Musim Panas dan Polusi di Chiang Mai Februari 2023

polusi chiang mai 2023

Di awal pandemi, saya baca banyak berita tentang beberapa kota yang menjadi lebih bersih dari polusi. Konon karena banyak orang di rumah saja dan pabrik tidak beroperasi, polusi udara jadi berkurang. Di Chiang Mai permasalahan pandemi sih bukan karena pabrik, tetapi karena pembakaran hutan dan asap yang terperangkap karena posisi Chiang mai yang seperti lembah. Tetapi sepertinya polusi juga berkurang di saat pandemi.

Saya menuliskan tentang polusi dan cuaca di Chiang Mai bulan Februari 2020. Saat itu walau di Wuhan sudah mulai ada berita Covid SARS 19, tetapi WHO belum menetapkan status pandemi dan Thailand sendiri masih belum menutup penerbangan internasional. Tetapi setelahnya, polusi terasa sedikit berkurang – atau mungkin karena di rumah saja jadi tidak terasa.

Pandemi Pergi, Polusi Kembali

Sekarang ini Thailand sudah dibuka untuk turis asing tanpa kewajiban vaksinasi. Pemakaian masker juga sudah tidak diwajibkan lagi. Perekonomian di sektor pariwisata mulai bergerak lagi. Walaupun beberapa harga kebutuhan pokok tetap terasa mulai bergerak naik.

Mungkin kita bisa merasa lega, akhirnya 2023 pandemi berangsur pergi. Virusnya sih masih tetap ada, tetapi kekebalan tubuh kebanyakan orang juga sudah terbentuk. Masker memang sudah tidak wajib, tetapi kami masih tetap memakai masker karena adanya polusi udara.

Bersyukur semua kembali normal seperti masa sebelum pandemi. Walaupun tetap kurang suka dengan kembalinya polusi. Kalau soal pemakaian masker, dari dulu juga di Chiang Mai kami tetap sudah siap sedia karena polusi rutin di awal tahun.

Perbedaan yang terasa, kalau dulu karena di rumah saja, kami tidak terlalu melihat polusi yang membuat biru langit tersembunyi. Sekarang ini polusi sangat terasa karena sudah mulai berkegiatan di luar rumah. Setiap menyetir jarak pandang agak terbatas, pemandangan yang biasanya berupa langit biru, berubah jadi kelabu.

Musim Panas 2023

Badan Meteorologi Thailand memperkirakan kalau musim panas 2023 mulai terasa pada akhir Februari. Katanya sih ini sudah agak lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa hari belakangan ini selain menyalakan pembersih udara, AC juga mulai terasa perlu dinyalakan.

Prakiraan cuaca 10 hari ke depan

Pagi hari masih agak dingin sedikit, tetapi dengan cepat udara bergerak naik. Dalam beberapa hari ke depan sudah akan mencapai 35 derajat celcius. Sebenarnya ini masih permulaan. Di akhir Maret atau April, biasanya menjelang Songkran, udaranya bisa sampai rata-rata 40-an derajat celcius.

Liburan Musim Panas?

Di musim panas dan hadirnya polusi ini kebetulan sekolah Thai juga libur kenaikan kelas. Biasanya akan ada banyak kegiatan summer camp untuk anak yang tidak pergi berlibur. Akan ada banyak juga yang pergi liburan ke daerah selatan Thailand atau bahkan ke luar negeri.

Biasanya kami merencanakan pulang ke Indonesia sekitar bulan April. Karena di saat itu ada libur tahun baru Songkran. Sekalian untuk kabur dari panas, polusi dan menghemat sedikit biaya listrik untuk menyalakan AC. Tahun ini kami belum ada rencana yang pasti. Setelah tahun 2022 lalu pulang agak lama ke Indonesia, rasanya masih terlalu dekat waktunya untuk mudik lagi.

Terpikir untuk mengunjungi kota-kota di sekitar Chiang Mai, tetapi yang tidak ada polusinya Artinya ya kemungkinan harus ke arah selatan banget, karena konon di Bangkok polusi juga ada walau beda sumbernya. Perlu survei harga dulu nih sebelum memutuskan mau liburan atau tidak.

Cukup dulu catatan polusi dan musim panasnya, nanti ditambahkan tulisan lain kalau memang jadi liburan (pengen liburan tapi mager itu ya begini).

Penulis: Risna

https://googleaja.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.