Sony Portable Reader System PRS-500

Sony Portable Reader System PRS-500Ini adalah anggota baru keluarga gadget yang kumiliki. Meskipun sudah punya banyak PDA yang bisa dipakai untuk membaca ebook, aku tetap merasa lelah membaca di PDA. Layar LCD yang berwarna mengeluarkan cahaya yang membuat mata lelah. Tertarik dengan teknologi e-Ink yang dipakai di Sony Reader, maka aku membeli benda ini dari tawaran iklan di Internet. Aku kesulitan mencari benda ini di Thailand, dan bahkan nggak bisa pesan dari Amazon, katanya hanya bisa untuk alamat US (kalaupun bisa, pasti ongkos kirimnya sangat mahal). Kalau Anda punya duit ekstra, mungkin seri terbaru (PRS-505) akan lebih baik untuk Anda, tapi menurut review, PRS-505 tidak jauh lebih baik dari PRS-500 untuk benda yang harganya lebih mahal 100 USD.

Aku dapetin benda ini nggak terlalu murah dan gak terlalu mahal, tapi mengingat kalau sekali aku ke toko buku bisa menghabiskan 300-600 ribu, rasanya benda ini gak terlalu mahal. Ada banyak penyedia buku gratis di Internet, dan ada banyak yang menjual versi ebook buku-buku baru dengan harga lebih murah dibanding versi cetaknya.
Lanjutkan membaca “Sony Portable Reader System PRS-500”

Harry Potter and the Deathly Hallows

Buku Harry Potter 7 akan release besok Sabtu serentak di seluruh dunia. Sebelumnya, pengamanan untuk distribusi buku ini mulai dari pencetakan sangat ketat. Tapi… yang namanya seketat apapun pengamanan, pasti ada celah security. Seminggu yang lalu, sudah banyak orang yang bisa mendapatkan edisi foto dari setiap lembar buku itu dan bahkan hari ini, edisi teks secara lengkap sudah dapat diperoleh. Beberapa orang bilang : ah itu palsu, tapi beberapa orang yang tidak sabar ingin mengetahui akhir dari cerita petualangan Harry dan sahabatnya, membaca dengan bersusah payah. Lanjutkan membaca “Harry Potter and the Deathly Hallows”

Kisah Cinta versi orang teknis :)

Hari ini gue menerima buku novel dari Dewi,seorang teman semasa kuliah yang pagi tadi menghubungi hp gue. “Halo Ris, sms gue keterima ga?”, “sms yang mana?” gue agak bingung karena merasa tidak menerima sms darinya beberapa hari ini. “Itu yang ngasih tau novel Iya ada di Dewi, udah dari hari Rabu loh, heran juga sih kenapa kamu ga bales-bales”. What!! novel yang gue tunggu-tunggu karena ditulis oleh Tria Barmawi yang dulunya lebih akrab dipanggil Iya, seorang teman semasa kuliah juga. “Wah..gitu ya, ya udah deh, ntar gue mampir ke kantor lu, dibawa kan hari ini?”. “Ada kok, ya udah ntar ditunggu yah.”

Dan…singkat cerita, karena satu dan lain hal, rencana mengambil novel sore jadi siang itu juga. Sampai di rumah, selesai mengisi perut, sambil baring-baring gue mulai membuka halaman demi halaman novel itu. Lost in Teleporter, sebuah kisah cinta dari abad ke-22. Lanjutkan membaca “Kisah Cinta versi orang teknis :)”

Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA

Barusan dah selesai baca Digital Fortress, seperti yang disarankan oleh mbak cepi dan setelah membandingkan beberapa review di Internet untuk memutuskan buku mana yang harus kubaca duluan. Dari segi cerita, buku ini cukup bagus, tapi ada banyak kesalahan fakta, bahkan yang sederhana (misalnya Dan Brown tidak tahu bahwa 1 karakter itu tidak sama dengan satu bit, jadi key sepanjang 64 bit mestinya hanya 8 karakter ASCII, atau bahkan kurang jika yang dipakai adalah encoding lain, misalnya UCS-2). Gaya ceritanya di buku ini lebih baik di banding dengan Da Vinci Code.
Lanjutkan membaca “Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA”

Da Vinci Code

Sebenarnya sih males baca buku ini, dari review yang dibaca di internet, banyak yang bilang bahwa sebenarnya buku ini jelek, cuma bagian teori ngawur Dan Brown aja yang bikin kontroversi dan akhirnya bikin penasan. Cuma, karena banyak temen non Kristen yang nanya pendapatku tentang buku ini, akhirnya beberapa hari yang lalu aku beli, dan udah habis kubaca dalam beberapa jam.

Buku ini diawali dengan halaman “Fakta” dengan paragraf awal seperti ini:

The Priory of Sion – a European secret society founded in 1099 – is a real organization. In 1975 Paris’s Bibliotheque Nationale discovered parchments known as Les Dossiers Secrets, identifying numerous members of the Priory of Sion, including Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo, and Leonardo da Vinci.

Dan fakta pertama ini sudah salah. Memang ada beberapa organisasi yang bernama The Priory Of Sion, tapi tidak ada yang seperti yang dicantumkan di Novel ini. Les Dossiers Secrets memang pernah ditemukan, tapi sudah diaku (oleh pemalsunya sendiri) bahwa dokumen itu palsu. Lanjutkan membaca “Da Vinci Code”

Bertanya atau mati!

bertanya atau mati Weekend kemarin gw habiskan dengan membaca buku tulisan isman yang gw dapat dari pengarangnya langsung hari jumat (tentunya dengan tandatangannya dong :D). Menurut gw membaca buku ini hampir sama menariknya dengan membaca blog Isman, dan lebih gampang lagi malah membacanya karena kebetulan bahasa Inggris gw masih agak payah, dan tulisan Isman walaupun ngakunya dapat nilai bahasa Indonesia waktu sd jelek, ya masih cukup menggelitiklah. Lanjutkan membaca “Bertanya atau mati!”

Keanehan Orang Dewasa (abis baca buku: The Little Prince)

Gw abis baca buku The Little Prince alias Pangeran Kecil, gw dah tau buku ini agak lama, udah beberapa kali nemu buku ini mulai yang versi Inggris dan versi Indonesia, tapi gw ga pernah bisa konsen baca isi buku ini, katanya sih buku ini bagus, tapi…ya mungkin kalo emang belum “butuh” informasi yang ada didalamnya, gw ga pernah berhasil menyelesaikan suatu buku, jadii..ya udah gw sih ga anggap masalah. Kemaren pas jalan2 ke gramed ama Joe, entah kenapa doi beli buku itu, pdhl dia udah baca buku versi Inggrisnya, well..berhubung ada yang bisa di pinjam dan bisa di baca di waktu santai, ya udah deh, akhirnya gw mulai membaca lagi itu buku.

Seperti di duga, buku itu cukup cepat dibacanya selain karena isinya ga banyak, tulisannya juga gede2 dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang cukup menarik :), jadi isinya emang dikit, yang menarik dari buku itu adalah : buku itu adalah buku anak kecil yang menceritakan tentang seorang pangeran kecil yang menganggap orang dewasa itu aneh, tapi buku itu ditujukan untuk orang dewasa ketika dia masih kecil 😛
(Images from www.amazon.com)
Lanjutkan membaca “Keanehan Orang Dewasa (abis baca buku: The Little Prince)”