Cerita Mudik Bandung Agustus 2022

Melanjutkan cerita liburan selama di Indonesia. Setelah semua tugas untuk IOI selesai, tanggal 13 Agustus 2022 kami berangkat dari Yogyakarta ke Bandung. Perjalanan cukup lancar walaupun beberapa jam terakhir menjelang Bandung ada angin kencang dan hujan deras diperjalanan.

Kami berangkat pagi hari sekitar pukul 7.30 dari Yogyakarta dan tiba di Bandung sebelum gelap (lupa persisnya jam 4 atau jam 5). Perjalanan Yogya ke Bandung juga hampir seluruhnya jalan tol. Karena adik Joe sudah dikangenin keluarganya, dia melanjutkan perjalanan hari itu langsung ke Depok. Jadi kami di Bandung hanya ditemani oppung saja. Rencananya setelah selesai liburan di Bandung, Oppung akan kembali ke Medan.

Kota Bandung Semakin Terasa Asing

Seperti halnya di Yogya, kami mencari penginapan melalui airbnb. Kalau di Yogya kami memilih menginap di rumah dalam komplek, karena hanya 3 hari kami mencari penginapan di apartemen yang letaknya di pusat kota dan dekat kemana-mana di Bandung. Pilihan jatuh ke sebuah apartemen yang ternyata bagian dari hotel El Royale tapi memiliki unit khusus apartemen. Apartemennya memiliki 3 kamar tidur, jadi anak-anak bisa kamar berdua, dan oppung juga dapat kamar sendiri. Kapan-kapan kalau rajin akan dituliskan tentang apartemen ini.

Kami mencari tempat di pusat kota karena awalnya keinginan hati sih napak tilas berbagai tempat, tapi karena ternyata batuk saya tak kunjung membaik dan malah tambah parah, jadinya ya menikmati pemandangan dari lantai 18 saja. Walaupun demikian, rasanya sudah sah lah ke Bandung karena kami tetap bisa bertemu dengan beberapa teman yang masih di Bandung.

Pemandangan kota Bandung dari lantai 18 el Royale Hotel

Bertemu Teman-Teman di Bandung

Biasanya, kalau mudik ke Bandung kami pasti bertemu Oma Inge atau ke kampus. Tapi kali ini, Oma Inge sudah kami temui dan masih ada di Yogya ya kepikiran mau main ke kampus. Tapi seperti saya sebutkan sebelumnya, karena saya batuk parah ya akhirnya semua rencana batal deh. Di luar dugaan, anak-anak malah senang ga harus banyak pergi seperti waktu di Yogya. Jadi kami serasa staycation aja deh di Bandung.

Beberapa teman yang mengetahui kami ada di Bandung mengajak bertemu dan bersedia datang ke tempat kami menginap. Dipikir-pikir, mereka nekat juga ya, padahal saya sudah beritahu kalau saya batuk-batuk loh. Tapi ya sepertinya batuk itu sudah sangat biasa belakangan ini, dan toh semua sudah vaksin dan booster, jadi merasa sudah cukup bagus imunnya. Joe bertemu dengan beberapa teman kuliahnya. Ada juga sih sekali kami keluar makan siang bareng keluarga teman kami.

Teman saya yang datang malahan bisa dibilang teman baru semua. Nggak baru banget juga sih mengingat kami sudah sering ngobrol dan kenalan melalui tulisan-tulisan kami selama beberapa tahun belakangan ini. Kebetulan saja baru kali ini bisa mudik dan dapat kesempatan untuk bertemu langsung.

Saya senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman baru yang selama ini hanya terhubung melalui internet saja. Padahal saya pikir tadinya mudik kali ini saya tidak akan mendapat kesempatan bertemu dengan teman-teman di komunitas menulis yang saya ikuti.

Teman-teman di KLIP dan Drakor Class

Kami yang baru pertama kali bertemu tapi serasa sudah kenal baik. Soalnya sudah sering zoom bareng sih di KLIP dan Drakor Class. Waktu berjalan terasa cepat sekali kalau sedang bertemu teman-teman yang obrolannya udah memang nyambung. Dipikir-pikir, kami ga sempat ngobrolin drakor malahan, lebih banyak bertukar cerita kabar naik turunnya mood menulis di bulan Agustus, hehehe. Obrolannya disambung di grup chat deh pastinya, hehehe.

Ngobrol sampai sore dengan gaya serius

Sebenarnya cerita bertemu teman-teman di Bandung ini ingin saya jadikan tulisan tersendiri. Tapi ya, daripada ditunda dan malahan tidak jadi, lebih baik saya tuliskan sekarang saja. Setelah libur menulis selama bulan Agustus, rasanya perlu kembali berlatih lagi menulisnya supaya bisa kembali mood menulisnya.

Kembali ke Depok

Setelah menginap 3 malam di Bandung, tanggal 16 Agustus 2022 kami kembali ke Depok. Mama saya juga pulang ke Medan dari Bandung. Setelah kembali ke Depok, sebenarnya tidak terlalu banyak yang kami lakukan karena kami hanya di rumah saja sampai pulang ke Chiang Mai tanggal 30 Agustus 2022.

Nantikan saja tulisan berikutnya, saya masih akan menuliskan tentang rumah dan apartemen yang kami tempati selama sebulan berpindah-pindah kota.

2 thoughts on “Cerita Mudik Bandung Agustus 2022”

  1. Ini juga yang aku bayangin kalau pulang ke Indonesia, pindah2 dari satu kota ke kota lainnya demi bertemu banyak orang dan napak tilas banyak tempat. Lagi sakit (dan lelah) pun jadi nggak terasa ya, teh, apalagi ketemu banyak temen dan ngobrol banyak

  2. Ketemu teman-temannya itu senang, tapi aku nggak bisa nggak ngeliat cemilannya itu lho di meja kekekeke… Duh Bandung aku juga kangen kak. Tapi memang kalau udah puluhan tahun nggak ke sana pasti udah terasa asing ya. Pojok-pojok yang sering kita datangi dulu eh tahu2 udah berubah banget.

    Semoga kalau ke Bandung lagi kita ketemuan ya, hihiy!

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: