Joshua dan Mario Kart Live

Beberapa waktu lalu Joshua melihat video trailer game yang bernama Mario Kart Live: Home Circuit. Joshua memang sudah mengenal berbagai game dengan karakter Mario di Nintendo.

Dari melihat video itu, dia membujuk papanya untuk membelikannya. Memang ini salah satu hal kenapa anak sebaiknya jangan dikasih mainan ya, karena mereka akan minta yang lain lagi. Permintaan itu tentu saja tidak langsung dikabulkan begitu saja.

Trailer Mario Kart Live: Home Circuit

Sebenarnya berdasarkan pengalaman, membelikan mainan yang diminta oleh Joshua, selalu dia mainkan sampai bosan. Dari dulu, kalau mainannya kami yang pilih, dia belum tentu akan memainkannya. Akan tetapi kalau dia yang minta, sudah pasti mainan itu akan dimainkan cukup lama. Kalaupun dia berhenti main sejenak, dia akan kembali lagi main beberapa waktu kemudian.

Lanjutkan membaca “Joshua dan Mario Kart Live”

Joshua dan Minecraft

Posting ini tentang kelucuan Joshua dan Jonathan main Minecraft bareng. Ini sekedar catatan jejak kehidupan, supaya nggak lupa di masa depan. Karena mamanya nggak main Minecraft, jadi saya yang nulis cerita perkembangan Joshua yang ini.

Joshua sekarang baru 5.5 tahun, tapi sudah bisa membaca/menulis/mengetik, berhitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian sampai 12×12), walau kemampuan komunikasinya sampai saat ini masih kurang. Joshua sekarang ini juga sangat iseng/jahil dalam banyak hal. Sekarang Jonathan sudah 10 tahun, tapi masih cukup sabar bermain dengan Joshua.

Sudah lama Joshua suka main minecraft dan pernah ditulis sekilas waktu ulang tahunnya. Walaupun tidak main setiap hari, tapi Joshua suka melihat video minecraft dan melihat Jonathan main, jadi ilmu minecraftnya makin berkembang. Dia mulai bisa membuat redstone circuit, misalnya clock generator (mekanisme yang outputnya on/off secara periodik).

Beberapa hari yang lalu, saya mengaktifkan kembali server minecraft di rumah, dan saya pindahkan datanya ke Raspberry Pi, jadi tidak akan terganggu kalau saya harus restart komputer. Modenya saya set agar siapa saja jadi operator, alias bisa melakukan apa saja. Biasanya kami main di creative mode di mode ini kami bisa sekedar membuat apa saja, tidak bisa mati.

Di mode ini kadang Joshua manis sekali, misalnya membuatkan saya Shulker Box dengan tulisan “Lunchbox” dan diisi Cookie, Bread, Cake, dan Apel. Lalu dia memberi tahu bahwa kita bisa memakan cookienya.

Tapi akhir-akhir ini Joshua sering iseng, dia membuat mode game Jonathan atau saya jadi survival lalu datang dan membunuh karakter kami. Kalau saya biarkan berdua main, lucu sekali melihat lognya di server. Joshua sudah bisa mengetik dan menggunakan autocomplete (dengan tab) jadi bisa mengetik dengan cukup cepat.

Lanjutkan membaca “Joshua dan Minecraft”

Mudah Ajak Anak Sikat Gigi dengan Pokemon Smile

Dari kecil, kami berusaha mengajarkan anak-anak sikat gigi setiap pagi dan malam setiap habis makan, tapi yang terjadi mereka cuma gigit-gigit sikat gigi dan bukanya sikat gigi dengan bersih. Urusan buka mulut untuk dibantu sikat gigi tidak pernah dilakukan dengan suka rela. Diberikan contoh tidak selalu diikuti, diberi berbagai game tentang meyikat gigi, tapi tidak selalu bersih kalau tidak diperhatikan. Sampai akhirnya, Joe menemukan aplikasi Pokemon Smile.

Gosok gigi dengan pokemon smile
Lanjutkan membaca “Mudah Ajak Anak Sikat Gigi dengan Pokemon Smile”

Game “Human Resource Machine” dan “7 Billion Humans”

Dari dulu, yang suka main game di rumah kami itu Joe, walaupun dia bukan pemain game serius yang tidak bisa berhenti main game. Saya pernah suka main game The Sims, tapi sudah lama pensiun main game karena kalau sudah mulai main saya susah berhenti.

Game yang sering dipilih Joe seringnya tipe puzzle. Salah satu game yang paling jadi favoritnya Seri Game Professor Layton. Game Professor Layton ini tipenya ada cerita misterinya dan juga memecahkan persoalan dengan berpikir komputasi.

Salah satu game yang juga pernah dimainkan Joe namanya Human Resource Machine. Game ini menggunakan konsep pemrograman sederhana dan menggunakan animasi yang lucu.

Contoh Puzzle Human Resource Machine
Lanjutkan membaca “Game “Human Resource Machine” dan “7 Billion Humans””

Game Favorit Joshua

Kalau sudah bosan dengan berbagai mainan fisik yang dimiliki, Joshua suka bermain game di berbagai platform (iPad, Android, Nintendo 3Ds, dan macOS). Saat ini Joshua berusia 5 tahun, dan dia menyukai game di mana dia bisa mengkonstruksi sesuatu, dan biasanya yang dikonstruksi pertama adalah huruf dan angka. Posting ini sekedar jadi catatan kenangan game-game yang saat ini disukai Joshua.

Toca Builders

Game ini seperti kanvas 3D, kita mengendalikan karakternya untuk membentuk apa saja. Game ini tersedia untuk Android dan iOS. iPad yang dipakai Joshua usianya sudah sekitar 7 tahun dengan OS 10 dan game ini masih bisa dipakai di situ. Joshua sudah suka ini sejak sekitar 3 tahun, dan dia memulai dengan bentuk mendatar saja. Karena waktu itu dia sedang suka berhitung, bentuk yang dibuat adalah angka-angka.

Setelah agak lama, dia mulai bisa berpikir 3D dan membuat benda yang tegak misalnya huruf yang berdiri untuk membentuk kata-kata.

Setelah itu dengan melihat berbagai jenis objek contoh yang diberikan di game, dia mulai menirunya juga. Contohnya di bawah ini adalah membuat pohon. Joshua memang bisa membuat bentuk seperti ini dengan Lego, tapi saya cukup kagum dia bisa membuatnya di kanvas 3D. Tokoh dalam Toca Builders tidak bisa berinteraksi dengan benda-benda yang ada, jadi sekarang Joshua sudah bosan main game ini.

Toca Blocks

Ini bisa dianggap versi 2D dari Toca Builders. Game ini juga tersedia di Android dan iOS. Di Toca Builders benda yang dibentuk tidak interaktif, tapi di Toca Blocks sifatnya interaktif. Selain bisa membentuk sebuah dunia, ada 3 tokoh yang bisa digerakkan ke mana saja dan juga memiliki animasi (berlari, menari, dsb). Blok-blok yang ada juga bisa digabung untuk membentuk blok baru. Game ini jauh lebih seru dibandingkan Toca Builders.

Algodoo

Algodoo sebenarnya bukan game, tapi Physics simulator gratis. Aplikasi ini tersedia untuk PC, macOS dan iPad. Tapi bisa dianggap permainan karena memang bisa dipakai untuk main-main seperti Toca Builders. Di aplikasi ini kita bisa membuat objek yang memiliki materi tertentu dan akan terpengaruh gravitasi dan gaya lain (misalnya pegas/spring).

Joshua tahu aplikasi ini dari beberapa video Youtube Marble Race yang dibuat dengan Algodoo. Joshua biasanya main ini di macOS dan iPad. Sekarang ini dia sudah agak bosan dengan Algodoo, tapi mungkin nanti kalau dia sudah lebih paham fisika akan tertarik lagi main ini.

Joshua suka membuat bentuk-bentuk, lalu digantung dengan tali virtual atau diberi pegas . Atau kadang bentuknya dihancurkan dengan mengubah materialnya menjadi air. Hal lain yang suka dilakukan adalah membuat lingkaran-lingkaran yang jatuh karena gravitasi.

Minecraft

Setelah melihat Jonathan bermain minecraft, Joshua menjadi tertarik. Awalnya sih sekedar berjalan-jalan saja di dunia minecraft, lalu lama-lama dia mengerti bagaimana memakai menunya, mencari berbagai objek (nama-namanya dihapalkan). Jonathan mengajari beberapa “resep” crafting, dan Joshua sudah bisa melakukannya.

Awalnya Joshua bingung tentang orientasi berbagai objek di Minecraft, misalnya ketika membuat portal, portalnya tidak jalan karena ada blok yang meski sudah benar tapi salah arah. Sekarang dia sudah mengerti, dan jika melihat tutorial Youtube sudah bisa mengikuti.

Joshua juga menghapalkan beberapa command dan mengetik sendiri. Beberapa command favoritnya misalnya adalah untuk mengubah cuaca, dan “cheating” agar mendapatkan semua advancement. Satu-satunya hal negatif adalah: Joshua suka menggunakan command /kill yang akan membunuh karakternya sendiri. Joshua suka menirukan kalimat-kalimat penutup ketika karakternya mati, misalnya: ABC123Josh was killed by intentional game design atau ABC123Josh didn’t want to live in the same world as spider.

Super Mario Maker 3DS

Super Mario Maker adalah game untuk membuat level game Super Mario Bros. Di game ini kita membuat sendiri level, lalu bisa dimainkan (bisa juga sharing level dengan orang lain). Tentunya di dalam level-nya Joshua suka menyisipkan bentuk alphabet.

Monument Valley dan Monument Valley 2

Game Monument Valley dan Monument Valley 2 merupakan game optical illusion dan impossible objects. Secara visual sangat menarik untuk orang dewasa, tapi menurut saya agak membosankan untuk anak-anak. Sebenarnya saya masih tidak tahu kenapa Joshua suka game ini, tapi dia sudah menyelesaikan semua levelnya berkali-kali. Dia suka membaca nama-nama judul levelnya, tapi di gamenya sendiri dia lebih sering mencoba-coba saja sampai solved.

Beyond ynth

Ini salah satu game yang disuka Joshua yang sifatnya bukan mengkonstruksi sesuatu. Di game ini kita mengendalikan sebuah Ladybug bernama Kribl dalam petualangannya. Sifat game ini action puzzle, jadi agak rumit karena butuh berpikir dan bergerak cepat.

Awalnya dia minta game ini dari melihat video Youtube. Jarang sekali Joshua meminta game atau mainan walau dia melihat banyak video Youtube. Ketika saya belikan gamenya, dia menyerah karena sulit sekali baginya untuk melakukan gerakan tertentu.

Ternyata setelah itu dia mencoba lagi beberapa kali sampai bisa semua tutorialnya. Tapi dititik ini dia masih sering stuck, jadi setelah selesai tutorial, dia pilih sendiri menu untuk mereset gamenya. Dan setelah itu dia mulai main lebih jauh lagi. Di gamenya ada link Youtube untuk menyelesaikan tiap levelnya. Biasanya kalau sudah stuck, Joshua akan melihat video youtubenya untuk tahu solusinya. Solusinya kadang cukup panjang, jadi butuh beberapa kali melihat dan mencoba sampai bisa.

Ini game yang memiliki nama level aneh-aneh, misalnya Swiss Cheese, Mount Etna, Mount Vesuvius, Mount Eyjafjallajökull. Selain memainkan game, Joshua senang sekali membaca dan menghapalkan frasa dan kalimat di dalam game. Sering juga dia minta diajari pengucapan kata yang sulit seperti Gunung Vesuvius, tapi kadang saya menyerah kalau kata-katanya terlalu sulit seperti Gunung Eyjafjallajökull, dan saya bantu dengan Google saja.

Game dan aplikasi lain

Sebenarnya kadang Joshua main juga game-game lain, tapi biasanya hanya beberapa menit saja lalu bosan. Game-game yang saya sebutkan di atas sudah dimainkan dalam jangka waktu lama.

Kadang kalau dia melihat saya sedang membuat presentasi, dia juga ikutan membuat Keynote. Biasanya yang dibuat adalah presentasi tentang Alphabet, dengan huruf, kata, dan ikon yang dia pilih dari daftar ikon default yang ada di aplikasi keynote (seperti A for Apple).

Review Marbotic Smart Letters – Huruf Kayu Buat Layar Sentuh

Mainan Marbotic ini kami beli bulan Februari lalu. Awalnya Joshua melihat vide nya di YouTube. Terus dia sering minta dibeliin. Saya merasa mainan huruf dan angka Joshua sudah cukup banyak, sudah ada OSMO juga. Tapi akhirnya, kami belikan juga. Alasannya, OSMO itu dulu dibeli untuk Jonathan, sedangkan Joshua belum pernah dibelikan mainan seperti ini. Joe juga penasaran aja gitu pengen tau cara kerjanya hehehe.

Kami membeli Marbotic Smart Letter dan Marbotic Smart Number saja dari ebay Australia karena situs resminya tidak mengirim barangnya ke Thailand. Waktu itu harganya sekitar 2.606 THB termasuk ongkos kirim. Kami mendapatkan harga cukup murah dibandingkan harga situs resminya karena walaupun barangnya baru, mereka menjualnya sebagai kategori barang bekas. Seingat saya, tidak sampai seminggu sejak dipesan, barangnya sudah sampai.

Hari ini saya akan menuliskan tentang Marbotic Smart Letters saja. Lain kali saya akan menuliskan tentang Marbotic Smart Numbers.

Packaging dan Bentuk Fisiknya

Packagingnya bagus

Marbotic Smart Letters dikemas dalam kotak yang besar. Setiap huruf disusun dengan rapi dan ada 3 tingkat untuk menyimpannya. Setiap huruf ukurannya cukup besar dan ada pegangannya untuk nantinya anak bisa menempelkannya di atas layar tablet.

Kayunya bagus dan terlihat kokoh. Karena hurufnya ukuran besar, mainan ini bisa dimainkan mulai dari 2 tahun, tapi ya kalau tidak mau anak sering-sering terpapar layar gawai mungkin bisa ditunda sampai 4 tahun (Joshua umur 4.5 tahun saat kami beli mainan ini).

Lanjutkan membaca “Review Marbotic Smart Letters – Huruf Kayu Buat Layar Sentuh”

Cheat dan Anti-Cheat pada Video Game

Salah satu tujuan banyak orang melakukan Reverse Engineering adalah mencurangi (cheating) game. Sudah banyak orang menanyakan ini ke saya, jadi akan saya bahas sekarang ini.

Cheat by Nick Youngson CC BY-SA 3.0 Alpha Stock Images
Cheat by Nick Youngson CC BY-SA 3.0 Alpha Stock Images

Tapi supaya tidak kecewa, saya tekankan dulu: cheating game modern dan populer saat ini (misalnya pubg) sangat sulit. Teknologi anti cheat selalu diupdate, dan tidak ada satu artikel di internet yang bisa membuat Anda bisa mencurangi game terbaru.

Lanjutkan membaca “Cheat dan Anti-Cheat pada Video Game”