Harry Potter and the Deathly Hallows

Buku Harry Potter 7 akan release besok Sabtu serentak di seluruh dunia. Sebelumnya, pengamanan untuk distribusi buku ini mulai dari pencetakan sangat ketat. Tapi… yang namanya seketat apapun pengamanan, pasti ada celah security. Seminggu yang lalu, sudah banyak orang yang bisa mendapatkan edisi foto dari setiap lembar buku itu dan bahkan hari ini, edisi teks secara lengkap sudah dapat diperoleh. Beberapa orang bilang : ah itu palsu, tapi beberapa orang yang tidak sabar ingin mengetahui akhir dari cerita petualangan Harry dan sahabatnya, membaca dengan bersusah payah. Lanjutkan membaca “Harry Potter and the Deathly Hallows”

Kisah Cinta versi orang teknis :)

Hari ini gue menerima buku novel dari Dewi,seorang teman semasa kuliah yang pagi tadi menghubungi hp gue. “Halo Ris, sms gue keterima ga?”, “sms yang mana?” gue agak bingung karena merasa tidak menerima sms darinya beberapa hari ini. “Itu yang ngasih tau novel Iya ada di Dewi, udah dari hari Rabu loh, heran juga sih kenapa kamu ga bales-bales”. What!! novel yang gue tunggu-tunggu karena ditulis oleh Tria Barmawi yang dulunya lebih akrab dipanggil Iya, seorang teman semasa kuliah juga. “Wah..gitu ya, ya udah deh, ntar gue mampir ke kantor lu, dibawa kan hari ini?”. “Ada kok, ya udah ntar ditunggu yah.”

Dan…singkat cerita, karena satu dan lain hal, rencana mengambil novel sore jadi siang itu juga. Sampai di rumah, selesai mengisi perut, sambil baring-baring gue mulai membuka halaman demi halaman novel itu. Lost in Teleporter, sebuah kisah cinta dari abad ke-22. Lanjutkan membaca “Kisah Cinta versi orang teknis :)”

Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA

Barusan dah selesai baca Digital Fortress, seperti yang disarankan oleh mbak cepi dan setelah membandingkan beberapa review di Internet untuk memutuskan buku mana yang harus kubaca duluan. Dari segi cerita, buku ini cukup bagus, tapi ada banyak kesalahan fakta, bahkan yang sederhana (misalnya Dan Brown tidak tahu bahwa 1 karakter itu tidak sama dengan satu bit, jadi key sepanjang 64 bit mestinya hanya 8 karakter ASCII, atau bahkan kurang jika yang dipakai adalah encoding lain, misalnya UCS-2). Gaya ceritanya di buku ini lebih baik di banding dengan Da Vinci Code.
Lanjutkan membaca “Digital Fortress, Life Of Pi, e-Book di PDA”

Da Vinci Code

Sebenarnya sih males baca buku ini, dari review yang dibaca di internet, banyak yang bilang bahwa sebenarnya buku ini jelek, cuma bagian teori ngawur Dan Brown aja yang bikin kontroversi dan akhirnya bikin penasan. Cuma, karena banyak temen non Kristen yang nanya pendapatku tentang buku ini, akhirnya beberapa hari yang lalu aku beli, dan udah habis kubaca dalam beberapa jam.

Buku ini diawali dengan halaman “Fakta” dengan paragraf awal seperti ini:

The Priory of Sion – a European secret society founded in 1099 – is a real organization. In 1975 Paris’s Bibliotheque Nationale discovered parchments known as Les Dossiers Secrets, identifying numerous members of the Priory of Sion, including Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo, and Leonardo da Vinci.

Dan fakta pertama ini sudah salah. Memang ada beberapa organisasi yang bernama The Priory Of Sion, tapi tidak ada yang seperti yang dicantumkan di Novel ini. Les Dossiers Secrets memang pernah ditemukan, tapi sudah diaku (oleh pemalsunya sendiri) bahwa dokumen itu palsu. Lanjutkan membaca “Da Vinci Code”

Bertanya atau mati!

bertanya atau mati Weekend kemarin gw habiskan dengan membaca buku tulisan isman yang gw dapat dari pengarangnya langsung hari jumat (tentunya dengan tandatangannya dong :D). Menurut gw membaca buku ini hampir sama menariknya dengan membaca blog Isman, dan lebih gampang lagi malah membacanya karena kebetulan bahasa Inggris gw masih agak payah, dan tulisan Isman walaupun ngakunya dapat nilai bahasa Indonesia waktu sd jelek, ya masih cukup menggelitiklah. Lanjutkan membaca “Bertanya atau mati!”

Keanehan Orang Dewasa (abis baca buku: The Little Prince)

Gw abis baca buku The Little Prince alias Pangeran Kecil, gw dah tau buku ini agak lama, udah beberapa kali nemu buku ini mulai yang versi Inggris dan versi Indonesia, tapi gw ga pernah bisa konsen baca isi buku ini, katanya sih buku ini bagus, tapi…ya mungkin kalo emang belum “butuh” informasi yang ada didalamnya, gw ga pernah berhasil menyelesaikan suatu buku, jadii..ya udah gw sih ga anggap masalah. Kemaren pas jalan2 ke gramed ama Joe, entah kenapa doi beli buku itu, pdhl dia udah baca buku versi Inggrisnya, well..berhubung ada yang bisa di pinjam dan bisa di baca di waktu santai, ya udah deh, akhirnya gw mulai membaca lagi itu buku.

Seperti di duga, buku itu cukup cepat dibacanya selain karena isinya ga banyak, tulisannya juga gede2 dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang cukup menarik :), jadi isinya emang dikit, yang menarik dari buku itu adalah : buku itu adalah buku anak kecil yang menceritakan tentang seorang pangeran kecil yang menganggap orang dewasa itu aneh, tapi buku itu ditujukan untuk orang dewasa ketika dia masih kecil 😛
(Images from www.amazon.com)
Lanjutkan membaca “Keanehan Orang Dewasa (abis baca buku: The Little Prince)”

Again : Amazing Grace

What's so Amazing about Grace?

Seperti di postingan sebelumnya gw menepati janji gw untuk menuliskan lebih banyak lagi tentang keajaiban kasih karunia, kali ini gw akan sedikit mencontek dari buku yang gw baca itu.

Dalam buku itu ada banyak penyajian dalam bentuk cerita. Buku itu di buka dengan gambaran bahwa kasih karunia bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijelaskan, kasih karunia adalah tindakan nyata bukan sekedar teori ataupun hukum yang membatasi manusia, kemudian ada ilustrasi tentang seorang budak yang dibebaskan kemudian mengadakan perjamuan sebagai ucapan terimakasihnya karena telah dibebaskan dari perbudakan. Ada ungkapan berikut ini yang dikemukakan oleh seorang Jenderal dalam jamuan makan malam itu : Kasih karunia itu bisa ditemukan di alam semesta. Tapi dalam kebodohan kita sebagai manusia, dan kerabunan kita, kita membayangkan kasih karunia ilahi itu terbatas… Tapi saatnya tiba ketika mata kita terbuka, dan kita melihat dan menyadari bahwa kasih karunia itu tidak terbatas. kasih karunia tidak meminta apa-apa dari kita kecuali agar kita menantikannya dengan kepercayaan dan menghargainya dengan ucapan syukur. Kasih karunia datang dengan cara yang selalu sama : cuma-cuma, tanpa ikatan, dan sepenuhnya ditanggung oleh si pemberi kasih karunia itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Again : Amazing Grace”