Again : Amazing Grace

What's so Amazing about Grace?

Seperti di postingan sebelumnya gw menepati janji gw untuk menuliskan lebih banyak lagi tentang keajaiban kasih karunia, kali ini gw akan sedikit mencontek dari buku yang gw baca itu.

Dalam buku itu ada banyak penyajian dalam bentuk cerita. Buku itu di buka dengan gambaran bahwa kasih karunia bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijelaskan, kasih karunia adalah tindakan nyata bukan sekedar teori ataupun hukum yang membatasi manusia, kemudian ada ilustrasi tentang seorang budak yang dibebaskan kemudian mengadakan perjamuan sebagai ucapan terimakasihnya karena telah dibebaskan dari perbudakan. Ada ungkapan berikut ini yang dikemukakan oleh seorang Jenderal dalam jamuan makan malam itu : Kasih karunia itu bisa ditemukan di alam semesta. Tapi dalam kebodohan kita sebagai manusia, dan kerabunan kita, kita membayangkan kasih karunia ilahi itu terbatas… Tapi saatnya tiba ketika mata kita terbuka, dan kita melihat dan menyadari bahwa kasih karunia itu tidak terbatas. kasih karunia tidak meminta apa-apa dari kita kecuali agar kita menantikannya dengan kepercayaan dan menghargainya dengan ucapan syukur. Kasih karunia datang dengan cara yang selalu sama : cuma-cuma, tanpa ikatan, dan sepenuhnya ditanggung oleh si pemberi kasih karunia itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Again : Amazing Grace”

Agatha Christie

While the light lasts, I shall remember, and in the darkness, I shall not forget. – Agatha Christie.

What's so Amazing about Grace?
Aku suka banget baca novel-novelnya Agatha Christie. Aku emang gak banyak baca novel sih (kebanyakan buku teknis, atau religius), tapi novel-novel karangannya sangat menyentuh kehidupan nyata. Banyak orang gak suka cerita detektif (padahal gak semua karya agatha adalah kisah detektif) karena terlalu banyak pembunuhan (dan emang ada cukup banyak pembunuhan dalam novel-novel Agatha Christie ini), tapi aku suka ceritanya, karena dia tidak berfokus ke masalah caranya membunuh, tapi berfokus pada sifat-sifat manusia.

Ceritanya hari ini aku baru baca kumpulan cerpennya yang berjudul “While The Light Lasts”, dan jadi kepengen lagi beli novel-novelnya yang belum kubaca. Jadi inget saat-saat aku masih punya banyak waktu, begadang sampai jam 2 cuma buat nyelesaiin novelnya.