiri kalau tidak bertemu pintu selanjutnya.

Dari semua ruangan, hanya ada 1 ruangan yang agak sulit menemukan pintunya. Saya rasa bagian ini seperti sengaja belum dibukakan. Karena pada dasarnya, ketika kami di dalam, petugasnya bisa melihat kami ada di mana, dan dia bisa mengendalikan pintunya bisa dibuka atau tidak.

Di ruangan ini mungkin kami hanya sekitar 15 – 20 menit. Tapi lumayan sih rasanya cukup deg-deg an ketika mencoba menebak-nebak ada di manakah pintunya. Kalau disuruh masuk lagi, saya tidak akan mau, hahaha. Cukup sekali deh. Eh tapi memang, kesempatannya cuma sekali saja sih, kalau mau masuk lagi, harus bayar lagi.

The Vault Laser Maze

Kalau ini sebenarnya kita diajak bermain game. Kalau ingat filmnya Chaterine Zeta Zones yang berjudul Entrapment, kira-kira kita diminta untuk menjalankan misi sambil melewati laser maze. Tapi tentunya, ini bukan laser beneran dan bisa kita lihat.

Bagian yang ini kurang seru buat anak-anak, karena agak terlalu sulit. Tapi mungkin kalau untuk orang yang sudah mengerti mainan game sebagai agen rahasia, mainan ini mungkin seru.

Atraksi laser maze ini memang pilihan anak-anak, tapi ternyata terlalu sulit buat mereka. Mainan ini juga paling cepet deh. Paling 10 menit selesai.

Atraksi lainnya di Ripley’s Pattaya

Pilihan atraksi lainnya kami memang sengaja tidak pilih:

  • Museum lilin Louis Tussauds
  • Moving Theater 9DX
  • Scream in the Dark
  • Haunted Adventure

Alasannya sih kalau museum lilin, kami pikir mendingan lihat yang di Bangkok sekalian. Sedangkan untuk yang menyeramkan seperti Scream in the Dark dan Haunted Adventure, rasanya tidak akan menyenangkan buat anak-anak. Sebenarnya sedikit penasaran dengan Moving Theater 9DX, tapi takut pusing juga karena harus pakai kacamata dan bergerak ke berbagai arah.

Ketika kami ke Bangkok kami akhirnya melihat juga tuh theater yang sejenis 9DX dan juga museum lilin. Tapi ini ceritanya diposting berikutnya saja ya.

pattaya
Bonus buat yang baca sampai habis, pemandangan pantai yang letaknya diseberang mall tempat Ripley’s Believe it or Not!, Pattaya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.