Time Flies

Wow, tak terasa waktu berlalu. Hari ini adalah hari terakhir belajar AUA – Book 1. Walau awalnya rasanya sudah tau semua, ternyata memang belajar di AUA beda dengan YMCA. Ada banyak hal baru yang didapat selama belajar di AUA, selain mendapat kemajuan dalam berbahasa Thai, sekarang juga semakin percaya diri nyetir . Bonus tambahan dengan belajar di AUA yang tidak disangka-sangka adalah mendapat kenalan yang sangat ahli merajut. Well besok mereka akan berangkat ke kota lain dari Thailand, tapi jaman sekarang ini dengan skype pasti masih bisa ketemu lagi lain kali (via skype tentunya), pelajaran merajut masih bisa dilanjutkan :).

Anyway, rencana untuk menuliskan day by day belajar di AUA masih terbengkalai. Masalahnya menuliskannya tidak mudah (memakai transliteration dengan segala cara menunjukkan tone naik turunnya). Tapi pasti akan diteruskan, tunggu aja tanggal mainnya :). Rencana berikutnya adalah melanjutkan ke buku 2 tentunya, pasti tingkat kesulitannya semakin lumayan, fiuh. Sejujurnya cape sih belajar tiap hari gini, tapi ya.. kalau mau cepet bisa harus tetap semangat *talking to myself*.

Waktu benar-benar terasa terbang. Kalau dihitung-hitung, kami di Chiang mai sudah memasuki bulan ke 7, wow setengah tahun berlalu. Sekarang Chiang Mai cuacanya semakin dingin. Tiap pagi rasanya mengigil. Kebanyakan orang keluar rumah mengenakan baju hangat, dan Joe merasa butuh jaket yang lebih tebal (soalnya dia panas-panas aja tahan pakai jaket, kalau dingin ya butuh jaket lebih tebal lah). Katanya sih, ini masih awal musim dingin. Semakin dekat akhir tahun akan semakin dingin. Tapi sih di sini masih ga sedingin negeri yang ada saljunya.

Belajar Knitting

Satu hal yang sudah lama sekali ingin saya lakukan, belajar merajut dengan 2 jarum alias knitting. Dari jaman sekolah menengah sudah belajar merajut dengan 1 jarum (crochet), dan sejak bisa merajut dengan crochet, selalu ingin tahu gimana sih caranya merajut dengan 2 jarum. Setelah bertahun-tahun cuma “kepingin” tanpa hasil (karena tidak menemukan orang yang mau mengajarkan knitting tanpa bayaran :P), akhirnya di Chiang Mai ada yang mengajari knitting (horee). Salah seorang teman di tempat kursus bahasa Thai ada yang bisa knitting, dan dia ternyata bukan cuma bisa, tapi sangat ahli dan memang biasa mengajar knitting.

Sepertinya di Chiang Mai ini jadi tempat di mana kami (saya dan Joe) belajar banyak hal. Setidaknya buat saya sendiri, saya belajar menyetir (walaupun itu mobil otomatis) dan belajar bahasa Thai di sini, lalu sekarang belajar knitting. Sebenernya sih semua itu bisa dipelajari di mana saja, tapi yah sepertinya emang kami harus ke Chiang Mai buat belajar hal-hal itu.

Sekarang ini belum ada hasil knitting yang bisa dipamerkan. Tapi…setidaknya saya sudah tahu bagaimana cara melakukannya. Well, proyek pertama mengenal berbagai jenis rajutan dan masih jauh dari bikin sesuatu yang sangat besar. Mulai dari yang sederhana saja : bikin scarf. Semoga kalau sudah selesai, saya tidak lupa untuk mengupload fotonya :).

Update 11 November 2007

hasil awal yang akan di buka lagihasil yang akan diteruskanSebelumnya sudah merajut kira-kira setengah meter, tapi ga puas, mau di buka lagi. Hasil yang baru dikerjakan (mulainya baru kemaren sore) sudah ada sekitar 20 cm.

Belajar Bahasa Thai

Sejak awal bulan Juni, gue sudah memulai belajar bahasa Thai di YMCA Chiang Mai. Sekarang sudah bulan Oktober, artinya sudah 4 bulan belajar bahasa Thai dan sudah 5 bulan tinggal di Thailand. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah : “gimana udah bisa ngomong bahasa Thai?” dan jawabnya adalah kalau yang diharapkan bisa seperti berbicara bahasa Indonesia, itu masih jauh, tapi kalau dalam taraf bisa memesan makanan dan mengerti kalau ditanya orang Thai sudah bisa. Target berikutnya adalah bisa menonton acara TV Thailand, dan mungkin juga film Thailand 🙂 (kemarin sih menonton sinetron Thai sudah bisa, abis intinya hampir tidak beda dengan sinetron Indonesia :P).

Rencana awal mau belajar di satu tempat sampai mahir lalu kemudian belajar baca tulis. Tapi kok ya perasaan belakangan ini ga maju-maju dan jalan di tempat. Semua disebabkan guru di tempat kursus ga bisa menjelaskan pertanyaan dengan bahasa Inggris yang baik (bahkan terkadang dia ga ngerti apa pertanyaan muridnya). Akhirnya banting setir pindah ke AUA Chiang Mai yang frekuensi belajarnya tiap hari dan bahasa Inggris gurunya lebih oke (dan gue semakin senang karena di AUA ada perpustakaan yang meminjamkan majalah dan buku-buku berbahasa Inggris, hal yang langka di Chiang Mai. Buku sih banyak, tapi kalau bisa meminjam kan jadi lebih hemat daripada beli).

Di tempat sebelumnya sebenarnya gue udah belajar selama 3×30 jam = 90 jam. Tetapi dengan pertimbangan untuk mendapatkan ilmu yang lebih lengkap, di tempat baru gue belajar lagi dari awal, dari jam ke-0. Hasilnya? tentu saja gue bisa mengikuti dengan mudah. Padahal dulu sempat takut untuk ikutan disitu karena konon kabarnya belajar di tempat ini memang belajar di kelas cuma 2 jam tapi prakteknya karena banyak PR dsb bisa-bisa jadi berjam-jam. Mungkin terlalu dini juga kalau gue bilang terlalu mudah, karena pada dasarnya gue baru mengikuti kelas sekitar 12 jam di kelas yang baru. (tapi memang dengan begini gue seperti mereview semua yang sudah gue ketahui sebelumnya sih, semoga bisa tetap mudah mengikutinya)

Karena gue merasa ini awal yang baru, dan karena gue sudah cukup mengerti apa yang diajarkan di kelas, timbullah ide untuk mendokumentasikan pelajaran di kelas dalam bentuk tulisan di blog. Ya..sekalian sebagai catatan buat gue dan juga berbagi buat siapa saja yang tertarik belajar bahasa Thai. Nah kalau tertarik untuk tau bagaimana sih bahasa Thai itu, atau sekedar mencari bacaan karena kurang kerjaan, silakan kunjungi www.risna.info . Sekarang sih isinya masih ga banyak, semoga saja saya tetap konsisten menulis setiap harinya yah :).

Kerja di Chiang Mai

Dah ada beberapa orang yang nanya: enak nggak sih kerja di Chiang Mai? Ada juga yang menyangka kalo aku studi S3 di sini, sedangkan yang lain pengen tau kerjaan di Chiang Mai ngapain sih? Setelah 4 bulan di Chiang Mai, saatnya cerita sedikit pengalaman di sini.

Di sini aku kerja sebagai programmer (tepatnya senior programmer) di perusahaan startup yang baru berdiri bulan April 2007. Karena belum tahu apakah bos mengijinkan membeberkan apa yang dikerjakan oleh perusahaan ini, saat ini aku nggak akan cerita mengenai produk perusahaan ini. Mungkin ada yang mikir: ngapain jauh-jauh ke Thailand cuma kerja di startup company, tapi yang jelas si Bos alias Prof sudah berpengalaman punya perusahaan di sebuah negara di Eropa, dan sudah cukup sukses, sampai perusahaanya dia jual. Dalam bidangnya si Bos juga adalah termasuk pionir (sudah masuk buku).

Lanjutkan membaca “Kerja di Chiang Mai”

Warorot Market (Ta’ lat Warorot)

milih milih

Cerita ini masih lanjutan dari cerita Mae Sa Waterfall dan masih dalam rangka mengantar teman-teman dari Indonesia yang berkunjung ke Chiang Mai. Sebenarnya pasar ini seperti pasar biasa. Tapi tentunya lebih murah membeli oleh-oleh di pasar daripada di tempat wisata. Berhubung waktu mereka di Chiang Mai tinggal sedikit lagi dan belum tentu bisa jalan-jalan lagi, ya sudah kami ajak saja belanja di pasar Warorot. Lanjutkan membaca “Warorot Market (Ta’ lat Warorot)”