Sulitnya Mengisi Dompet Pulsanya XL

Sejak beberapa bulan lalu (lupa persisnya) XL meluncurkan layanan dompet pulsa untuk pengguna kartu bebas (kartu prabayarnya XL). Promosi yang diberikan berupa kemudahan untuk mengisi pulsa orang lain dengan diskon sekitar 3% setiap pengisian. Setiap pengguna jadi penjual pulsa juga. Dengan pertimbangan Joe butuh backup pulsa kalau-kalau kehabisan dan toh jadinya ga harus tiap bulan ngisi pulsa, maka sejak saat diluncurkan layanan itu Joe jadi penjual pulsa XL juga selain sebagai pemakai.

Sejak pertengahan bulan ini, ada kebijakan baru dari XL. Pengisian dompet pulsa hanya tersedia di XL Kita. Tapi kemarin waktu kami mau mengisi dompet pulsa, sulitnya bukan main. Mulai dari tidak jelasnya pengumuman yang ada di XL Centre BEC (isi pengumuman hanya menjelaskan tidak ada discount lagi, tapi ternyata TIDAK MENJUAL LAGI, bah…!). Terus tukang jual XL Kita kok ya rasanya jarang berada di tempat, terus satu lagi, kadang-kadang XL Kita itu cuma papan nama doang, aslinya berada somewhere di ujung dunia sehingga dia (XL Kita yang dipinggir jalan itu) hanya menjual isi ulang pulsa dan tidak menjual isi ulang dompet pulsa.

Yang gue heran adalah, kenapa si XL ga memudahkan pengguna Dompet Pulsa dengan fasilitas misalnya dapat membeli menggunakan ATM (seperti membeli pulsa). Atau kenapa pengguna Xplor (pascabayar) malah ga bisa berjualan juga, padahal kan jelas-jelas tinggal ditambahin ke tagihan saja, daripada harus sering-sering mengisi dompet pulsa ke XL Kita yang sampai sekarang belum gue temukan juga dimana membelinya yang paling mudah di akses.

Semoga para pengguna dompet pulsa pada kompak seperti kami. Karena XL menyusahkan pembelian dompet pulsa, sementara waktu kami memutuskan untuk berhenti mengisi dompet pulsanya. Memang jadi terpaksa mengisi pulsa manual lagi deh seperti dulu, tapi…daripada repot. Yang kasian sih pelanggan setia (misalnya adik gue dan adik-adiknya Joe plus temen-temen kost gue) biasanya mereka tinggal sms minta tulung diisin pulsa, dan…5 detik kemudian pulsa udah terisi, duit tinggal transfer (atau cash). Sekarang mereka pun harus mengunjungi XL Center ataupun XL Kita buat beli sendiri pulsanya. Dan kalau pembelian untuk nominal yang kecil (misalnya 5 ribu atau 10 ribu) mereka akan dikenai biaya lebih dari harga pulsanya (kalo kami sih ngejualnya ga nyari untung asal ga rugi aja sih).

Ayo dong XL, mbok ya dimudahkan lagi gitu loh pembelian dompet pulsa. Jangan mengecewakan pelanggan setia yang sudah dari tahun 2000 ini dooong.

3 days in a row

Sudah 3 hari berturut-turut ini gue ngetem berjam-jam di tempat yang sama. Bukan…bukan kantor…, tapi sebuah kafe yang memiliki fasilitas Hot Spot (dan untungnya ada colokan listriknya). Gue udah mencoba macem2 menu, mulai dari yang manis sampai yang rasanya biasa aja. Tapi rasanya setiap pulang dari sini, lidah gue rasanya ga enak. Gue baru nyadar ternyata lidah gue lidah Indonesia. Gue lebih suka rasa gudeg, atau pecel yang nyisa di mulut dibandingkan rasa kue frozen chocolate cheese ataupun fetucini atau omellete. Mungkin gue akan eneg melihat makanan2 itu untuk beberapa waktu lamanya…

Penipuan Berkedok Investasi

Salut kepada para penipu yang “niat banget” dengan segala cara mencoba untuk menjadi kaya dengan iming-iming memberi rejeki ataupun investasi. Apa yang ingin gue ceritakan disini bukan hal baru, bahkan sejak kelas 2 SMP gue udah pernah ditawarin ikutan program “penipuan” serupa. Ceritanya begini : hari ini gue nemu sebuah selebaran di ATM mandiri yang diberi judul : “Program Investasi Menabung di Bank Mandiri” . Selebaran itu ga bisa dibilang selebaran karena terdiri dari 3 lembar dengan tulisan bolak balik (jadi total 6 halaman). Continue reading “Penipuan Berkedok Investasi”

Seminar bersertifikat

Sebenernya ini bukan hal baru dalam hidup gue, tapi barusan saja membaca undangan seminar yang katanya ada sertifikatnya. Terbersit di benak ini, sudah berapa kali aku mengikuti seminar yang diiming2i dengan sertifikat, dan…sudah berapa kali sertifikat itu berguna? jawabannya sudah beberapa kali (lebih dari 3 kali ikut seminar bersertifikat) lebih dari 3 kali dapat blanko sertifikat doang, lebih dari 3 kali ga ngerti apa yang mereka bicarakan dalam seminar dan ga pernah sekalipun sertifikat itu berguna(at least till now). Gue ga ngerti juga, emangnya sertifikat itu gunanya apa yah?? lalu kenapa penyelenggara seminar selalu mengiming-imingi sertifikat tanda peserta seminar ? ah jadi seperti sertifikat penataran P4 pola 100 jam saja 😛

Kutukan?

Tadinya hari ini mau ngeblog di friendster, tapi…ga tau kenapa ga kebuka2 halaman update blognya sampe bosen nungguin. Trus tadi merhatiin sepertinya Yahoo! juga memberikan fasilitas blog juga, jadi semakin banyak aja deh tempat untuk ngeblog. Eits.. yang mau gue ceritakan bukan tentang blog blog run blog run (ah ini sih masa-masa ospek). Udah ah jadi ngawur.

Ceritanya hari ini gue mau makan siang di kantin BARRAC di kampus. Tau-tau….jreng jreng…ada tulisan karena kontrak sudah berakhir maka kantin tersebut TUTUP Bah.. kenapa sih setiap tempat makan yang rutin gue dan joe kunjungin seperti kena kutukan bahwa mereka akan tutup tidak lama kemudian??? 🙁 Kantin Barrac ini adalah kantin ke sekian setelah Kantin Taman Sari (yang ada sejak gue kuliah!), Kedai Tubagus, tukang pisang goreng belakang gramedia, tukang nasi goreng kambing di deket Circle K dago, umm..apa lagi yah berikutnya? Jadi takut kalo terlalu sering makan di suatu tempat. Takut gue bener2 membawa kutukan dan membuat mereka tutup atau pindah ga bilang2. Huhuhuuhu… kudu nyari tempat makan siang yang enak di kampus lagi deh.

Misteri hilangnya kartu CDMA

Bulan maret baru seminggu, tapi udah ada misteri yang terjadi dalam waktu singkat ini, beberapa kartu CDMA gw raib entah kemana :((. Alkisah suatu hari gw kerajinan membereskan kamar, semua perabotan di pindah letaknya biar terasa suasana baru. Suatu saat tempat gw menyimpan ruim card gw terjatuh dan akibatnya kartu Fren sejuta gw yang nyisa 500 rebu itu plus kartu flexy classy gw yang udah di tutup jatoh. Gw pungut dari tempatnya dan…kemudian letakkan di tempat semula.

Beberapa saat kemudian gw mau online, waktu gw mo ambil si ruim card fren…ternyata…huhuhuhu….udah raib…ga ada…anehnya si kartu flexi juga ilang :(. Higs…entah kemana ilangnya dan tak dapat kutemukan. Padahal udah bongkar2 kamar lagi dengan hasil tetep aja kartu FREN dan FLEXI gw itu ilang, yang paling disayangkan sih FREN nya masih sisa pulsa 500 rebu….huhuhu…gw ga bisa online dirumah lagi deh :(.

Beberapa hari kemudian, waktu paman berkunjung ke kost baru Joe, melihat susunan kamar yang terlalu sempit, gw dan paman berbaik hati menggeser lemari yang bisa membuat kamar lebih lega. Tapi sayangnya waktu itu ESIA Joe lagi di keluarin dari hp karena dia online make kartu FLEXI. Ternyata waktu proses geser2 itu tanpa disadari kartu esia itu jatoh dan lenyap juga. Gw ga ngertinya Joe lama banget sadarnya. Dia cuma nyimpan kartu Flexi ke tempat penyimpanan tapi ga masukin kartu Esia ke HP. Pas malam pulang jalan-jalan ngeliat loh kok HP nya ga mau nyala? ternyata…simcardnya tidak ada ditempatnya.

Ga tau ada apa dengan kartu CDMA, kenapa mudah sekali raib yah 🙁 atau mungkin gw ga direstui beres2 kamarnya yah. Huhuhuhu…..