FreeBSD di Laptop

Sudah sebulan saya memakai FreeBSD di Laptop Thinkpad X230 dan sepertinya sebentar lagi akan saya ganti menjadi Linux. Secara umum FreeBSD di laptop sudah cukup baik, tapi ada banyak juga kelemahan FreeBSD untuk dipakai sehari-hari.

Ada banyak hal yang menurut saya bagus di FreeBSD: Filesystem ZFS sangat mudah digunakan dan untuk kasus laptop, fitur kompresinya berguna untuk menghemat disk space. Berbagai konfigurasi di FreeBSD sangat mudah dilakukan (mengingatkan pada Linux, terutama sebelum adanya systemd).

Untuk kasus programming: tergantung apa yang ingin Anda lakukan, supportnya bisa benar-benar bagus sampai tidak bisa sama sekali. Contohnya: NodeJS versi terbaru bisa dijalankan dengan mudah (walau tidak dijamin juga masalah modul-modul yang mengandung native code), tapi JDK terbaru (JDK 11) belum diporting ke FreeBSD. Bahkan terakhir yang diporting adalah JDK 9.

Continue reading “FreeBSD di Laptop”

Kernel FreeBSD

Dua hari yang lalu untuk kali pertama, kode program saya masuk ke kernel FreeBSD (versi development). Kode ini bisa diakses di:

http://www.freebsd.org/cgi/cvsweb.cgi/src/sys/arm/econa/

Kode tersebut merupakan port FreeBSD ke platform Cavium Econa CNS11XX. Secara sederhana, artinya sekarang FreeBSD bisa berjalan di device di bawah ini (Emprex NSD-100):

NSD_100_1

Saya kenal Linux dulu kali pertama waktu masuk Informatika ITB tahun 1998. Kami sempat mendapatkan pelatihan menggunakan Linux selama seminggu, dan di salah satu sesinya ada sedikit cerita mengenai sejarah Linux. Sejak saat itu saya tertarik dengan sistem operasi. Sebelum kuliah OS, saya sudah menyelesaikan membaca buku Tannenbaum (Operating System: Design and Implementation). Pernah dulu mau berusaha bikin OS sendiri, tapi ya karena saya tidak sejenius Linus Torvalds, akhirnya saya menyerah dan meninggalkan usaha tersebut.
Continue reading “Kernel FreeBSD”