Harry Potter and the Deathly Hallows

Buku Harry Potter 7 akan release besok Sabtu serentak di seluruh dunia. Sebelumnya, pengamanan untuk distribusi buku ini mulai dari pencetakan sangat ketat. Tapi… yang namanya seketat apapun pengamanan, pasti ada celah security. Seminggu yang lalu, sudah banyak orang yang bisa mendapatkan edisi foto dari setiap lembar buku itu dan bahkan hari ini, edisi teks secara lengkap sudah dapat diperoleh. Beberapa orang bilang : ah itu palsu, tapi beberapa orang yang tidak sabar ingin mengetahui akhir dari cerita petualangan Harry dan sahabatnya, membaca dengan bersusah payah. Continue reading “Harry Potter and the Deathly Hallows”

Komentar di Blog

Paling sebel dengan orang yang meninggalkan komentar di blog yang tidak nyambung dengan postingan. Paling sebel lagi dengan orang yang nulis panjang lebar dan tidak membaca postingan dengan baik lalu menuduh-nuduh sembarangan. Herannya lagi, orang-orang suka bikin komentar yang panjaaaaaaang banget (mending kalau nyambung, kalau nggak males banget deh). Kalau mau bikin komentar yang panjang, kenapa ga set up blog sendiri, tulis di situ, dan tinggal ngetrace back ke sini. Paling gampang, di masa yang akan datang, untuk jenis komentar yang tidak berkenan akan di hapus saja.

Perampokan di Bandung

Hari ini baca berita di detik tentang perampokan menggunakan senjata api di Circle K Jl. Dago Bandung. Teringat beberapa waktu lalu ada perampokan toko emas di Bandung yang juga menggunakan senjata api. Anyway, kok Bandung yang dulunya sangat tenang jadi begini ya? tambah menyeramkan saja. Semoga tidak terulang lagi kejadian yang tidak menyenangkan ini dan semuanya segera terungkap.

Yoga Class

Sejak hari senin kemarin kami mulai kelas yoga di sini. Gerakannya masih yang dasar, tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah mencerna kata-kata instrukturnya. Yap..instrukturnya menggunakan bahasa Thai sepanjang menjelaskan gerakan. Jelas aja jadi sulit konsentrasi, karena setiap kali kami harus melihat dengan seksama apa yang dilakukan instruktur lalu menirukannya.

Setidaknya dengan mengikuti kelas Yoga ini kami dapat 2 manfaat. Pertama badan yang lebih bugar dan kedua menambah vocabulary bahasa Thai hehehe..

Chiang Mai Zoo

Bertahun-tahun kuliah di Bandung dekat sekali dengan Kebun Binatang, tapi tidak pernah tergerak untuk menjenguk ke dalam. Pengen sih, tapi tidak ada kesempatan dan kadang memang tidak menyempatkan. Kali ini, mumpung Joe baru terima GPS, kami nyobain nyari jalan ke Chiang Mai Zoo menggunakan GPS itu. Horeee berhasil juga sampe ke Chiang Mai Zoo 🙂

Tiket masuk untuk orang lokal dan orang pendatang itu beda. Kami berdua plus mobil total harga tiketnya jadi 250 THB (atau sekitar 70 ribu rupiah). Walau belum pernah masuk ke kebun binatang Bandung, bisa dibilang Chiang Mai Zoo lebih bagus. Jenis hewannya lebih banyak, dan tentu saja, areanya jauh lebih luas. Enaknya, kita bisa berkeliling menggunakan mobil di dalam area Zoo, lalu mencari parkir terdekat dengan jenis hewan yang ingin kita lihat. Kalau kita ingin jalan juga boleh. Daerahnya cukup teduh karena banyak pohon besar yang melindungi. Oh ya, kalau tidak bawa mobil sendiri, di dalam Chiang Mai Zoo ada sejenis bis untuk berkeliling (tapi kami belum mencoba).

Anyway, ada 2 hewan yang tidak ada di kebun binatang di Indonesia (dan juga tidak ada di kebun binatang Bandung). Dengan asumsi sudah banyak binatang yang pernah kami lihat di Taman Safari Cisarua Bogor, maka kami hanya memfokuskan pada binatang yang belum pernah dilihat secara langsung sebelumnya seperti koala dan penguin. Akhirnya, ga harus jauh-jauh ke kutub untuk liat Penguin, dan ga harus ke australia buat liat koala 🙂

SLI Thailand – Indonesia

Hari ini terima tagihan detail Xplor via email. Dan ternyata dari sekitar 13 sms yang dikirimkan di Singapura (waktu transit) dan Thailand, total biayanya 55.000 rupiah. Rate roaming singapura masih lebih murah, ada yang 1857 dan 2609 (tanpa ppn tuh). Kalau roaming dari Thailand setiap sms nya Rp. 3946 (blum ikut ppn juga). Mahal yaaa…. Untungnya itu buat ngirim sms doang, bukan termasuk nerima. Soalnya udah jauh-jauh ke sini tetap aja nerima sms ‘sampah’ dari XL *sigh*, males banget kan kalau harus bayar juga nerima sms tak penting itu.

Kalau dipikir-pikir, tarif sms internasional pake nomor lokal sini dengan operator true juga mahal, yaitu sekitar 9 Baht untuk 1 sms nya, kalau di hitung konversi 1 Baht = Rp.270, maka pake sms sini sekitar Rp. 2430. Tapi sesungguhnya, dibandingkan mengsms, masih lebih mending lagi nelpon aja pake Skype.

Nelpon 1 menit ke Indonesia (telepon rumah) €0.125 (Rp1492), kalau telpon ke rumah di Jakarta malah lebih murah : €0.072 (Rp. 860). Sedangkan kalau nelpon ke HP Indonesia €0.183 (Rp. 2184) tapi masih tetap lebih murah dibandingkan sms ke Indonesia. Well…masih ada alternatif lain tapi sepertinya kami memilih skype. Walau di awal harus beli kreditnya dulu 10 Euro, tapi ya..toh bisa diirit makenya. Selama sebulan ini saja 10 Euro blum abis (tapi sebenernya lain kali mendingan beli kreditnya yang 10 USD aja, biar ga usah banyak-banyak nyimpen duit di Skype). Kayaknya biaya yang selama ini dialokasikan untuk bayar biaya mobile phone bisa dialihkan untuk bayar internet hehehe…

Sebulan di Chiang Mai

Baru sebulan di Chiang Mai, tapi kok rasanya sudah lama banget ya. Setelah sebulan selalu menggeleng tiap orang sini ngomong pake bahasa Thailand, akhirnya mulai belajar bahasanya juga. Hari ini adalah hari pertama belajar. Untuk 5 minggu pertama belajar speaking and listening, mungkin setelah level ini selesai baru melanjutkan kelas menulisnya.

Btw, beberapa update tentang kota ini:

  • ternyata kota ini ga sepi-sepi banget, untuk jam-jam tertentu sudah mulai terlihat kemacetan lalu lintas (walaupun tetep aja masih lebih macet Bandung).
  • pengendara motor disini lebih parah dari pengendara motor di Bandung, bayangin aja, mereka umumnya ga pake helm, terus bawa anjing di boncengan, kadang-kadang sambil mengepit sesuatu di kakinya, dan satu tangan memegang handphone *buset deeeh*, belum lagi mereka suka muncul tiba tiba dari belakang baik dari sebelah kanan maupun dari sebelah kiri
  • sekarang udah nemu pengganti teh botol, ice tea! (perasaan teh botol emang teh hehe, ga terlalu mirip sih, tapi.. cukuplah untuk pelipur lara).
  • cara melafalkan huruf Thai masih lebih mudah untuk orang Indonesia dibandingkan orang Jepang, Amerika ataupun Perancis
  • mulai terbiasa untuk tidak ber sms 😛 (abisnya mahal sih), menelpon menggunakan account skype masih lebih bisa diandalkan
  • kecap manis di sini umumnya encer seperti kecap asin, tapi dengan sedikit usaha kecap manis yang kental bisa ditemukan
  • hawanya ga selalu dingin, ternyata lebih sering panassss, makanya orang disini selalu minum air dengan es batu, dan sepertinya mereka selalu merasa kepanasan

Udah, segitu dulu. Yang jelas, di tempat ini ada banyak kesempatan untuk belajar. Mulai dari belajar nyetir, belajar renang (buat Joe), belajar bahasa Thailand maupun belajar Yoga ataupun Thai Massage. Belum lagi urusan belajar untuk keperluan kerjaan :P. Terkadang memang harus jauh ke negeri orang dulu baru belajar dengan sungguh-sungguh ya :P.